Selain faktor keturunan, gaya hidup tidak sehat adalah penyebab penyakit hati
Penyebab penyakit hati salah satunya adalah gen abnormal yang diturunkan oleh orang tua

Sebagai organ yang berfungsi untuk membantu menyingkirkan racun dari tubuh, terjadinya kerusakan hati dapat berakibat fatal, hingga gagal hati. Penyebab penyakit hati pun bisa beragam, mulai dari infeksi hingga faktor keturunan atau genetik.

Dari penyebab yang beragam tersebut, muncul berbagai penyakit hati yang diketahui dapat berbahaya bagi kesehatan seperti hepatitis dan sirosis. Jika tidak segera ditangani, kondisi tersebut dapat berkembang menjadi kondisi mematikan, yang disebut sebagai gagal hati.

[[artikel-terkait]]

Faktor keturunan sebagai penyebab penyakit hati

Penyakit hati dapat disebabkan oleh gen abnormal yang diturunkan dari kedua orang tua sejak lahir seperti kelainan metabolisme yang mengakibatkan pengendapan zat besi pada jaringan. Gen abnormal tersebut dapat menyebabkan terjadinya penumpukan berbagai zat di hati, sehingga menyebabkan kerusakan hati.

Penyakit hati yang dapat muncul karena faktor keturunan di antaranya:

Penyakit hati turunan

Sejumlah gangguan kesehatan yang diturunkan dari orang tua, bisa mengakibatkan penyakit hati atau liver kronis, termasuk hemokromatosis, Wilson's disease, defisiensi alfa-1 antitripsin, dan fibrosis kistik.

Ada sejumlah kondisi abnormal pada gen yang mengakibatkan timbulnya berbagai penyakit hati tersebut. Berikut ini yang terjadi pada gen para penderita setiap penyakit hati tersebut, akibat faktor keturunan dari orang tua.

  1. Gen pada penderita hemokromatosis

    Hemokromatosis merupakan gangguan pada penyimpanan zat besi di tubuh. Pada kondisi ini, terjadi kelebihan zat besi yang mengendap dalam jaringan parenkim. Salah satu fungsi jaringan ini adalah untuk menyimpan cadangan makanan.

    Dengan adanya endapan zat besi tersebut, maka terjadilah gangguan pada fungsi tubuh. Kondisi ini sifatnya genetik, atau diturunkan dari orang tua. Hemokromotasis ini merupakan salah satu penyakit keturunan, yang dialami 1 dari 400 orang berkulit putih.

    Gen yang berisiko membawa kondisi ini, terdapat pada Kromosom 6. Pria memiliki risiko lima kali lebih tinggi dibanding wanita, terhadap hemokromatosis turunan. Gejalanya antara lain berupa sakit perut, penurunan libido, serta perubahan warna kulit.

  2. Gen pada penderita Wilson's disease

    Wilson's disease atau degenerasi hepatolentikular, merupakan kelainan yang terjadi akibat penumpukan tembaga di dalam tubuh. Akibatnya, terjadi pengendapan tembaga di hati, otak, kornea, dan ginjal.

    Anda mungkin bingung dengan asal-muasal tembaga yang masuk ke tubuh manusia. Tembaga ini bisa masuk dari makanan yang Anda makan.

    Gen pembawa penyakit ini, ditemukan pada Koromosom 13. Wilson's disease banyak ditemukan pada individu dengan usia di bawah 40 tahun, yang antara lain mengalami kelainan saraf, hepatitis kronis, sirosis, atau gagal hati.

  3. Gen pada penderita defisiensi Alpha-1 Antiprotease

    Antiprotease atau antitripsin berfungsi untuk melindungi jaringan dari enzim-enzim protease, seperti neutrofil elastase. Kondisi kurangnya antiprotease ini merupakan hal yang sifatnya diturunkan dari orang tua, dan ditemukan pada Kromosom 14.

    Kekurangan antiprotease ini bisa menimbulkan penyakit liver. Bahkan, penyakit ini bisa ditemukan pada bayi yang baru lahir, sebagai suatu kondisi bawaan. Pada kasus yang parah, pasien membutuhkan transplantasi hati.

  4. Fibrosis kistik

    Fibrosis kistik terjadi akibat kelainan terhadap pendistribusian air dan garam di dalam jaringan tubuh, yang melibatkan sejumlah organ, termasuk paru-paru, pankreas, dan hati. Kondisi ini terjadi akibat mutasi genetik pada Kromosom 7.

    Kelainan ini bisa dijumpai pada bayi yang baru lahir. Penyakit liver ditemukan pada 2-16 persen anak-anak dan remaja, yang mengidap fibrosis kistik.

Kanker dan tumor sebagai penyebab penyakit hati

Kanker yang terjadi di hati, umumnya tersebar dari bagian tubuh lain seperti paru-paru, usus, atau payudara. Namun, beberapa jenis kanker dapat berawal langsung di hati, seperti:

  • Kanker hati

    Biasanya kanker hati terjadi pada orang sebelumnya telah mengalami hepatitis atau memiliki kebiasaan minum alkohol berlebih.
  • Kanker saluran empedu

    Kondisi ini jarang terjadi, dan biasanya menyerang orang berusia 50 tahun ke atas.
  • Adenoma sel hati

    Kondisi ini merupakan salah satu bentuk tumor dan terhitung jarang terjadi. Biasanya penyakit ini menyerang wanita yang mengonsumsi pil kontrasepsi dalam jangka waktu lama.

