Tak Disangka, Hal Ini Dapat Menyebabkan Gondongan pada Anak!

Dengan cukup beristirahat, anak akan pulih dari gondongan yang dialaminya
Pastikan anak beristirahat dengan cukup, agar cepat pulih dari gondongan yang dialaminya

Anda tentu sudah tidak asing lagi dengan penyakit gondongan, yang juga dikenal sebagai gondok. Gondongan pada anak biasanya terjadi pada usia kanan-kanak hingga remaja, yaitu 5-14 tahun.

Saat mengalami gondongan, kelenjar liur anak membengkak. Kondisi ini pun menyebabkan nyeri. Sebenarnya, apa penyebab gondongan pada anak?

[[artikel-terkait]]

Virus ini sebabkan gondongan pada anak

Gondongan disebabkan oleh virus yang disebut paramyxovirus. Virus ini dapat menginfeksi kelenjar air liur, yang berada di dekat telinga dan rahang atau disebut kelenjar parotis. Gondongan sangatlah menular.

Gondongan dapat menyebar melalui kontak dengan percikan bersin maupun batuk orang yang terinfeksi.

Virus ini juga dapat hidup di permukaan benda, seperti gagang pintu atau peralatan makan yang sudah disentuh oleh orang yang terinfeksi. Sehingga tanpa Anda sadari, ketika anak menyentuh atau menggunakan benda tersebut, lalu menggosok hidung atau mulutnya, maka virus akan menyebar dan menyebabkannya terkena gondongan.

Anak lebih berisiko terkena gondongan, jika belum menerima vaksin gondong, atau berada di sekitar orang yang terkena gondongan.

Cermati gejala gondongan pada anak berikut ini

Gejala gondongan biasanya muncul dalam 2-3 minggu setelah anak Anda melakukan kontak dengan virus. Gejala gondongan pada anak yang paling umum terjadi yaitu:

  • Pembengkakan kelenjar ludah yang terletak di dekat rahang, yang terasa nyeri
  • Sulit berbicara dan mengunyah
  • Kehilangan selera makan
  • Sakit telinga
  • Demam
  • Sakit kepala
  • Kelelahan
  • Nyeri otot

Pada sebagian anak, gondongan tidak menimbulkan gejala atau gejalanya ringan. Akan tetapi, jika terdapat gejala, lebih baik bawa anak Anda ke dokter, untuk mendapat diagnosis yang tepat.

Perawatan gondongan pada anak

Perawatan gondongan pada anak tergantung pada gejala, usia, dan kondisi kesehatannya. Antibiotik tidak digunakan untuk mengobati penyakit gondongan. Perawatan gondongan pada anak berikut ini, bisa Anda lakukan untuk membantu meringankan gejalanya.

1. Memastikan anak beristirahat yang cukup

Anak harus beristirahat dengan cukup, agar keadaannya cepat pulih. Biarkan anak Anda berbaring di tempat tidurnya, dan tidak melakukan aktivitas apapun terlebih dahulu, seperti halnya bersekolah atau bermain.

2. Memberikan banyak cairan

Ketika terkena gondongan, anak bisa mengalami dehidrasi. Oleh sebab itu, berilah anak banyak cairan untuk diminum, agar terhindar dari dehidrasi, yang dapat memperburuk keadaannya. Hindari memberikan minuman atau jus yang asam, karena dapat membuat nyeri semakin parah. 

3. Memberikan acetaminophen atau ibuprofen

Pemberian acetaminophen atau ibuprofen pada anak, bertujuan untuk meringankan demam dan rasa sakitnya. Akan tetapi, jangan memberi ibuprofen pada anak berusia di bawah 6 bulan.

Sebelum memberikan obat-obatan, sebaiknya berkonsultasilah dengan dokter mengenai manfaat, efek samping, dan risiko dari obat-obatan tersebut.

Selain itu, jika penyakit gondongan tak juga membaik, sebaiknya bawa anak Anda segera ke dokter, untuk mendapat pemeriksaan lebih lanjut.

Pastikan anak menerima vaksin gondongan

Untuk mencegah gondongan menyerang anak, sebaiknya Anda memberi vaksin gondongan pada anak. Vaksin gondongan biasanya diberikan dalam kombinasi dengan vaksin campak dan rubella (MMR).

Sebagian besar anak yang menerima suntikan vaksin tersebut, akan terlindung dari gondongan. Vaksin campak, gondongan, dan rubella diberikan dalam dua dosis untuk bayi serta anak-anak. Dosis pertama diberikan pada usia 12-15 bulan, dan dosis kedua antara usia 4 hingga 6 tahun.

Selain itu, jangan biarkan anak Anda melakukan kontak dengan orang yang terinfeksi gondongan. Sebisa mungkin, jauhkan anak dari orang yang terinfeksi tersebut. Jangan lupa, biasakan anak untuk rajin mencuci tangan.

University of Rochester Medical Center. https://www.urmc.rochester.edu/encyclopedia/content.aspx?contenttypeid=90&contentid=P02531
Diakses pada 21 Mei 2019

Kiss Health. https://kidshealth.org/en/parents/mumps.html
Diakses pada 21 Mei 2019

Boston Children's Hospital. http://www.childrenshospital.org/conditions-and-treatments/conditions/m/mumps/symptoms-and-causes
Diakses pada 21 Mei 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed