Bagaimana Cara Mengatasi Gigi Bunyi saat Tidur? Berikut Penjelasannya

Gigi bunyi saat tidur dapat menyebabkan gangguan tidur dan kerusakan gigi apabila tidak ditangani
Pelindung mulut berfungsi untuk menghindari kerusakan pada gigi

Gigi bunyi saat tidur disebabkan adanya kondisi gigi gemeretak (bruxism) yang terjadi saat tidur. Kondisi ini lebih banyak dialami pada wanita dibandingkan pria. Berbagai faktor yang memengaruhi terjadinya bruxism, antara lain stres, cemas, konsumsi kafein, dan sleep apnea.

Pada kasus ringan gigi bunyi saat tidur, kondisi tersebut tidak memerlukan penanganan khusus. Akan tetapi, pada kasus yang berat, perlu dilakukan pendekatan dental, terapi, dan konsumsi obat-obatan untuk mengurangi gejala yang terjadi.

Cara Mengatasi Gigi Bunyi saat Tidur

1. Pendekatan Dental

Pendekatan dental dilakukan dengan pemeriksaan secara seksama oleh dokter gigi. Dokter dapat menganjurkan tindakan yang menjaga kondisi gigi Anda dari kerusakan akibat gigi bunyi saat tidur. Perlu diingat bahwa pendekatan yang dilakukan bukan bertujuan untuk menghilangkan gigi gemeretak yang terjadi. Beberapa tindakan yang dianjurkan dalam pendekatan ini adalah:

  • Pelindung Mulut dan Splint

Pada kasus yang berat dan terjadi berulang, dokter gigi dapat menganjurkan penderita gigi bunyi saat tidur untuk memakai alat bantu dalam mulut. Alat bantu ini terbuat dari plastik yang kenyal. Alat ini didesain untuk menjaga gigi terpisah satu sama lain sehingga menghindari kerusakan gigi yang dapat terjadi.

  • Koreksi Gigi

Koreksi gigi umumnya juga dilakukan pada kasus yang berat. Bruxism yang terjadi terus menerus dapat menyebabkan sensitivitas gigi atau ketidakmampuan untuk mengunyah dengan baik dan benar. Oleh karena itu, dokter gigi akan memperbaiki permukaan gigi yang digunakan untuk mengunyah dengan membentuk atau menambahkan mahkota gigi.

2. Terapi Relaksasi dan Perubahan Perilaku

Terapi ini bertujuan untuk meredakan stres yang dapat memicu gigi bunyi saat tidur. Sebelum tidur, Anda dapat mencoba melakukan terapi relaksasi, atau melakukan rutinitas sebelum tidur yang dapat menenangkan Anda. Pada saat stres menghilang, kondisi gigi bunyi yang Anda alami juga akan ikut menghilang.

Terapi relaksasi dilakukan dengan memasukkan kata atau sugesti positif ke dalam pikiran yang membantu untuk rileks. Visualisasi dengan membayangkan lokasi yang menenangkan bagi diri Anda juga dapat membantu. Anda dapat menyertakan indera lainnya, seperti bau, suara, dan sentuhan, dalam proses terapi relaksasi ini.

Relaksasi otot secara progresif juga merupakan salah satu pilihan yang dapat Anda coba. Perlahan-lahan, fokuskan diri Anda pada bagian tubuh yang tegang dan lepaskan ketegangan tersebut satu per satu. Metode ini dapat dilakukan dari ujung kaki hingga kepala maupun sebalikya.

Ketika Anda mengalami gigi bunyi saat tidur, Anda dapat mencoba mengatasinya dengan berlatih posisi mulut dan rahang yang benar. Anda dapat bertanya pada dokter gigi untuk menunjukkan bagaimana posisi yang harus Anda lakukan.

Apabila mengalami kesulitan dalam melakukan perubahan perilaku, Anda dapat mencoba metode biofeedback. Metode ini menerapkan prosedur monitoring dan peralatan yang membantu mengajarkan cara mengontrol aktivitas otot rahang Anda.

3. Obat-Obatan

Obat-obatan yang memiliki efek paralitik pada otot dapat mengurangi gigi bunyi saat tidur. Dokter gigi dapat menganjurkan Anda mengonsumsi pelemas otot sebelum tidur dalam jangka pendek. Jika bruxism berkaitan dengan keadaan stres atau gangguan emosional, dokter mungkin memberikan Anda obat antidepresi dan anticemas untuk sementara waktu.

Pada kasus yang tidak memberikan respons terhadap obat oral, dapat dilakukan injeksi toksin botulinum. Pendekatan ini terutama dilakukan pada kasus yang berat dan disertai kondisi lain, seperti koma, trauma pada otak, pengguna amfetamin, penyakit Huntington, dan autisme.

Sebenarnya, ada satu pendekatan yang masih dalam tahap penelitian. Dalam pendekatan ini, gigi bunyi saat tidur diberikan stimulis perasa. Perasa ini dimasukkan ke dalam kapsul yang akan pecah ketika gigi menggemeretak. Kelemahan utama dalam pendekatan ini adalah menyebabkan penderitanya terbangun dari tidur. Hal ini tentunya dapat berdampak buruk pada kualitas tidur penderitanya.

Shetty S, Pitti V, Satish Babu CL, Surendra Kumar GP, Deepthi BC. Bruxism: A Literature Review. J Indian Prosthodont Soc. 2010 Sep;10(3):141–8.

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/bruxism/diagnosis-treatment/drc-20356100
Diakses pada April 2019

National Sleep Foundation.  https://www.sleepfoundation.org/articles/3-tips-coping-bruxism-or-teeth-grinding
Diakses pada April 2019

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/stress-management/in-depth/relaxation-technique/art-20045368
Diakses pada April 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed