Gigi copot atau avulsi gigi adalah terlepasnya gigi dari soket pada gusi
Gigi copot dapat kembali dipasang asal memenuhi kriteria tertentu

Gigi copot atau avulsi gigi didefinisikan sebagai terlepasnya gigi dari soket pada gusi. Avulsi gigi permanen sering disebabkan oleh kecelakaan atau trauma, dan sering terjadi pada anak usia 7-9 tahun. Penanganan langsung sangatlah penting, terutama dalam 30 menit pertama untuk menyelamatkan gigi yang copot.

Macam-macam Penanganan Gigi Copot

Tindakan pertolongan pertama di lapangan sesaat setelah gigi copot meliputi:

  • Cari gigi yang terlepas, pegang pada mahkota gigi. Hindari memegang gigi pada bagian akar karena dapat menyebabkan kerusakan.
  • Jika memungkinkan, kembalikan gigi ke posisinya semula, kemudian biarkan penderita menekannya dengan lidah. Segera ke dokter gigi untuk penanganan lebih lanjut.
  • Jika gigi tidak dapat dikembalikan ke posisi semula, masukkan gigi ke dalam susu.

1. Penanganan Pertama

Penting untuk mengetahui berapa lama gigi sudah copot (dry time). Setelah lebih dari 30-60 menit, ligamen periodontal akan mengalami kerusakan yang permanen. Sel yang rusak ini menyebabkan peradangan dan akhirnya mengakibatkan ankilosis, yaitu sendi yang menjadi kaku akibat fusi dua tulang.

2. Dry Time Kurang dari 30 Menit

Jika kurang dari 30 menit sejak gigi copot, ligamen periodontal kemungkinan besar masih hidup dan akan tumbuh kembali.

Saat ini gigi rentan terhadap resorpsi, yaitu penyerapan lapisan dentin dan sementum gigi akibat peradangan. Untuk mencegah peradangan, gigi direndam dalam media khusus yang sudah diberi antibiotik dan steroid selama 20 menit. Sementara itu, mulut dan gusi dibersihkan. Setelah 20 menit, gigi dapat ditanam kembali dan diberi alat untuk menjaga stabilitas gigi yang dipasang selama 10 hari.

3. Setelah 10 Hari

Setelah splint dilepas, dokter gigi akan memeriksa apakah gigi yang ditanam goyang dan apakah gigi masih hidup (tes vitalitas). Jika dari tes vitalitas ditemukan bahwa gigi berhasil bertahan hidup, maka penanaman gigi dianggap berhasil. Evaluasi berupa foto rontgen gigi bisa dilakukan, idealnya pada bulan pertama, ketiga, dan keenam. Jika ditemukan tanda-tanda resorpsi, proses peradangan bisa dihentikan dengan perawatan saluran akar (PSA).

Jika ternyata gigi tidak berhasil bertahan hidup setelah 10 hari, pembentukan pembuluh darah yang baru hampir mustahil untuk terjadi sehingga harus dilakukan perawatan saluran akar, diikuti dengan evaluasi foto rontgen.

4. Dry Time >30 Menit

Dalam keadaan gigi berada di luar mulut lebih dari 30 menit, maka hampir dipastikan telah terjadi kerusakan ligamen periodontal, dan besar kemungkinan akan terjadi resorpsi. Jika hal ini terjadi pada anak-anak, dapat mempengaruhi pertumbuhan tulang alveolar. Jalan yang terbaik adalah menanam gigi kembali sementara sampai pertumbuhan tulang alveolar selesai. Baru kemudian dipasang gigi palsu.

5. Foramen Apikal >1,3 mm

Foramen apikal adalah lubang kecil pada ujung akar gigi, yang merupakan tempat masuknya jaringan pulpa ke dalam rongga pulpa di dalam gigi. Pada anak-anak <9 tahun dengan foramen apikal yang lebar, gigi dapat diusahakan untuk dipertahankan. Fluoride diberikan untuk memperlambat proses resorpsi. Dalam waktu 1 minggu setelah kejadian, perawatan saluran akar sudah harus dimulai.

6. Foramen Apikal <1,3 mm

Apabila dry time lebih dari 30 menit, ditambah dengan ukuran foramen apikal yang kurang dari 1,3 mm, biasanya hasilnya tidak maksimal dan sering menyebabkan ankilosis. Seringkali dalam kasus seperti ini gigi tidak dapat dipertahankan.

7. Gigi Tidak Ditemukan

Jika gigi tidak ditemukan setelah copot, terapi akan dilakukan untuk menjaga keutuhan soket gigi. Pemasangan implan gigi pada anak-anak tidak disarankan karena dapat mengganggu pertumbuhan rahang atas, rahang bawah, dan gigi.

Medscape. https://emedicine.medscape.com/article/763291-treatment
Diakses pada Mei 2019

Kostka E, et al. Multidisciplinary treatment options of tooth avulsion considering differet therapy concepts. Open Dent J. 2014;8:180-3. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4209498/
Diakses pada Mei 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed