Bruxism adalah suatu kondisi ketika seseorang menggemeretakkan gigi secara tidak sadar saat tidur
Bruxism menyebabkan suara menggemeretak yang mengganggu orang lain saat tidur

Bruxism adalah suatu kondisi ketika seseorang menggemeretakkan, menggesekkan, atau mengatupkan gigi secara tidak sadar dan menjadi suatu kebiasaan. Kondisi ini tidak berbahaya, tetapi jika dilakukan setiap hari, dapat merusak gigi dan menimbulkan komplikasi kesehatan mulut lainnya.

Tak hanya pada anak, bruxism juga dapat terjadi pada orang dewasa. Gemeretak gigi dilakukan secara tidak sadar saat tertidur. Para pengidap bruxism membuat suara dengan menggesekkan gigi bagian atas dan bawah, ke kanan dan ke kiri tanpa sadar.

Penyebab Bruxism Atau Gemeretak Gigi

Menurut laman WebMD, sebenarnya belum ada kepastian tentang penyebab bruxism atau gemeretak gigi. Namun, sejumlah ahli menyatakan bahwa gangguan tidur ini ada hubungannya dengan masalah psikis.

Berikut adalah beberapa kemungkinan penyebab bruxism atau gemeretak gigi:

  1. Stres, depresi, atau masalah kecemasan lainnya
  2. Kepribadian yang sangat aktif, agresif, dan energik
  3. Memiliki masalah gangguan tidur, seperti parasomnia dan sleep apnea
  4. Gigi atas dan gigi bawah tidak rata
  5. Merespons rasa nyeri saat tumbuh gigi atau sakit telinga pada balita
  6. Asam lambung naik ke tenggorokan karena stres
  7. Gaya hidup tidak sehat pada orang dewasa seperti merokok dan minum alkohol

Gejala Bruxism atau Gemeretak Gigi

Kebiasaan gemeretak gigi dapat dihindari jika Anda sejak awal sudah menemukan gejala atau tanda-tandanya. Gejala bruxism adalah sebagai berikut:

  1. Rahang dan telinga sering sakit
  2. Sakit kepala
  3. Gangguan saat mengunyah makanan
  4. Sulit tidur atau gangguan tidur seperti insomnia
  5. Gigi sensitif
  6. Gigi aus atau gigi terasa longgar
  7. Muncul lekukan di lidah
  8. Nyeri atau sulit saat membuka mulut

Penanganan Bruxism atau Gemeretak Gigi

Tentunya Anda sangat direkomendasikan untuk menemui dokter. Dokter umumnya akan memeriksa kondisi gigi dan rahang Anda untuk mengetahui sejauh mana pengikisan gigi akibat bruxism atau gemeretak gigi. Berdasarkan pemeriksaan tersebut, dokter dapat menemukan penanganan yang tepat dan efektif.

Umumnya, bruxism adalah sebuah kondisi yang tidak memerlukan penanganan serius. Bagi anak-anak, bruxism atau gemeretak gigi dapat sembuh dengan sendirinya seiring pertumbuhan mereka. Orang dewasa juga bisa mengalami bruxism, namun tidak sepenuhnya perlu perawatan khusus.

Akan tetapi, apabila kondisi gigi dan rahang sudah sangat parah, disarankan untuk segera mengunjungi dokter agar mendapatkan penanganan sesuai gejala yang muncul. Dokter dapat memberikan sejenis pelindung mulut atau kawat gigi untuk merapikan gigi-gigi yang longgar akibat gemeretak gigi.

Selain itu, mengubah kebiasaan atau perilaku hidup yang tidak sehat, termasuk menghindari alkohol, nikotin, dan kafein secara berlebihan juga dapat membantu.

Saat berkonsultasi, dokter gigi mungkin akan bertanya tentang kebiasaan tidur Anda. Hal ini dibutuhkan untuk mengidentifikasi apakah Anda perlu menjalani tes di laboratorium tidur untuk mengawasi aktivitas otak saat Anda tidur di malam hari.

Dengan penanganan bruxism yang tepat, masalah gangguan tidur ini bisa cepat teratasi dengan efektif.

WebMD. https://www.webmd.com/sleep-disorders/guide/teeth-grinding-in-sleep
Diakses pada Oktober 2018

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/bruxism/symptoms-causes/syc-20356095
Diakses pada Oktober 2018

Artikel Terkait

Banner Telemed