Gaya hidup tak sehat sebagai penyebab penyakit hati

Gaya hidup yang tidak sehat seperti overdosis obat dan konsumsi alkohol berlebihan, dapat merusak hati. Selain itu, kondisi seperti kelebihan berat badan juga dapat membuat hati mengalami gangguan.

Konsumsi alkohol berlebih dapat menyebabkan sirosis hati. Sementara itu, overdosis obat bisa memicu kerusakan hati lainnya.

Berat badan berlebih erat kaitannya dengan perlemakan hati. Lemak berlebih di tubuh kemudian dapat menumpuk di hati, dan menyebabkan terjadinya peradangan.

Infeksi sebagai penyebab penyakit hati

Infeksi di hati dapat disebabkan oleh parasit maupun virus. Infeksi tersebut kemudian dapat menyebabkan peradangan yang dapat mengganggu fungsi hati.

Anda dapat terinfeksi virus jika terkena paparan darah, air mani, atau makanan serta air yang telah terkontaminasi. Melakukan kontak secara langsung dengan orang yang sedang terinfeksi juga bisa membuat anda tertular.

Jenis infeksi hati yang paling sering terjadi di antaranya:

Kelainan sistem imun sebagai penyebab penyakit hati

Sistem imun di tubuh sebenarnya berfungsi untuk melawan berbagai bakteri serta virus yang masuk ke tubuh. Namun terkadang, akibat suatu mekanisme yang tidak diketahui, imun dapat menyerang organ tubuh anda sendiri, termasuk hati.

Kondisi tersebut dapat menimbulkan berbagai macam penyakit hati seperti hepatitis autoimun, primary biliary cholangitis, dan primary sclerosing cholangitis.

  1. Hepatitis autoimun

    Kondisi ini membuat hati anda mengalami peradangan. Lama kelamaan kondisi tersebut dapat berkembang menjadi penyakit lain dan jika tidak ditangani dapat menimbulkan gagal hati. Penyakit ini lebih sering menyerang perempuan daripada laki-laki.
  2. Primary biliary cholangitis

    Pada kondisi ini, empedu yang juga merupakan bagian yang tak bisa dipisahkan dari hati, rusak. Saat saluran empedu rusak, maka zat kimia yang dibawanya juga akan menumpuk di hati. Kondisi ini dapat menyebabkan munculnya luka di organ ini.
  3. Primary sclerosing cholangitis

    Sama seperti kondisi di atas, saluran empedu yang rusak akan membuatnya menjadi mampet dan menumpuk di hati. Lama-kelamaan, kerusakan yang terjadi bahkan dapat berkembang menjadi kanker hati.

Gagal hati bisa terjadi mendadak

Penyakit hati, tidak merujuk pada satu kondisi saja. Meski hanya dari satu organ, gangguan yang menyerangnya bisa sangat beragam. Beberapa penyebab penyakit hati di antaranya:

  • Infeksi
  • Kelainan sistem imun
  • Faktor keturunan
  • Kanker dan tumor
  • Gaya hidup tidak sehat

Penyebab kelainan tersebut, apabila tidak segera di sadari dan diatasi dapat membuat hati semakin rusak, hingga ke tahap sulit untuk diperbaiki. Jika sudah begitu, hati tidak lagi bisa menjalani fungsinya dengan baik.

Kondisi ini biasa disebut sebagai gagal hati. Meski umumnya kondisi ini membutuhkan waktu lama untuk terbentuk, bahkan tahunan, gagal hati juga bisa terjadi secara tiba-tiba, dalam kurun waktu kurang dari 48 jam.

Agar kondisi berbahaya tersebut dapat dihindari, Anda perlu mengenali lebih rinci mengenai masing-masing penyebabnya.

Setelah mengenal berbagai penyebab penyakit hati, Anda diharapkan dapat berusaha lebih baik dalam menjaga kesehatan, sehingga terhindar dari kondisi-kondisi di atas. Jangan lupa untuk mengonsumsi makanan yang bergizi dan olahraga yang teratur, untuk menjaga kesehatan hati Anda.

NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC1303145/
Diakses pada 12 Juli 2019

Wiley. https://aasldpubs.onlinelibrary.wiley.com/doi/full/10.1002/hep.23258
Diakses pada 20 Juni 2019

Mayo Clinic.
https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/liver-problems/symptoms-causes/syc-20374502
Diakses pada 16 Mei 2019

WebMD. https://www.webmd.com/digestive-disorders/liver-and-hepatic-diseases#1
Diakses pada 16 Mei 2019

WebMD. https://www.webmd.com/digestive-disorders/liver-and-hepatic-diseases#1
Diakses pada 16 Mei 2019

NHS. https://www.nhs.uk/conditions/liver-disease/
Diakses pada 16 Mei 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed