Gemar Lari Jarak Jauh? Kenali Manfaat dan Risikonya

Lari jarak jauh juga menjadi jenis olahraga yang memiliki risiko terhadap kesehatan
Lari jarak jauh menjadi salah satu olahraga yang digemari oleh masyarakat urban

Lari jarak jauh kini tak lagi hanya sekedar olahraga, melainkan sudah menjadi gaya hidup masyarakat urban. Namun perlu diketahui, selain memberikan berbagai manfaat, lari jarak jauh juga menjadi jenis olahraga yang memiliki risiko terhadap kesehatan, lho.

Berbagai manfaat lari jarak jauh yang bisa didapatkan

Lari maraton adalah salah satu tipe lari jarak jauh, yakni berjarak 42 kilometer. Lari jarak jauh merupakan jenis olahraga berat. Jika dilakukan dengan tepat, lari jarak jauh dapat memberikan berbagai manfaat yang positif. Apa sajakah?

1. Membakar kalori dalam tubuh

Lari jarak jauh dapat membuat tubuh lebih aktif sehingga membakar kalori dalam tubuh. Maka dari itu, lari maraton merupakan salah satu cara yang dapat dilakukan untuk menurunkan berat badan.

2. Meningkatkan kekuatan otot

Penurunan berat badan seringkali menjadi tujuan banyak orang ingin melakukan lari maraton. Akan tetapi, hal tersebut tidak selalu terjadi.

Walaupun tidak mengalami penurunan berat badan, manfaat lari jarak jauh lainnya bisa Anda dapatkan, yakni meningkatnya kekuatan otot dan mengencangkan kaki.

3. Membentuk tubuh

Lari jarak jauh bisa membentuk otot-otot tubuh
Lari maraton membuat seluruh otot tubuh Anda bekerja

Lari merupakan jenis olahraga yang membuat hampir seluruh otot tubuh bekerja. Tak ayal bila lari maraton dapat membentuk tubuh, terutama otot, menjadi lebih kencang sehingga tubuh tampak lebih ramping.

4. Membuat tidur lebih nyenyak

Lari maraton tentu sangat melelahkan. Hal ini dapat membantu Anda tidur lebih nyenyak karena tubuh membutuhkannya untuk dapat memperbaiki sel-sel tubuh saat Anda tengah beristirahat. Dengan demikian, Anda dapat tidur lebih awal dan nyenyak tanpa menimbulkan dengkuran.

5. Meningkatkan kesehatan seluruh tubuh

Manfaat jarak jauh dapat meningkatkan berbagai fungsi tubuh. Jantung Anda akan menjadi lebih kuat lantaran kapasitas aerobik oksigen akan meningkat yang secara otomatis bisa meningkatkan fungsi kerja jantung. Tekanan darah dan kadar kolesterol Anda pun dapat terjaga.

Selain itu, kekuatan sistem imun dan otot juga dapat meningkat. Pasalnya, lari jarak jauh memaksa tubuh melewati batasannya sehingga otot akan beradaptasi dengan menyimpan glikogen serta membangun tenaga baru di otot.

6. Mengurangi stres

Lari maraton secara rutin dapat membantu Anda mengurangi stres. Hal ini karena aktivitas fisik yang dilakukan saat berlari mampu membantu pelepasan hormon endorfin, yakni hormon yang berperan dalam melawan stres.

Perubahan suasana dan pemandangan yang dilalui saat berlari akan membuat pikiran Anda kembali jernih sehingga stres pun berkurang.

7. Sebagai ajang bertemu dengan banyak orang

Lari jarak jauh bisa jadi ajang bertemu dengan banyak orang
Lari jarak jauh bisa jadi ajang bertemu dengan teman baru

Meski lari maraton dapat dilakukan seorang diri, tak sedikit yang melakukan aktivitas fisik ini secara bersama-sama dengan teman atau anggota keluarga.

Dengan mengikuti ajang lari ini, Anda dapat bertemu dengan teman-teman para pecinta lari lainnya sehingga menjadi kesempatan yang baik untuk bersosialisasi.

8. Menginspirasi orang di sekitar Anda

Manfaat lari jarak jauh lainnya adalah menginspirasi orang di sekitar Anda.

Orang yang berdedikasi terhadap sesuatu memiliki nilai tersendiri di mata orang lain. Hal tersebut yang akan membuatmu menjadi inspirasi bagi teman ataupun keluarga guna menjalankan gaya hidup sehat.

Risiko lari jarak jauh yang perlu dipertimbangkan

Selain membawa manfaat, ada beragam risiko yang perlu dipertimbangkan oleh para pelari jarak jauh, di antaranya:

1. Menyebabkan cedera

Salah satu risiko lari jarak jauh adalah cedera kaki
Cedera seringkali terjadi saat Anda sedang lari jarak jauh

Salah satu risiko lari jarak jauh yang umum dialami oleh para pelari adalah cedera, khususnya cedera lutut, patah tulang kaki, kram otot, ketegangan otot, hingga sakit kepala ringan.

Agar risiko ini dapat diminimalkan, sebelum melakukan lari jarak jauh disarankan untuk melakukan rangkaian latihan jauh-jauh hari sebelumnya dan pemanasan.

2. Mengalami dehidrasi

Dehidrasi adalah salah satu risiko yang kerap dialami oleh para pelari jarak jauh. Selain kekurangan cairan tubuh, faktor udara yang sangat panas dan lembap juga menjadi penyebab para pelari mengalami dehidrasi.

Maka dari itu, penting bagi para pelari untuk tetap terhidrasi dengan baik.

3. Memperbesar risiko penyakit jantung

Meski lari jarak jauh bisa membuat tubuh menjadi lebih bugar dan sehat, nyatanya lari maraton juga dapat meningkatkan risiko terjadinya penyakit jantung. Misalnya, lepasnya bekuan darah atau cardio load.

Hal tersebut bisa saja berkaitan dengan peningkatan atau beratnya beban jantung selama Anda melakukan lari jarak jauh.

4. Sistem kekebalan tubuh terganggu

Lari jarak jauh juga dapat berisiko mengganggu sistem kekebalan tubuh. Ketika hormon kortisol dilepaskan untuk mengurangi peradangan, sistem kekebalan tubuh Anda kemudian jadi terganggu.

Oleh sebab itu, para pelari jarak jauh disarankan untuk mengonsumsi vitamin C dan mencukupi waktu tidur guna mendukung sistem kekebalan tubuh.

Catatan dari SehatQ

Untuk mendapatkan manfaat lari jarak jauh secara maksimal dan menghindari risikonya, Anda disarankan untuk melakukan serangkaian latihan persiapan dan pemanasan sebelum aktivitas lari dilakukan.

Selain itu, selalu ketahui kondisi tubuh sebelum melakukan lari maraton. Jangan memaksakan diri apabila kondisi badan tidak memungkinkan. Sebaiknya, konsultasikan dengan dokter guna mengetahui apakah Anda layak melakukan lari jarak jauh atau tidak guna meminimalkan risiko.

Verywell Fit. https://www.verywellfit.com/reasons-to-run-a-marathon-2911072

Diakses pada 18 Februari 2020

Verywell Fit. https://www.verywellfit.com/reasons-to-run-a-half-marathon-2911077

Diakses pada 18 Februari 2020

BBC. https://www.bbc.com/news/health-17811481

Diakses pada 18 Februari 2020

Active. https://www.active.com/running/articles/the-risks-and-benefits-of-long-distance-running?page=2

Diakses pada 18 Februari 2020

Artikel Terkait