Ginekomastia adalah kondisi membesarnya payudara pada pria yang dapat dipicu oleh obat-obatan tertentu
Pembesaran payudara pria atau ginekomastia adalah kondisi yang disebabkan oleh ketidakseimbangan hormon

Ginekomastia adalah kondisi membesarnya payudara pada pria. Payudara yang membesar pada pria merupakan hal yang tidak wajar dan tentunya menimbulkan rasa malu pada diri para lelaki. 

Sebenarnya, ginekomastia adalah suatu keadaan yang tidak membahayakan, tetapi tentunya sangat mengganggu penampilan para pria dan berdampak secara psikologis bagi mereka. Terkadang ginekomastia dapat memunculkan rasa sakit pada payudara. 

[[artikel-terkait]]

Apakah semua pria berpotensi mengalami ginekomastia?

Ginekomastia adalah gangguan yang muncul karena ketidakseimbangan hormon testosteron dan estrogen. Kadar estrogen dalam tubuh pria yang berlebih memicu pembesaran payudara pada pria. 

Sebenarnya, hampir sebagian besar bayi laki-laki yang baru lahir mengalami ginekomastia karena efek estrogen dari sang ibu, tetapi payudaranya akan mengecil dalam kurun waktu dua sampai tiga minggu setelah lahir.

Saat beranjak remaja, ginekomastia bisa muncul karena adanya perubahan hormon saat masa pubertas. Akan tetapi, ginekomastia adalah kondisi yang akan hilang tanpa diperlukan penanganan khusus dalam kurun waktu enam bulan sampai dua tahun.

Pada usia 50-69 tahun, terdapat peningkatan risiko terkena ginekomastia. Setidaknya satu dari empat pria pada rentang usia ini yang mengalami ginekomastia.

Namun, tidak semua pria berpotensi mengalami ginekomastia. Ada beberapa faktor risiko yang dapat memicu perkembangan ginekomastia pada pria, seperti: 

  • Penggunaan narkotika dan zat tertentu

Penggunaan narkotika berupa heroin, amfetamin, marijuana, dan sebagainya. Konsumsi alkohol secara berlebih juga meningkatkan risiko mengalami ginekomastia.

  • Penggunaan medikasi tertentu

Medikasi tertentu juga dapat meningkatkan risiko mengalami ginekomastia, seperti obat steroid, antiandrogen, anticemas, obat untuk AIDS, kemoterapi, obat jantung, obat maag tertentu, dan sebagainya.

  • Memiliki kondisi kesehatan tertentu

Kondisi kesehatan tertentu bisa meningkatkan kemungkinan mengalami ginekomastia, seperti tumor, hipertiroidisme, hipogonadisme atau kadar testosteron yang rendah, gagal ginjal dan hati, sirosis hati, hipotiroidisme, dan kekurangan gizi.

Kehidupan penderita ginekomastia

Meskipun gangguan ginekomastia adalah kondisi yang cukup sering didengar dan sudah diketahui oleh masyarakat, tetapi tidak semua mengetahui bagaimana kehidupan dari seorang penderita ginekomastia.

  • Kasus penderita ginekomastia pada remaja

Seorang remaja yang namanya disamarkan menjadi Parminder Singh merupakan salah satu orang yang mengalami gangguan ginekomastia. Siswa kelas tiga SMP sekolah negeri di Delhi ini memiliki tubuh besar dan selalu aktif berolahraga.

Olahraga kegemaran Parminder adalah berenang. Namun saat berusia 12 tahun, tepatnya ketika kelas satu SMP, ia mulai berubah menjadi anak yang pendiam dan bahkan nilainya yang gemilang mulai menurun.

Parminder mulai berhenti beraktivitas bersama teman-temannya dan bahkan tidak berenang lagi. Ibu Parminder yang menyadari perubahan pada anaknya berusaha mendorong anaknya untuk terbuka.

Akhirnya, Parminder memberitahukan ibunya bahwa dadanya membesar seperti payudara wanita dan karenanya ia diejek oleh teman-temannya. Ia menjadi malu untuk berenang karena harus membuka pakaiannya.

  • Kisah Erik Holler

Semuanya dimulai saat Erik Holler sedang dalam dinas militernya di tahun 1994. Erik mulai menyadari adanya benjolan di payudara bagian kirinya. Setelah pemeriksaan, benjolan tersebut bukanlah kanker dan ia menjalani bedah untuk menghilangkannya.

Namun, setelahnya kedua payudaranya mulai bertumbuh dan barulah ia menyadari bahwa dirinya sedang mengalami ginekomastia. 

Berbeda dengan penumpukan lemak karena berat badan berlebih, ginekomastia adalah kondisi yang menyebabkan payudara berbentuk seperti payudara wanita. Itulah mengapa Erik mengetahui bahwa hal tersebut bukanlah karena berat badan berlebih.

Ginekomastia ini membuat Erik khawatir akan penampilannya. Pikiran buruk tentang penampilannya mengganggunya setiap hari dan ia khawatir kekasihnya tak akan menyukainya lagi. Bahkan kerap Erik diejek oleh anggota keluarganya.

Erik akhirnya memutuskan untuk menjalani bedah liposuction untuk mengeluarkan lemak pada payudaranya. Keputusannya mengubah hidupnya dan sekarang Erik sudah berani untuk berenang tanpa pakaian.

Dampak psikologis ginekomastia

Ginekomastia adalah suatu kondisi yang tidak berbahaya secara fisik, tetapi cukup menganggu secara emosional atau psikis.

Sebuah penelitian yang dilakukan terhadap 78 pria penderita ginekomastia mengungkap bahwa para pria tersebut merasa malu, cemas, depresi, dan bahkan merasa statusnya sebagai pria berkurang.

Riset lainnya menemukan bahwa remaja penderita ginekomastia mengalami dampak buruk pada kesehatan mental, keberhargaan diri, dan fungsi secara sosial. 

Namun, jangan khawatir karena ginekomastia adalah kondisi yang dapat diobati dengan beberapa penanganan.

Bila Anda atau kerabat mengalami ginekomastia atau pembesaran payudara pada pria, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang tepat.

ABC News. https://abcnews.go.com/Health/gynecomastia-male-breasts-life-threatening-psychologically-damaging/story?id=13470299
Diakses pada 05 Juli 2019

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/gynecomastia/symptoms-causes/syc-20351793
Diakses pada 05 Juli 2019

NCBI. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/gynecomastia/symptoms-causes/syc-20351793
Diakses pada 05 Juli 2019

NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/23542261
Diakses pada 05 Juli 2019

The Free Press Journal. https://www.freepressjournal.in/cmcm/the-story-of-gynecomastia-a-story-of-depression-compassion-and-joy
Diakses pada 05 Juli 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed