Goo Hara Meninggal Dunia, Setelah Sebelumnya Pernah Coba Bunuh Diri

Goo hara ditemukan meninggal dunia, namun polisi masih belum menyebutkan penyebabnya
Goo hara ditemukan meninggal dunia hari Minggu (24/11) di kediamannya (sumber foto: instagram @Koharaa__)

Belum lama para penggemar k-pop dikejutkan dengan berita meninggalnya Sulli, kini, sahabat Sulli, Goo Hara, juga ditemukan meninggal dunia di rumahnya, hari Minggu (25/11) kemarin. Hingga saat ini, polisi masih menyelidiki penyebab pasti meninggalnya wanita berusia 28 tahun tersebut.

Meninggalnya Goo Hara menimbulkan banyak spekulasi. Sebab, beberapa bulan sebelumnya, mantan anggota girl band group KARA ini pernah diduga mencoba melakukan percobaan bunuh diri. Goo Hara juga pernah terlilit masalah kekerasan dalam hubungan atau abusive relationship dengan mantan kekasihnya.

Goo Hara, dirundung di jagat maya hingga diserang di dunia nyata

Di balik gemerlapnya dunia hiburan Korea Selatan, menumpuk kisah-kisah pilu para punggawanya. Bukan pertama kali, para artis muda berbakat Korea Selatan harus berpulang di usia yang begitu muda.

Hari Minggu (25/11) kemarin, Goo Hara ditemukan meninggal dunia di rumahnya di kota Seoul. Hingga saat ini, belum diketahui penyebab kematian penyanyi yang juga aktif di Jepang ini.

Beberapa bulan sebelumnya, tepatnya pada bulan Mei 2019, Goo Hara ditemukan tidak sadarkan diri di rumahnya. Diduga, saat itu, ia melakukan percobaan bunuh diri. Beruntung, ia ditemukan oleh managernya sebelum kondisi semakin parah.

Kisah hidup Goo Hara beberapa tahun terakhir ini memang bisa dibilang pilu. Sebelum dugaan percobaan bunuh dirinya, Hara, panggilan akrabnya, juga harus berurusan dengan pihak berwajib akibat perseteruannya dengan sang kekasih kala itu.

Hara mengalami kekerasan, hingga lebam di sekujur tubuh dan harus di rawat di rumah sakit. Pria yang kini sudah menjadi mantan kekasihnya itu juga diduga mengancam Hara untuk menyebarkan video saat mereka berhubungan seksual.

Jauh sebelum kasus kekerasan yang diterimanya, Goo Hara juga kerap menjadi sosok yang dirundung oleh masyarakat dunia maya. Banyak komentar-komentar kejam di sosial media harus diterimanya.

Melihat dari kisah hidup Goo Hara, kekerasan dalam hubungan atau abusive relationship benar-benar bisa merusak kehidupan korbannya. Sayangnya, masih banyak perempuan yang tidak menyadari bahwa dirinya sedang berada dalam abusive relationship.

Sadari sejak dini, ini ciri-ciri abusive relationship

Kekerasan dalam hubungan tidak melulu hanya soal fisik. Kekerasan secara mental, juga nyata adanya dan sama-sama harus dihentikan karena dapat menimbulkan konsekuensi yang serius.

Sayangnya, berbeda dengan kekerasan secara fisik, emotional abuse atau kekerasan emosional seringkali tidak dikenali. Langkah paling awal untuk menghentikan hubungan yang penuh dengan kekerasan adalah dengan mengenali ciri-cirinya, seperti berikut ini.

