Gondok Hingga Penyakit Graves, Gangguan Kelenjar Tiroid yang Umum Terjadi

(0)
11 Sep 2020|Azelia Trifiana
Kelenjar tiroid berperan pentin untuk mengatur metabolisme tubuhKelenjar tiroid berperan memproduksi hormon yang mengatur metabolisme tubuh
Kelenjar tiroid adalah kelenjar kecil berbentuk seperti kupu-kupu yang terletak di dasar leher. Sebagai bagian dari sistem endokrin, kelenjar tiroid berperan dalam memproduksi hormon yang mengendalikan metabolisme tubuh seseorang. Ketika tiroid memproduksi hormon dengan tidak seimbang, bisa terjadi gangguan seperti gondok, penyakit Graves, hingga Hashimoto.Penanganan gangguan kelenjar tiroid ini harus disesuaikan dengan kondisinya. Faktor lain seperti usia dan kondisi medis juga turut menentukan langkah penanganan yang diberikan.

Ketika kelenjar tiroid tak seimbang

kelenjar tiroid
Kelenjar tiroid
Secara garis besar, gangguan kelenjar tiroid bisa dibedakan menjadi hipertiroidisme dan hipotiroidisme. Ketika seseorang mengalami hipertiroidisme, artinya kelenjar tiroid terlalu aktif memproduksi hormon. Hipertiroidisme lebih banyak ditemukan pada perempuan.Gejala hipertiroidisme di antaranya:
  • Sulit beristirahat
  • Detak jantung cepat
  • Keringat berlebih
  • Cemas berlebih
  • Sulit tidur berkualitas
  • Kuku dan rambut keropos
  • Otot lemah
  • Berat badan turun drastis
Sementara pada kondisi hipotiroidisme, yang terjadi adalah sebaliknya. Kelenjar tiroid tak aktif sehingga produksi hormonnya pun tidak maksimal.Gejala hipotiroidisme di antaranya:
  • Kulit kering
  • Menggigil tanpa demam
  • Gangguan daya ingat
  • Konstipasi
  • Depresi
  • Berat badan bertambah
  • Detak jantung lambat
  • Tubuh lemah
  • Koma
Untuk menentukan apakah seseorang mengalami hipotiroidisme atau hipertiroidisme, perlu dilakukan pemeriksaan darah lengkap. Penting untuk memastikan pengobatan medis yang diberikan benar-benar tepat dosisnya agar tidak menyebabkan kondisi sebaliknya.

Jenis gangguan kelenjar tiroid

Jika secara garis besar ketidakseimbangan kelenjar tiroid menyebabkan hipertiroidisme dan hipotiroidisme, beberapa jenis gangguan yang bisa memicu atau menjadi akibat dari kondisi ini adalah:

1. Hashimoto’s disease

Hashimoto’s disease adalah penyebab utama terjadinya hipotiroidisme dan bisa terjadi pada orang berusia berapapun. Utamanya, Hashimoto’s disease diderita perempuan paruh baya.Penyakit ini terjadi ketika sistem imun tubuh justru menyerang kelenjar tiroid. Akibatnya, kemampuan kelenjar tiroid memproduksi hormon menjadi berkurang alias hipotiroidisme.Gejala-gejala Hashimoto’s disease di antaranya:
  • Mudah lelah
  • Depresi
  • Konstipasi
  • Penambahan berat badan
  • Kulit kering
  • Rambut menipis
  • Wajah membengkak
  • Haid tidak teratur
  • Tidak tahan dingin
Penanganan untuk Hashimoto’s disease akan dilakukan dengan pemeriksaan darah untuk melihat apakah ada antibodi abnormal yang menyerang kelenjar tiroid. Umumnya, dokter merekomendasikan obat untuk terapi hormon hingga operasi untuk meredakan gejalanya.

2. Penyakit Graves

Lebih dari 150 tahun silam, penyakit Graves disebut sebagai salah satu penyebab hipertiroidisme yang paling umum. Pada penderitanya, sistem imun tubuh justru menyerang kelenjar tiroid sehingga produksi hormon cenderung berlebihan.Penyakit Graves adalah penyakit turunan dan bisa terjadi pada usia berapapun. Umumnya, penderita penyakit Graves adalah perempuan berusia 20-30 tahun. Faktor risiko lain yang dapat meningkatkan kemungkinan mengalami penyakit Graves adalah stres, kebiasaan merokok, atau kehamilan.Gejala seseorang mengalami penyakit Graves di antaranya:
  • Cemas berlebih
  • Tangan gemetar
  • Detak jantung tidak stabil
  • Keringat berlebih
  • Sulit tidur
  • Diare
  • Siklus haid berantakan
  • Gangguan penglihatan
Cara mengatasi penyakit Graves ditujukan untuk meredakan gejala-gejalanya. Contohnya dengan konsumsi beta-blockers untuk mengendalikan detak jantung, konsumsi obat antitiroid, prosedur yodium radioaktif untuk menghancurkan tiroid, hingga operasi.

3. Penyakit gondok

Penyebab utama seseorang menderita penyakit gondok atau goiter adalah kekurangan asupan yodium. Menurut penelitian, setidaknya 200-800 juta orang di seluruh dunia mengalami defisiensi yodium. Selain itu, penyakit gondok juga bisa terjadi atau merupakan gejala hipertiroidisme.Orang dengan usia berapapun bisa menderita penyakit gondok, utamanya perempuan di atas 40 tahun. Faktor lain yang turut berpengaruh adalah paparan radiasi, kehamilan, konsumsi obat tertentu, hingga riwayat medis keluarga.Gejala utama penyakit gondok adalah pembengkakan di leher, kesulitan bernapas, kesulitan menelan, batuk, hingga suara serak. Dokter akan mendiagnosis dengan memeriksa area leher sekaligus cek darah. Pemindaian atau ultrasound area tiroid juga bisa memastikan apakah ada pembengkakan.Jika sudah parah, bisa dilakukan prosedur yodium radioaktif untuk memperkecil ukuran kelenjar tiroid. Penyakit gondok biasanya tidak terlalu berbahaya, namun jika dibiarkan dapat menyebabkan komplikasi pada organ tubuh lain gangguan pernapasan dan menelan.

4. Benjolan tiroid

Benjolan tiroid atau thyroid nodules terjadi ketika ada benjolan di kelenjar tiroid. Umumnya, benjolan ini dimiliki orang yang tidak mendapatkan cukup yodium. Sekitar 50% penderitanya memiliki benjolan namun terlalu kecil untuk dirasakan. Benjolan ini bisa terasa padat maupun lembek.Sebagian besar benjolan ini bersifat jinak. Tidak ada gejala berarti yang dirasakan, namun jika ukurannya cukup besar dapat mengakibatkan pembengkakan di area leher hingga kesulitan bernapas dan menelan. Beberapa kondisi menyebabkan produksi hormon tiroid di aliran darah terlalu tinggi sehingga muncul gejala serupa dengan hipertiroidisme.Jika jinak, tidak perlu ada penanganan khusus untuk benjolan tiroid. Namun jika benjolan semakin besar, maka dokter bisa melakukan biopsi atau pemberian yodium radioaktif.

Catatan dari SehatQ

Disfungsi kelenjar tiroid bisa dicegah dengan memastikan asupan yodium tercukupi. Namun jika berkaitan dengan masalah autoimun, pastikan pengobatan medis benar-benar tepat dosisnya. Komplikasi terkait gangguan kelenjar tiroid pun bisa dicegah dengan segera memeriksakan diri untuk mendapat diagnosis pasti dan penanganan yang optimal.
penyakitkelenjar tiroidhipertiroidisme
Healthline. https://www.healthline.com/health/common-thyroid-disorders
Diakses pada 28 Agustus 2020
Women’s Health. https://www.womenshealth.gov/a-z-topics/graves-disease
Diakses pada 28 Agustus 2020
WebMD. https://www.webmd.com/women/guide/understanding-thyroid-problems-basics
Diakses pada 28 Agustus 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait