Penyebab Ginjal Rusak Dipicu oleh Kebiasaan Kecil Ini


Ginjal rusak bisa dipicu oleh berbagai kebiasaan tak sehat. Dengan sedikit komitmen, Anda bisa mulai menghindari kebiasaan tak sehat untuk menjaga fungsi ginjal.

(0)
08 Jan 2020|Arif Putra
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Ginjal rusak dapat disebabkan oleh kebiasaan tak sehat, seperti konsumsi gula dan garam yang berlebihanGinjal rusak dapat disebabkan oleh kebiasaan tak sehat
Ginjal merupakan organ yang terletak di kedua sisi tulang belakang. Organ ini berfungsi untuk menyaring dan membuang limbah, seperti racun, garam berlebih, dan urea dalam darah. Tentu tak ada orang yang ingin fungsi ginjalnya terganggu. Namun ternyata, ginjal rusak dapat dipengaruhi oleh berbagai kebiasaan kecil dan sepele. Beberapa di antaranya mungkin memang butuh komitmen untuk menghentikannya karena telah mendarah daging.

Penyebab ginjal rusak dipicu kebiasaan ini

Berikut ini beberapa kebiasaan yang harus Anda kurangi karena dapat menimbulkan kerusakan pada ginjal seiring berjalannya waktu.

1. Mengonsumsi garam yang berlebihan

Natrium dalam garam bisa memicu tekanan darah tinggi. Jika tak dikendalikan, tekanan darah tinggi atau hipertensi tak hanya berbahaya untuk jantung, namun juga membuat ginjal menjadi rusak. Faktanya, tekanan darah tinggi merupakan salah satu penyebab dari gagal ginjal.
garam penyebab ginjal rusak
Konsumsi garam berlebihan dapat memicu kerusakan pada ginjal
Tips: Untuk mengurangi asupan garam, Anda bisa menggantikannya dengan berbagai herbal dan penyedap rasa. Misalnya, daun basil, kemangi, rosemary, dan oregano.

2. Tidak cukup minum air

Menjaga kecukupan cairan tubuh penting untuk membantu ginjal mengeluarkan natrium dan zat beracun dari tubuh. Risiko batu ginjal dan infeksi saluran kemih pun dapat diturunkan jika kebutuhan air bisa terpenuhi.Tips: Kebutuhan cairan setiap orang bisa berbeda karena ditentukan oleh berbagai faktor. Sederhananya, Anda harus minum di saat merasa haus, saat cuaca terik, mengalami diare dan muntah, dan ketika berkeringat.

3. Mengonsumsi obat pereda nyeri dengan berlebihan

Obat pereda nyeri, seperti obat steroid antiperadangan (NSAID), sebenarnya memiliki efek terhadap ginjal. Peringatan ini terutama harus diperhatikan jika Anda memiliki riwayat gangguan pada ginjal.Tips: Selalu sampaikan riwayat medis Anda pada dokter sebelum mendapatkan obat. Hindari pula penggunaan obat di luar dosis yang dianjurkan, baik obat bebas maupun obat resep.

4. Mengonsumsi makanan olahan

Makanan olahan atau berproses menjadi ladangnya natrium dan fosfor. Walau menjadi mineral yang diperlukan tubuh, kadarnya yang berlebih bisa menjadi penyebab ginjal rusak. Beberapa studi pun mengungkapkan, konsumsi fosfor berlebihan berisiko membahayakan ginjal dan tulang.Tips: Anda bisa mencoba untuk mengurangi (dan menghindari) makanan berproses untuk menjaga kesehatan tubuh, termasuk organ ginjal.

5. Mengonsumsi daging berlebihan

Konsumsi protein hewani terlalu banyak dapat menimbulkan kadar asam yang tinggi di aliran darah, serta bisa berujung pada kondisi asidosis. Asidosis terjadi ketika ginjal tidak mampu mengeluarkan asam sebagaimana mestinya. Komplikasi asidosis pun beragam, termasuk batu ginjal dan gagal ginjal.Tips: Protein memang menjadi zat gizi makro yang vital untuk tubuh. Namun, pastikan Anda tidak mengonsumsinya berlebihan, sembari menyeimbangkan dengan sayur dan buah-buahan.

6. Kurang beristirahat

Kurang tidur dapat berbahaya untuk berbagai sistem dan organ tubuh, termasuk ginjal. Pasalnya, fungsi ginjal diatur oleh siklus tidur dan siklus terjaga. Siklus ini membantu mengendalikan alur kerja ginjal selama 24 jam.Tips: Pastikan Anda mencukupi kebutuhan tidur, yakni 7-9 jam untuk orang dewasa. Jika Anda memiliki masalah tidur, berkonsultasi dengan dokter sangat disarankan.