  • Pasangan seringkali mencelakai Anda secara fisik, seperti menampar, mendorong, memukul, atau menendang.
  • Terlalu mengontrol semua sisi kehidupan Anda, mulai dari cara berpakaian, teman yang boleh dikunjungi, hingga kata-kata apa yang boleh dan tidak boleh diucapkan.
  • Seringkali membuat Anda malu sehingga Anda merasa tidak berharga (sebagai contoh, pasangan merendahkan Anda, namun mengatakan bahwa ia mencintai Anda).
  • Mengancam ia akan mencelakai Anda atau dirinya sendiri jika Anda berusaha mengakhiri hubungan.
  • Memutarbalikkan fakta sehingga Anda terlihat menjadi pihak yang bersalah dalam suatu konflik yang disebabkan oleh dirinya sendiri.
  • Memaksa Anda memberitahukan kepadanya posisi Anda setiap saat dan setiap waktu.
  • Cemburu berlebihan dan marah apabila Anda menghabiskan waktu bersama dengan teman-teman Anda.

Hati-hati juga apabila pasangan sudah mulai meminta hal-hal yang tidak masuk akal dan permintaannya diawali dengan kata-kata “kalau kamu sayang, kamu pasti mau lakukan hal ini untuk aku”. Kata-kata tersebut menjadi tanda bahwa pasangan sedang berusaha memanipulasi Anda.

Hal yang terpenting dari menyadari apabila Anda berada di hubungan yang penuh dengan kekerasan fisik maupun mental adalah, percaya perasaan Anda. Jika Anda merasa ada sesuatu yang tidak beres dengan interaksi Anda dan pasangan, maka hal tersebut kemungkinan besar memang terjadi.

Apa yang harus dilakukan jika merasa mengalami abusive relationship?

Apabila pasangan Anda melakukan berbagai bentuk kekerasan pada Anda, ingatlah hal-hal di bawah ini.

  • Perilaku buruk yang ditunjukkan oleh pasangan, bukan karena salah Anda
  • Siklus kekerasan yang terjadi pada Anda, bukanlah salah Anda
  • Anda berhak diperlakukan dengan baik
  • Anda berhak memiliki hidup yang aman dan bahagia
  • Anak-anak Anda juga berhak memiliki hidup yang aman dan bahagia
  • Anda tidak sendiri. Pasti ada orang sekitar yang peduli dan akan membantu Anda

Ingat, jangan terlalu banyak berharap pasangan Anda akan mengubah perilaku buruknya. Sebab, orang yang berperilaku penuh dengan kekerasan, memiliki gangguan emosional dan psikologis yang mendalam. Sehingga, perubahan akan sangat sulit terjadi, meski bisa.

Berhati-hatilah dengan janji-jani pasangan yang mengatakan bahwa ia tidak akan mengulangi kesalahannya lagi. Janji-janji tersebut, ditambah dengan ketakutan akan kemungkinan yang dapat terjadi apabila Anda pergi meninggalkan pasangan, membuat banyak orang tetap berada di hubungan yang abusive.

Tapi Anda harus ingat, bahwa jangan sampai Anda bertahan di situasi yang berbahaya dan tidak sehat terus menerus. Anda berhak untuk bahagia.

Jika memungkinkan, susun rencana untuk segera pergi meninggalkan pasangan yang kasar secara fisik maupun emosional. Amati tanda-tanda ia terlihat akan mulai marah, dan cari tempat perlindungan yang aman.

Buat kode dengan anak, tetangga, atau kerabat sekitar Anda yang menandakan bahwa Anda sedang dalam bahaya dan mereka perlu menghubungi pihak yang berwajib. Buat dan hafalkan kontak darurat yang bisa Anda hubungi dan sudah mempersiapkan barang bawaan apabila sewaktu-waktu Anda perlu pergi sesegera mungkin dari rumah.

Baik Goo Hara maupun perempuan-perempuan lain yang pernah dan sedang berada dalam abusive relationship, adalah korban yang perlu perhatian lebih. Jangan sampai, kita menutup mata akan fakta-fakta menyedihkan yang terjadi di sekitar kita.

Kids Health. https://kidshealth.org/en/teens/abuse.html
Diakses pada 25 November 2019

Help Guide. https://www.helpguide.org/articles/abuse/getting-out-of-an-abusive-relationship.htm
Diakses pada 25 November 2019

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Banner Telemed