Workaholic: Penelitian Membuktikan Bahwa Gila Kerja Bisa Sebabkan Mati Muda

Workaholic yang bekerja lebih dari 55 jam per minggu memiliki risiko 13% lebih besar terkena serangan jantung
Jangan sampai gila kerja membuat Anda menyepelekan kesehatan tubuh Anda

Beberapa tahun lalu, Anda mungkin pernah mendengar kasus kematian seorang wanita Jepang akibat terlalu sering kerja lembur. Ini bukanlah kasus pertama warga Jepang akibat gila kerja.

Yang mengejutkan, sebuah studi baru-baru ini menunjukkan bahwa orang-orang yang workaholic bisa mengalami masalah yang lebih besar daripada serangan jantung: stroke.

Para peneliti dari University College London (UCL) mengumpulkan data tentang hubungan antara jam kerja dan risiko serangan jantung terhadap lebih dari 600.000 pekerja, serta data serupa pada risiko stroke pada lebih dari 500.000 pekerja.

Mereka menyesuaikan data mereka untuk membandingkan perbedaan masing-masing pekerja karena perilaku kesehatan, seperti merokok, konsumsi alkohol, dan aktivitas fisik, serta disesuaikan juga dengan adanya faktor risiko jantung lainnya, seperti tekanan darah tinggi, diabetes, dan kolesterol tinggi.

Peneliti menemukan bahwa mereka yang bekerja lebih dari 55 jam per minggu memiliki risiko 13% lebih besar untuk serangan jantung, dan 33% lebih mungkin menderita stroke, dibandingkan dengan mereka yang bekerja 35-40 jam per minggu.

Kasus Mati Muda Akibat Gila Kerja di Asia

Di sebagian besar negara maju, workaholic tidak dilihat sebagai masalah kesehatan bagi masyarakat. Namun, kematian akibat gila kerja sudah cukup umum terjadi di Jepang sehingga ada istilah khusus untuk itu: karoshi. Kondisi kelebihan jam kerja sangat buruk di sana sehingga pemerintah Jepang mempertimbangkan untuk memaksakan liburan tahunan lima hari sebagai kewajiban.

Di Cina, kematian akibat terlalu banyak bekerja yang dikenal sebagai guolaosi juga semakin meluas saat ini.

Bagaimana Mengatasi Kebiasaan Gila Kerja?

Ada beberapa langkah yang bisa Anda lakukan untuk menghindari kebiasaan yang bisa memperburuk kesehatan di tempat kerja yang berisiko membuat Anda mati muda:

  • Makanlah makanan yang sehat dan bergizi.
  • Hindari minuman manis dan camilan asin. Ganti camilan Anda dengan buah dan salad.
  • Lakukan aktivitas fisik setiap hari seperti menggunakan tangga alih-alih lift. Berjalanlah ke meja rekan Anda untuk bicara, jangan hanya mengandalkan pesan instan.
  • Duduk terlalu lama sering dihubungkan dengan berbagai masalah kesehatan penyebab mati muda. Usahakan berdiri dan berjalan kaki ke toilet setiap ada kesempatan.
  • Jangan terlalu serius. Bercandalah dengan rekan kerja Anda. Orang yang memiliki selera humor tinggi konon memiliki tingkat kesehatan jantung yang bagus juga lebih produktif ketimbang orang yang terlalu fokus bekerja.
  • Pastikan bahwa faktor risiko utama jantung Anda, seperti tekanan darah dan kadar gula darah dan kolesterol, berada dalam kondisi baik.

Jika posisi Anda di kantor sebagai atasan, Anda bisa membantu karyawan-karyawan Anda menurunkan risiko mati muda dengan menciptakan suasana kerja yang sehat dan menyenangkan. Karyawan yang sehat tentu akan memberikan dampak yang baik bagi perusahaan.

Harvard Medical School. https://www.health.harvard.edu/blog/only-the-overworked-die-young-201512148815
Diakses pada Februari 2019

Healthline. https://www.healthline.com/health-news/can-you-really-work-yourself-to-death#1
Diakses pada Februari 2019

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Banner Telemed