logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo
Parenting

Gerakan Literasi Sekolah, Kenali Tujuan hingga Komponennya

open-summary

Gerakan literasi sekolah adalah adalah usaha untuk menumbuhkan minat baca dan menulis pada siswa, serta menggunakan teknologi secara bijak. Diharapkan anak memiliki pola pikir yang cerdas dalam menggunakan sumber-sumber pengetahuan.


close-summary

4

(4)

6 Apr 2022

| Asni Harismi

Ditinjau oleh dr. Karlina Lestari

Tujuan Gerakan Literasi Sekolah adalah meningkatkan minat baca dan tulis anak

Ilustrasi seorang murid sedang membacakan buku dihadapan kelas

Table of Content

  • Apa itu gerakan literasi sekolah?
  • Tujuan gerakan literasi sekolah
  • Komponen gerakan literasi sekolah
  • Contoh program gerakan literasi sekolah
  • Manfaat gerakan literasi sekolah

Rendahnya minat baca di Indonesia sudah masuk kategori mengkhawatirkan sehingga pemerintah harus bekerja keras untuk menaikkan tingkat literasi di Tanah Air. Salah satu program Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dalam hal ini adalah melaksanakan gerakan literasi sekolah.

Advertisement

Apa itu gerakan literasi sekolah?

Gerakan literasi sekolah adalah usaha demi menumbuhkan minat baca dan menulis pada siswa dan menjadikannya sebagai sikap yang tertanam untuk seumur hidup. 

Dalam kegiatan rutin ini, materi baca berisi nilai-nilai budi pekerti, kearifan lokal, nasional, dan global sesuai tahap perkembangan peserta didik.

Gerakan literasi sekolah lahir pada 2016 lalu oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Kemendikbud. Kini, gerakan ini telah disosialisasikan ke semua Dinas Pendidikan tingkat Provinsi hingga Kota/Kabupaten.

Gerakan ini dimaksudkan untuk memperbaiki tingkat literasi masyarakat Tanah Air dimulai dari anak-anak usia sekolah. Sayangnya, program literasi sekolah belum banyak memperlihatkan hasil.

Berdasarkan data Kemendikbud pada 2019, angka rata-rata indeks aktivitas literasi membaca (Alibaca) nasional masih dalam kategori literasi rendah.

Tujuan gerakan literasi sekolah

anak membaca
Gerakan literasi sekolah mendorong anak gemar membaca

Setelah memahami arti literasi sekolah, Anda harus mengetahui tujuan kegiatan ini. 

Tujuan gerakan literasi sekolah yang utama adalah menumbuhkembangkan budi pekerti peserta didik melalui pemberdayaan ekosistem literasi sekolah yang diwujudkan dalam gerakan ini agar menjadi pembelajar sepanjang hayat.

Selain itu, tujuan program literasi sekolah adalah:

  • Menumbuhkembangkan budaya literasi di sekolah
  • Meningkatkan kapasitas warga dan lingkungan sekolah agar literat
  • Menjadikan sekolah sebagai taman belajar yang menyenangkan dan ramah anak agar warga sekolah mampu mengelola pengetahuan
  • Menjaga keberlanjutan pembelajaran dengan menghadirkan beragam buku bacaan dan mewadahi berbagai strategi membaca.

Diharapkan warga sekolah melek dalam hal baca tulis, numerasi, sains, digital, finansial, maupun budaya dan kewarganegaraan.

Sasaran gerakan literasi sekolah adalah ekosistem pada jenjang pendidikan dasar dan pendidikan menengah. Oleh sebab itu, sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), maupun sekolah menengah atas (SMA) harus membuat gerakan literasi sekolah.

Komponen gerakan literasi sekolah

Pada praktiknya, gerakan literasi sekolah dimulai dengan cara yang sangat sederhana, yakni membaca atau menulis selama 15 menit yang dilakukan oleh guru dan murid secara bersama-sama.

Pada konsepnya, gerakan ini lebih dari sekedar mengajarkan anak untuk membaca dan menulis.

Dalam buku panduan Desain Induk Gerakan Literasi Sekolah, terdapat enam komponen kegiatan yang dapat dilakukan, yaitu:

1. Literasi dini

Dalam gerakan literasi sekolah ini, anak-anak akan diajarkan kemampuan untuk menyimak, memahami bahasa lisan, dan berkomunikasi melalui gambar dan lisan. Kegiatan ini dapat dikatakan sebagai fondasi pengembangan literasi bagi anak-anak.

2. Literasi permulaan

Literasi permulaan mengajarkan anak untuk mampu mendengarkan, berbicara, membaca, menulis, dan menghitung.

Literasi ini membutuhkan kemampuan anak yang lebih kompleks, yakni menganalisis, menghitung, mempersepsikan informasi, mengomunikasikannya, serta menggambarkan informasi berdasarkan pemahaman anak.

3. Literasi perpustakaan

Gerakan literasi sekolah ini bukan berarti harus dilakukan di ruang perpustakaan, namun esensinya ialah mengenalkan anak-anak pada jenis-jenis buku yang ada di perpustakaan.

Guru dapat memberikan buku fiksi atau nonfiksi, ensiklopedia, dan jenis buku lainnya sehingga anak dapat memiliki pengetahuan dalam memahami informasi ketika sedang menyelesaikan sebuah tulisan atau penelitian.

