Grooming adalah Pelecehan Seksual Anak dengan Modus “PDKT”, Kenali Bahayanya

(0)
17 Mar 2021|Fadli Adzani
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Hati-hati, pelaku grooming akan menggunakan kepercayaan keluarga demi melakukan pelecehan seksual pada anakGrooming adalah modus pelecehan seksual pada anak dengan iming-iming PDKT alias pendekatan.
Pelecehan seksual dapat terjadi pada siapa saja, termasuk anak-anak. Kejahatan ini dapat berdampak buruk pada psikologis, emosional, dan kesehatan fisik korbannya. Salah satu bentuk pelecehan seksual yang kerap terjadi pada anak adalah grooming.Simak pengertian grooming beserta tanda-tandanya secara mendalam di bawah ini supaya Anda bisa menjaga anak dari praktik keji tersebut.

Apa itu grooming?

Saat ada orang asing yang tiba-tiba dekat dengan anak atau anggota keluarga si anak, Anda patut waspada sebagai orangtua. Bisa jadi itu adalah modus groomingGrooming adalah modus pelecehan seksual terhadap anak yang dilakukan dengan iming-iming "PDKT" alias pendekatan.Saat melancarkan tindakan tak terpujinya, pelaku grooming akan mencoba membangun hubungan dan kepercayaan dengan anak atau keluarga dari sang anak selama berhari-hari, berminggu-minggu, atau bertahun-tahun lamanya. Sampai pada akhirnya, pelaku akan mencari kesempatan untuk melakukan pelecehan seksual terhadap anak.Siapa pun dapat menjadi pelaku grooming, baik itu pria, wanita, sahabat, hingga orang asing. Bahkan, pelaku grooming juga bisa datang dari dalam keluarga atau guru di sekolah.

Bagaimana cara pelaku melakukan praktik grooming?

Grooming adalah modus pelecehan seksual pada anak
Pelaku grooming bisa datang dari mana saja, termasuk keluarga sendiri
Pelaku pelecehan seksual terhadap anak dapat melakukan child grooming secara langsung atau daring (online).Jika terjadi secara langsung, pelaku child grooming biasanya akan mencari cara untuk mengenal lebih dekat korbannya. Selain itu, pelaku grooming juga bisa mengajak korbannya yang masih belia untuk pergi keluar rumah bersama.Demi mendapatkan hati sang korban, pelaku akan membelikannya hadiah dan hal-hal yang disukainya. Tidak hanya itu, pelaku juga dapat membawa makanan ke rumahnya untuk mendapatkan hati keluarga si anak dan memuji-muji anak di depan orangtuanya.Jika grooming terjadi di dunia maya, pelaku akan berpura-pura menjadi anak kecil atau bahkan orang terkenal, kemudian berusaha untuk PDKT dengan korban melalui aplikasi pesan singkat atau media sosial.

Tanda-tanda grooming yang patut diwaspadai orangtua

Sebagian besar tanda-tanda pelecehan seksual grooming akan terlihat normal layaknya hubungan antara orang dewasa dan anak-anak. Inilah mengapa grooming sering kali tak terdeteksi.Meski demikian, terdapat beberapa tanda yang bisa orangtua waspadai.

Tanda-tanda grooming pada masa kanak-kanak

Grooming adalah modus pelecehan seksual pada anak
Kenali tanda-tanda grooming pada anak
Anak-anak dalam kategori usia ini sering menjadi korban dari praktik grooming. Berikut adalah tanda-tanda praktik grooming yang harus diwaspadai:
  • Sering mendapatkan mainan atau baju baru, tapi tidak jelas siapa yang memberikannya
  • Si anak tidak mau menceritakan siapa yang memberikan hadiahnya
  • Mendapatkan banyak pesan dari orang asing yang mereka temui di dunia maya
  • Sering berbicara tentang orang dewasa
  • Ingin menghabiskan waktu bersama orang dewasa
  • Ingin pergi sendirian saat akan bertemu dengan orang dewasa
  • Tidak mau bercerita mengenai apa yang dilakukannya
  • Sering menyendiri di kamar.

Tanda-tanda grooming pada anak remaja

Tidak hanya anak-anak, remaja juga bisa menjadi korban grooming. Berikut tanda-tandanya:
  • Berpacaran dengan pria atau wanita yang lebih dewasa
  • Sering mendapatkan hadiah berupa baju, perhiasaan, hingga gawai
  • Tidak mau bercerita dari mana datangnya hadiah-hadiah yang diterimanya
  • Kerap berbohong mengenai apa yang telah ia lakukan
  • Sering bolos sekolah atau tidak menghadiri aktivitas lainnya
  • Tidak mau menghabiskan waktu bersama teman
  • Mendapatkan banyak pesan dari orang asing di media sosial
  • Tidak ingin diganggu saat dirinya sedang bersama pacar yang lebih dewasa
  • Tidak mau berbicara tentang perasaan.

Tanda-tanda grooming pada orangtua

Pelaku grooming akan mengincar orangtua guna mendapatkan hati anaknya. Berikut tanda-tanda pelaku grooming sedang PDKT dengan orangtua korbannya:
  • Sering kedatangan orang asing yang meminta izin untuk membawa anak jalan keluar
  • Ada orang asing yang menawarkan diri menjadi guru dari anak
  • Mendapatkan hadiah dari orang asing
  • Sering kedatangan orang asing yang menawarkan diri untuk membantu memperbaiki rumah atau berkebun
  • Ada orang asing yang sering memuji keluarga dan orangtua korban
  • Kemunculan orang asing yang menggoda dan mencoba memulai hubungan romantis dengan orangtua.

Cara menjaga anak dari praktik grooming

Terkadang, orangtua harus memercayai instingnya untuk mendeteksi adanya pelecehan seksual seperti grooming pada anak.Berbagai cara di bawah ini juga bisa menjaga anak Anda dari praktik grooming:
  • Mengenali tanda-tanda grooming pada anak
  • Jangan sampai ada orang asing yang suka berduaan dengan anak
  • Tolak jika ada orang asing yang ingin menawarkan batuan kepada keluarga Anda
  • Cari tahu hubungan antara anak dan orang asing melalui teman-teman atau orangtua lainnya
  • Cari tahu perasaan anak terhadap orang asing yang berusaha mendekatinya.
Grooming adalah salah satu modus pelecehan seksual yang berbahaya terhadap kesehatan fisik dan mental anak. Maka dari itu, sudah sepatutnya orangtua melakukan upaya-upaya pencegahan agar anak tidak menjadi korbannya.Jika Anda khawatir mengenai kesehatan anak, jangan ragu untuk bertanya dengan dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ secara gratis. Unduh di App Store atau Google Play sekarang juga!
tips parentingparenting stresspelecehan sexualkekerasan
RAINN. https://www.rainn.org/effects-sexual-violence
Diakses pada 3 Maret 2021
Raising Children. https://raisingchildren.net.au/school-age/safety/online-safety/grooming-signs
Diakses pada 3 Maret 2021
 
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait