Glikosuria Adalah Penyakit Yang Rentan Dialami Penderita Diabetes, Apakah Itu?

penyakit glikosuria rawan diderita oleh penderita diabetes
Glikosuria rentan diidap oleh penderita diabetes

Pada kondisi normal, ginjal akan menyerap gula darah kembali dari cairan apa pun yang melintasi organ tersebut ke dalam pembuluh darah. Walaupun demikian, gula secara normal dapat lolos ke urine dalam batas tertentu.

Akan tetapi, ketika organ ginjal tidak dapat menyerap cukup banyak gula darah dari urine sebelum dikeluarkan dari tubuh, maka ini akan menyebabkan kondisi yang dinamakan glikosuria.

Glikosuria adalah suatu kondisi di mana urine Anda mengandung lebih banyak gula dari jumlah yang seharusnya. Lantas, apa penyebab urine mengandung glukosa dan bagaimana mengatasinya?

Glikosuria adalah kondisi urin yang mengandung gula

Glikosuria adalah kondisi urin yang mengandung lebih banyak gula atau glukosa dari jumlah normal.

Glikosuria umum terjadi akibat kadar gula darah tinggi atau hiperglikemia. Meski demikian, penyebab urine mengandung glukosa bisa saja terjadi ketika seseorang memiliki kadar gula darah normal atau rendah.

Jika kadar gula darah Anda normal atau rendah tetapi mengalami glikosuria, mungkin ini menandakan bahwa adanya masalah pada fungsi ginjal Anda. Kondisi langka ini dinamakan renal glikosuria.

Penyebab urine mengandung glukosa yang perlu diwaspadai

Beberapa penderita kondisi kesehatan tertentu dapat menyebabkan munculnya glikosuria. Kondisi tersebut di antaranya:

1. Diabetes tipe 2

Diabetes tipe 2 merupakan salah satu penyebab urine mengandung glukosa dapat terjadi. Pada penderita diabetes tipe 2, pankreas tidak dapat memproduksi insulin yang cukup. Insulin berfungsi untuk memasukkan glukosa dari darah ke jaringan tubuh.

Akibat insulin tidak berfungsi dengan baik maka gula darah meningkat, ginjal tidak dapat menyerap kembali gula tersebut ke dalam aliran darah sehingga sebagian akan dikeluarkan melalui urin.

2. Diabetes gestasional

Glikosuria juga dapat terjadi pada penderita diabetes gestasional selama kehamilan.

Diabetes gestasional adalah kondisi di mana tingginya kadar gula darah yang terjadi pada wanita hamil akibat hormon dari plasenta bayi menghambat insulin dalam mengontrol gula darah. Akibatnya, gula darah seseorang menjadi tinggi.

3. Renal glikosuria

Renal glikosuria adalah kondisi glikosuria yang jarang terjadi. Hal tersebut dapat disebabkan oleh mutasi gen tertentu sehingga menyebabkan tubulus ginjal atau bagian penyaring urine tidak dapat menyerap gula darah dengan baik.

4. Diet tinggi gula

Kadar gula tinggi dalam darah adalah mengakibatkan seseorang mengalami glikosuria. Kadar gula darah tinggi menjadi salah satu penyebab urine mengandung glukosa.

5. Sirosis hati

Penyebab glikosuria lainnya adalah sirosis hati, yaitu timbulnya parut pada organ hati. Sirosis hati dapat memengaruhi metabolisme karbohidrat sehingga menyebabkan kadar glukosa yang tinggi dalam darah. Kadar gula darah yang tinggi akan membuat glukosa keluar melalui urine.

Tanda-tanda atau gejala glikosuria

Sebenarnya, tanda-tanda atau gejala glikosuria tidak terlihat secara kasat mata. Faktanya, banyak orang yang sudah terkena glikosuria selama bertahun-tahun dan menganggap tidak mengalami tanda atau gejala tertentu.

Kendati demikian, jika dibiarkan maka dapat menyebabkan:

  • Merasa sangat haus atau mengalami dehidrasi.
  • Merasa sangat lapar.
  • Buang air kecil lebih sering.
  • Buang air kecil secara tidak sengaja (ngompol).

Jika glikosuria merupakan tanda dari diabetes tipe 2, Anda mungkin akan mengalami:

  • Merasa lemas.
  • Penglihatan terganggu.
  • Penurunan berat badan secara drastis.
  • Luka yang tidak kunjung sembuh.
  • Kulit berwarna gelap di area lipatan leher, ketiak, dan lainnya.

Untuk mendiagnosis glikosuria, dokter mungkin akan meminta Anda untuk melakukan tes urin. Jika hasil tes menunjukkan jumlah gula dalam urin Anda lebih tinggi dari 15 mg/dL dalam satu hari maka Anda mungkin menderita glikosuria.

Pola hidup yang harus dilakukan bagi penderita glikosuria

Apabila glikosuria disebabkan oleh diabetes, maka ada beberapa cara yang dapat dilakukan agar tubuh tetap dalam kondisi yang sehat, yaitu:

  • Rutin melakukan pengecekan kadar gula darah.
  • Melakukan aktivitas fisik secara rutin, minimal selama 30 menit.
  • Mengurangi asupan gula dan lemak. Cara ini dapat membantu mencegah kadar gula darah yang tinggi di dalam urin.
  • Memperbanyak konsumsi sayur-sayuran, buah-buahan, dan biji-bijian.
  • Minum obat-obatan yang dapat membantu kerja insulin menjadi lebih efektif. Misalnya, metformin, yang dapat membantu tubuh merespons insulin, dan sulfonylureas, yakni membantu tubuh dalam memproduksi insulin.

Jika Anda atau kerabat Anda mengalami tanda-tanda atau gejala glikosuria yang disebutkan di atas, jangan ragu untuk memeriksakan diri ke dokter. Dokter akan memberikan penanganan yang tepat sesuai dengan penyebab urine mengandung glukosa yang Anda alami.

Healthline. https://www.healthline.com/health/glycosuria
Diakses pada 21 November 2019

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/326197.php
Diakses pada 21 November 2019

Med India. https://www.medindia.net/patients/patientinfo/glycosuria.htm
Diakses pada 21 November 2019

Artikel Terkait