4. Literasi media

Anak diperkenalkan kepada berbagai bentuk media massa yang ada di Indonesia, mulai dari media cetak, media elektronik, media digital, termasuk media sosial.

Tujuan gerakan literasi sekolah dalam bidang media ini adalah anak dapat memahami dan memilah informasi secara bertanggung jawab, serta menggunakan media-media tersebut dengan baik.

5. Literasi teknologi

Gerakan literasi sekolah ini akan mengajarkan anak untuk menguasai teknologi, mulai dari peranti keras (hardware) maupun peranti lunak (software).

Materi yang diajarkan mulai dari hal sederhana, seperti menghidupkan/mematikan komputer, hingga etika dalam memanfaatkan teknologi itu sendiri.

6. Literasi visual

Literasi visual adalah pemahaman tingkat lanjut antara literasi media dan teknologi. 

Anak akan diberikan pemahaman tentang konten digital yang beretika dan tidak melanggar norma sosial, misalnya dengan cara menonton film pendek maupun membahas soal konten media sosial yang tidak patu

Kegiatan dalam gerakan literasi sekolah bisa dilakukan seiring dengan kurikulum yang diterapkan di institusi pendidikan tersebut.

Misalnya, guru dapat meminta anak untuk melakukan presentasi pada mata pelajaran ekonomi atau anak diminta berpidato saat upacara bendera.

Sementara itu, subjek gerakan literasi sekolah bukan hanya murid, melainkan juga guru-guru sebagai fasilitator.

Apalagi, anak-anak kini memiliki akses yang luas pada sumber informasi, baik di dunia nyata maupun dunia maya, yang mungkin menjadikan peserta didik lebih tahu daripada guru.

Baca Juga

  • Macam-Macam Metode Pembelajaran dan Pengertiannya
  • Mengenal Kecerdasan Logis Matematis pada Anak dan Ciri-cirinya
  • 8 Cara Belajar Efektif Menurut Para Psikolog

Contoh program gerakan literasi sekolah

anak belajar di kelas
Membaca buku cerita sebelum pengajaran dimulai

Program literasi sekolah bisa bervariasi bergantung pada sekolah atau kreativitas peserta didik. Dilansir dari situs SDN Pekunden Kota Semarang, berikut adalah contoh program literasi SD:

  • Membaca buku cerita atau pengayaan selama 15 menit sebelum pengajaran dimulai
  • Memperkaya koleksi bacaan
  • Memilih buku bacaan yang baik
  • Memfungsikan lingkungan sekolah, seperti perpustakaan, sudut buku kelas, atau area baca, untuk menumbuhkan minat baca warga dengan diperkaya oleh bahan kaya teks
  • Menyediakan sarana perpustakaan yang baik atau pojok baca di setiap kelas.

Sementara itu, dilansir dari situs SMAN 1 Sungai Penuh, contoh literasi sekolah di tingkat sekolah menengah sebagai berikut.

  • Kegiatan wajib mengunjungi perpustakaan
  • Pembuatan mading kelas/sekolah setiap minggu atau bulan
  • Membuat pohon literasi di mading kelas
  • Mengadakan perlombaan kaya literasi
  • Membuat pojok literasi yang nyaman di dalam kelas.

Itulah beberapa kegiatan literasi sekolah yang dapat diterapkan. Program ini diharapkan bisa membuat peserta didik semakin melek literasi.

Manfaat gerakan literasi sekolah

Kegiatan literasi adalah hal yang penting. Gerakan literasi sekolah dapat mendorong anak memiliki pola pikir yang cerdas dalam menggunakan sumber-sumber pengetahuan dalam bentuk cetak, visual, dan auditori. 

Di era digital sekarang ini, literasi menjadi sangat penting untuk menyaring informasi yang fakta ataupun hoaks.

Dalam lingkup yang lebih besar lagi, terciptanya masyarakat dengan angka literasi tinggi juga akan meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan. Penelitian menyebut literasi dapat mendatangkan berbagai keuntungan, seperti:

  • Meningkatkan pertumbuhan ekonomi
  • Mengurangi angka kemiskinan dan kriminalitas
  • Mendukung terciptanya masyarakat yang demokratis
  • Mencegah penyakit berbahaya yang mengintai anak, termasuk HIV/AIDS
  • Mengurangi angka kelahiran
  • Membentuk pribadi anak yang percaya diri dan tangguh.

Membangun literasi memang bukan proses yang bisa dilihat hasilnya dalam waktu singkat. 

Namun, gerakan literasi sekolah bisa menjadi langkah awal untuk membangun kesadaran anak-anak akan pentingnya memahami membaca, menulis, dan memahami informasi dari berbagai sumber sehingga tidak mudah terhasut dan terpecah-belah karena hoaks.

Sementara itu, jika Anda memiliki pertanyaan seputar masalah kesehatan, jangan ragu untuk bertanya dengan dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ secara gratis. Unduh di App Store atau Google Play sekarang juga!

Advertisement

sekolah

Referensi

Terima kasih sudah membaca.

Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?

(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

Kumpulan Artikel dan Forum

© SehatQ, 2022. All Rights Reserved