7. Mengonsumsi gula terlalu banyak

Anda mungkin sudah mengetahui, gula dapat memicu kenaikan berat dan kondisi obesitas. Obesitas dapat meningkatkan risiko tekanan darah tinggi dan diabetes, dua masalah medis yang juga menyebabkan penyakit ginjal.Tips: Anda disarankan untuk senantiasa teliti dalam membaca informasi nilai gizi pada makanan. Jajan dan konsumsi makanan dan minuman kekinian juga sudah sepatutnya untuk dikendalikan.

8. Merokok

Rokok memang tidak memberikan manfaat apapun untuk kesehatan, termasuk pada ginjal. Ternyata, orang yang merokok lebih mungkin untuk mengeluarkan urine yang mengandung protein, tanda bahwa ada yang tidak beres pada ginjal.Tips: Apabila saat ini Anda tengah merokok, pertimbangkan untuk mulai menghentikan kebiasaan ini.

9. Mengonsumsi alkohol

Individu yang terlalu berlebihan dalam minum alkohol mengalami peningkatan risiko penyakit ginjal kronis hingga dua kali lipat. Apabila Anda peminum alkohol plus merokok, risiko tersebut dapat meningkat hingga lima kali lipat.Tips: Mengurangi asupan alkohol menjadi cara untuk menjaga kesehatan ginjal. Karena batas minum alkohol dapat berbeda tergantung jenis minumannya, Anda disarankan untuk menemui dokter untuk mengetahui batas yang sesuai dengan tubuh.

10. Kurang bergerak

Duduk sepanjang hari telah dikaitkan dengan risiko masalah pada ginjal. Sebaliknya, aktivitas fisik dapat mengendalikan tekanan darah dan metabolisme glukosa, dua faktor yang juga berhubungan dengan ginjal.
jalan santai untuk cegah ginjal rusak
Alokasikan waktu untuk jalan santai agar fungsi ginjal tetap terjaga
Tips: Apabila Anda merupakan pekerja yang lebih banyak duduk sepanjang waktu, Anda bisa mengalokasikan waktu untuk bergerak dan berdiri selama beberapa menit. Tak lupa, cari waktu untuk berolahraga yang mudah Anda lakukan, seperti jalan santai dan lari.Banyak kebiasaan kecil dan terlihat sepele berpengaruh terhadap kesehatan ginjal, baik secara langsung maupun tak langsung. Kebiasaan di atas bisa Anda minimalisir dengan menerapkan tips untuk hidup yang lebih sehat. Tak hanya menyehatkan ginjal, menjalani gaya hidup sehat juga membantu menjaga kesehatan tubuh dan pikiran secara keseluruhan.

Apa ciri-ciri ginjal bermasalah?

Ketika tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya, maka bisa terjadi kegagalan ginjal. Terdapat dua jenis penyakit ginjal, yakni gagal ginjal akut dan gagal ginjal kronis.Gagal ginjal akut terjadi saat ginjal berhenti berfungsi secara tiba-tiba. Sementara, gagal ginjal kronis terjadi saat fungsi ginjal menurun secara bertahap. Adapun gejala penyakit ginjal yang bisa Anda alami, yaitu:
  • Volume urine menurun
  • Warna urine keruh atau bercampur darah
  • Nyeri pada punggung bagian bawah
  • Nyeri saat buang air kecil
  • Tungkai membengkak
  • Mual dan muntah
  • Hilang nafsu makan
  • Kulit terasa gatal
  • Anemia (kurang sel darah merah)
  • Kelelahan
  • Sesak napas.
Jika Anda merasakan gejala tersebut, segera periksakan diri ke dokter untuk mendapat penanganan yang tepat. Dokter mungkin akan meresepkan obat-obatan atau menyarankan cuci darah. Cuci darah membantu ginjal untuk menyaring limbah dalam darah.
penyakit ginjalgangguan ginjalgagal ginjal
Beat Heartbeat Forever. https://www.bhf.org.uk/informationsupport/heart-matters-magazine/nutrition/herbs-and-spices
Diakses pada 8 Januari 2020
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/290814.php
Diakses pada 8 Januari 2020
National Kidney Foundation. https://www.kidney.org/content/6-tips-be-water-wise-healthy-kidneys
Diakses pada 8 Januari 2020
National Kidney Foundation. https://www.kidney.org/content/10-common-habits-that-may-harm-your-kidneys
Diakses pada 8 Januari 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait