Granuloma Umbilikalis, Kerap Muncul Setelah Bayi Puput Pusar

Granuloma umbilikalis menyebabkan tumbuhnya jaringan parut pada pusar bayi
Granuloma umbilikalis biasanya terjadi jika tali pusar bayi tidak kunjung lepas lebih dari 2 minggu setelah bayi lahir

Salah satu masalah pada tali pusar bayi baru lahir yang paling umum terjadi adalah granuloma umbilikalis. Ciri-ciri granuloma umbilikalis adalah tumbuhnya daging kecil di pusar bayi. Biasanya, granuloma umbilikalis muncul setelah tali pusar lepas.

Saat masih di dalam kandungan, tali pusar menghubungkan bayi dengan plasenta. Isinya adalah pembuluh darah arteri dan vena yang bisa menyalurkan nutrisi, oksigen, hingga zat sisa sekalipun antara bayi dan ibunya.

Setelah bayi lahir, tali pusar akan dipotong sehingga bayi tak lagi terhubung dengan plasenta. Hanya tersisa tali pusar pendek yang akan lepas dengan sendirinya dalam waktu 4-14 hari usia bayi.

Gejala tumbuhnya granuloma umbilikalis

Ketika tali pusar pendek belum lepas sepenuhnya dari perut bayi, biasanya dokter akan meminta orangtua memastikan agar bagian itu tidak terkena air.

Tujuannya untuk menghindari area menjadi lembap dan rentan infeksi. Jika ternyata tidak sengaja terkena air, segera keringkan dengan handuk.

Bayi yang mengalami granuloma umbilikalis akan menunjukkan beberapa gejala seperti:

  • Kulit mengelupas
  • Keluar cairan yang lengket
  • Muncul iritasi di kulit seputar tali pusar

Apabila terinfeksi, maka gejala ringan di atas akan menjadi lebih kompleks seperti:

  • Demam
  • Rasa nyeri saat area pusar tersentuh
  • Pendarahan di sekitar granuloma
  • Pembengkakan dan tampak kemerahan
  • Muncul ruam di sekitar pusar
  • Keluar nanah dari granuloma

Jika orangtua atau pengasuh mengidentifikasi terjadinya hal di atas, segera konsultasikan kepada dokter agar bisa segera diatasi.

Apa penyebab granuloma umbilikalis?

Mengingat granuloma umbilikalis merupakan salah satu masalah yang umum terjadi pada bayi baru lahir, penting untuk tahu apa penyebabnya. Sejatinya, munculnya granuloma umbilikalis tidak bergantung pada bagaimana orangtua atau pengasuh merawat sang bayi.

Biasanya, granuloma umbilikalis akan muncul apabila tali pusar tidak kunjung lepas bahkan setelah 2 minggu sejak bayi lahir. Hingga kini, belum bisa dipastikan apa penyebab munculnya granuloma umbilikalis.

Idealnya, ketika tali pusar terlepas maka bagian itu akan mengering dengan sendirinya. Namun terkadang yang muncul justru granuloma umbilikalis, jaringan parut yang muncul di tempat tali pusar.

Bagaimana mengatasi granuloma umbilikalis?

Apabial granuloma umbilikalis dibiarkan, bukan tidak mungkin menyebabkan infeksi dan komplikasi pada bayi. Apalagi, bayi baru lahir masih berusaha membangun kekebalan tubuhnya sendiri.

Beberapa cara mengatasi granuloma umbilikalis yang kerap direkomendasikan oleh dokter adalah:

  • Silver nitrate: Biasanya, granuloma umbilikalis diobati dengan memberikan zat kimia silver nitrate. Zat ini akan membakar jaringan umbilikal tanpa menimbulkan rasa nyeri karena tidak ada saraf di bagian tersebut.
  • Nitrogen cair: Menuangkan nitrogen cair ke granuloma umbilikalis untuk membekukan dan menghilangkannya.
  • Prosedur jahit: Menjahit putus bagian yang tumbuh dari pusar dan akan mengering dan hilang dengan sendirinya setelah beberapa waktu.
  • Garam: Memberikan sedikit garam dan membalut area pusar selama 10-30 menit. Setelah itu, dibersihkan dengan air hangat. Cara ini bisa dilakukan 2 kali sehari selama 3 hari hingga granuloma mengering.
  • Operasi: Cara ini hanya dilakukan apabila infeksi mulai menyebar.

Kabar baiknya, cara-cara di atas dapat mengatasi granuloma umbilikalis secara permanen. Prosedurnya pun tidak menyakitkan bagi bayi baru lahir. Meski demikian, bayi perlu melakukan kontrol untuk memastikan granuloma benar-benar sembuh dengan tuntas.

Merawat bayi dengan granuloma umbilikalis

Merawat bayi baru lahir tentu perlu perhatian ekstra, terlebih bayi dengan granuloma umbilikalis. Beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh orangtua atau pengasuhnya adalah:

  • Mengganti popok secara berkala untuk memastikan area sekitar pusar tetap kering dan tidak lembab. Cara ini dapat mempercepat penyembuhan dan mencegah terjadinya infeksi.
  • Memastikan popok tidak menutupi area pusar dengan menggulungnya sedikit
  • Memastikan area granuloma kering dan tidak terkena air. Granuloma yang kering akan sembuh lebih cepat.

Selama granuloma umbilikalis tidak menjadi infeksi dan segera diatasi setelah muncul gejala-gejala ringan, maka proses penyembuhannya tentu lebih cepat. Meski demikian, jangan sepelekan kemungkinan terjadinya infeksi atau granuloma yang tidak kunjung sembuh dalam jangka panjang.

Drugs. https://www.drugs.com/cg/umbilical-granuloma.html
Diakses 8 November 2019

Healthline. https://www.medicalnewstoday.com/articles/321741.php#home-care
Diakses 8 November 2019

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/321741.php#home-care
Diakses 8 November 2019

NHS. https://www.ruh.nhs.uk/patients/patients_leaflets/paediatrics/Umbilical_Granuloma_patient_info.pdf
Diakses 8 November 2019

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Banner Telemed