Pengganti Garam untuk Makanan Bayi, Inilah 8 Rempah-Rempah yang Bisa Digunakan


Pengganti garam untuk makanan bayi bisa menggunakan bumbu dapur supaya dapat terasa lebih nikmat. Rempah yang bisa menjadi alternatif garam, seperti bawang putih, ketumbar, lada, jahe, kayu manis, hingga kulit lemon.

(0)
Pengganti garam untuk makanan bayi bisa menggunakan kulit lemon untuk membumbui daging atau ikanPengganti garam untuk makanan bayi berupa kulit lemon dapat memperkuat cita rasa daging dan ikan agar MPASI bayi tidak terasa hambar meski tanpa garam
Pengganti garam untuk makanan bayi umumnya berupa rempah-rempah dan bumbu dapur. Bumbu dapur yang dijadikan pengganti garam untuk MPASI ini terdiri dari lada, bawang putih, kayu manis, rosemary, adas sowa, jahe, dan ketumbar.Selain itu, ada pula kulit buah yang bisa dijadikan pengganti garam untuk makanan bayi, yaitu parutan kulit lemon.Sayangnya, untuk menambah nafsu makan buah hati, beberapa orang tua kerap kali menambahkan garam ke dalam makanan pendamping ASI (MPASI). Cara ini dilakukan karena MPASI cenderung memiliki rasa tawar.Padahal, pemberian garam pada bayi tidak disarankan karena dapat berdampak buruk terhadap kesehatan Si Kecil. Sebagai pengganti garam untuk makanan bayi, beberapa bumbu dapur bisa Anda pakai untuk menunjang cita rasa MPASI agar tidak hambar dan monoton.

Pengganti garam untuk makanan bayi, apa saja?

Menambahkan garam ke dalam MPASI merupakan tindakan yang tidak perlu Anda lakukan. Hal ini dikarenakan bayi hanya membutuhkan kurang dari 1 gram garam (0,4 gram natrium) hingga ia berusia 12 bulan.Berikut ini beberapa bumbu dapur yang bisa Anda pergunakan sebagai pengganti garam untuk makanan bayi di atas usia 6 bulan:

1. Lada

Lada merupakan pengganti garam untuk makanan bayi, berkhasiat kurangi radang
Lada dan garam adalah dua bumbu dasar yang menjadi andalan untuk menambah cita rasa makanan. Untuk memperkaya rasa MPASI, Anda dapat menambahkan sedikit lada ke dalam makanan bayiSelain membuat rasa makanan menjadi lebih nikmat, bumbu dapur ini juga dapat membantu mengurangi peradangan yang terkait dengan penyakit kronis seperti kanker atau sakit jantung.

2. Bawang putih

Bawang putih sebagai pengganti garam untuk makanan bayi tingkatkan imunitas
Bawang putih akan memperkaya rasa MPASI bayi Anda. Bawang putih sebagai pengganti garam untuk makanan bayi bisa ditambahkan dalam bentuk bubuk atau cincangan, riset yang diterbitkan Advances in Natural Therapy menyebutkan, mengonsumsi bawang putih dapat membantu meningkatkan kesehatan otak maupun imunitas tubuh, serta menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi.

3. Kayu manis

Kayu manis sebagai pengganti garam untuk makanan bayi cicik untuk bubur MPASI
Mempunyai cita rasa sedikit pedas dan manis, kayu manis dapat Anda gunakan sebagai pengganti garam untuk makanan bayi. Untuk mendapat rasa yang maksimal, tambahkan batang kayu manis ke dalam panci yang Anda pakai untuk membuat MPASI. Kayu manis cocok ditambahkan ke dalam bubur beras, yogurt, ubi rebus, dan oatmeal.

4. Rosemary

Pengganti garam untuk makanan bayi berupa rosemary bisa ditambahkan pada saus dan sup
Rosemary memberikan cita rasa aromatik pada makanan bayi Anda. Untuk menggunakan rempah ini, Anda dapat menambahkan rosemary segar atau kering ke dalam sup maupun mengolahnya menjadi saus untuk kemudian dituangkan pada bubur beras.

5. Adas sowa (daun dill)

Adas sowa merupakan alternatif pengganti garam untuk makanan bayi
Memiliki cita rasa segar dengan sentuhan sedikit daun seledri dan adas, daun dill menjadi salah satu alternatif pilihan pengganti garam untuk makanan bayi. Caranya, Anda tinggal menaburkan daun ini di atas MPASI dengan bahan dari kentang atau ikan.

6. Jahe

Pengganti garam untuk makanan bayi berupa jahe bantu kurangi radang
Jahe dapat digunakan sebagai pengganti garam untuk makanan bayi seperti sup. Mempunyai cita rasa pedas dan manis, bumbu dapur ini menawarkan beragam manfaat untuk kesehatan, salah satunya membantu mengurangi peradangan.

7. Kulit lemon

Parutan kulit lemon bisa dijadikan pengganti garam untuk makanan bayi
Memiliki kemampuan dalam memperkuat cita rasa, kulit lemon bisa Anda gunakan sebagai pengganti garam untuk makanan bayi. Dengan menambahkan parutan kulit lemon ke dalam bumbu daging dan ikan, MPASI untuk bayi Anda tidak akan terasa hambar tanpa adanya garam.

8. Ketumbar

Bersifat antioksidan, ketumbar merupakan pengganti garam untuk makanan bayi yang sehat
Memberikan sensasi hangat ketika dimakan, Anda dapat mencampurkan ketumbar ke dalam sup. Selain menambah cita rasa makanan, ketumbar juga mengandung beragam antioksidan, mulai dari terpinene, quercetin, hingga tocopherol.Apabila hendak menambahkan bumbu-bumbu di atas ke dalam MPASI, dokter anak menyarankan untuk menunggu hingga bayi berusia 8 bulan. Hal ini tidak lepas dari gangguan sistem pencernaan ataupun reaksi alergi yang dapat muncul dari penggunaan bumbu dapur pengganti garam.Maka dari itu, sebaiknya konsultasikan kondisi bayi Anda terlebih dahulu dengan dokter. Dokter nantinya akan memberikan rekomendasi pengganti garam untuk makanan bayi yang tepat dan sesuai dengan kondisi bayi Anda.

Mengapa bayi sebaiknya tidak mengonsumsi garam?

Pengganti garam untuk makanan bayi cegah risiko kerusakan ginjal dan otak
Selain hanya membutuhkan kurang dari 0,4 gram natrium hingga usia 12 bulan, pemberian garam pada bayi dapat membahayakan ginjal buah hati Anda. Hal tersebut terjadi karena ginjal bayi Anda belum bisa bekerja secara optimal untuk memproses kelebihan garam.Ketika kelebihan garam tidak dapat diproses dengan baik, ginjal bayi Anda akan mengalami kerusakan. Selain mengakibatkan kerusakan ginjal, menambahkan garam pada MPASI bisa berakibat buruk pada otak bayi Anda.Selain itu, menambahkan garam akan membuat bayi cenderung memilih makanan asin saat tumbuh dewasa. Hal ini tentunya tidak baik untuk kesehatannya di masa mendatang karena dapat memicu terjadinya hipertensi dan masalah kesehatan serius lain.[[artikel-terkait]]

Kapan waktu yang tepat bagi bayi untuk mulai mengonsumsi garam?

Setelah mengetahui pengganti garam untuk makanan bayi, jumlah garam diberikan berdasarkan usianya
Tidak ada patokan pasti kapan orang tua boleh menambahkan garam dalam makanan bayi. Meski begitu, sebaiknya hindari penggunaan garam secara berlebihan pada makanan anak untuk mencegah efek buruk yang bisa ditimbulkan.Berikut jumlah maksimal konsumsi garam harian pada anak yang direkomendasikan oleh Scientific Advisory Committee on Nutrition:
  • 0-12 bulan: kurang dari 1 gram (0,4 gram sodium)
  • 1-3 tahun: 2 gram (0,8 gram sodium)
  • 4-6 tahun: 3 gram (1,2 gram sodium)
  • 7-10 tahun: 5 gram (2 gram sodium)
  • 11 tahun ke atas: 6 gram (2,4 gram sodium)

Catatan dari SehatQ

Pengganti garam untuk bayi kerap menggunakan bumbu dapur maupun kulit buah. Meski berbeda bahan, tujuan penambahan bumbu dapur sebagai pengganti garam untuk MPASI pun sama, yaitu untuk memperkaya rasa agar makanan bayi tidak hambar.Oleh karena itu, bayi pun menjadi nafsu makan.Untuk berdiskusi lebih lanjut mengenai rekomendasi pengganti garam untuk makanan bayi, konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter melalui chat di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ.Apabila Anda ingin mendapatkan keperluan bayi dan ibu menyusui, kunjungi untuk mendapatkan penawaran menarik.Download aplikasinya sekarang di Google Play dan Apple Store.
bayi & menyusuibayimpasiresep mpasimakanan bayi
Healthline. https://www.healthline.com/nutrition/salt-alternatives
Diakses pada 1 Oktober 2020
Wholesome Baby Food. https://wholesomebabyfood.momtastic.com/saltinbabyfood.htm
Diakses pada 1 Oktober 2020
Wholesome Baby Food. https://wholesomebabyfood.momtastic.com/tipspices.htm
Diakses pada 1 Oktober 2020
Parents. https://www.parents.com/baby/feeding/when-is-it-safe-to-introduce-salt-to-babys-diet/
Diakses pada 1 Oktober 2020
Baby Centre. https://www.babycentre.co.uk/x555836/can-i-put-salt-in-my-babys-food
Diakses pada 1 Oktober 2020
Advances in Natural Therapy. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/11697022/
Diakses pada 30 November 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait