5 Jenis Gelombang Otak dan Waktu Kemunculannya

Gelombang otak bisa alami perubahan akibat pikiran, aktivitas, serta perasaan.
Gelombang otak memiliki beberapa jenis, yang dianggap mewakili kesadaran manusia.

Saat mengalami kejadian tertentu, otak bekerja mengirimkan gelombang pada sistem hormon sehingga menghasilkan hormon yang memicu kesenangan, kesedihan, ketenangan, kecemasan, keragu-raguan, atau bahkan kedamaian. Gelombang itu disebut sebagai gelombang otak.

Lima jenis gelombang otak

Setiap individu memiliki lima jenis gelombang otak yang diyakini mewakili spektrum kesadaran manusia secara naluriah. Gelombang otak tersebut berubah sepanjang hari akibat pengaruh aktivitas, pikiran, serta perasaan masing-masing individu. Apa saja jenis gelombang otak tersebut?

1. Gelombang delta

Gelombang delta merupakan gelombang otak yang paling lambat. Rentang frekuensinya sangat rendah, berkisar 0,5-3 Hz. Gelombang ini terjadi saat Anda tertidur dan memusatkan pikiran seperti meditasi.

Gelombang delta diyakini berperan dalam proses penyembuhan dan meningkatkan kualitas tidur.

Jika Anda mengalami cedera pada otak, aktivitas gelombang delta akan meningkat, akibatnya Anda akan sering mengantuk. Meningkatnya aktivitas gelombang delta juga dapat menyebabkan gangguan kesehatan dan kondisi attention deficit hyperactivity disorder atau (ADHD).

2. Gelombang theta

Meski pengaruhnya pada proses kerja otak secara umum belum diketahui dengan jelas, gelombang theta sering dikaitkan dengan kemampuan daya ingat dan navigasi ruang.

Gelombang theta juga terjadi saat Anda tidur dan memusatkan pikiran. Rentang gelombang ini berkisar 3-8 Hz.

3. Gelombang alfa

Gelombang alfa terjadi ketika otak berada dalam kondisi diam tapi tetap siaga, misalnya saat sedang melamun atau bermeditasi. Meski demikian, gelombang ini pun bisa muncul ketika Anda melakukan latihan aerobik. Rentang frekuensi gelombang ini berkisar 8-12 Hz.

4. Gelombang beta

Saat Anda dalam keadaan sadar, merasa waspada, fokus, tengah memecahkan suatu masalah maupun mengambil sebuah keputusan, gelombang beta akan mendominasi otak. Aktivitas gelombangnya yang cepat berkisar 12-30 Hz.

5. Gelombang gamma

Rentang frekuensi gelombang gamma berkisar 25-100 Hz. Umumnya, gelombang ini bergerak pada frekuensi 40 Hz.

Gelombang gamma terjadi saat berbagai area otak memindai informasi secara bersamaan. Gelombang ini juga dikaitkan dengan tingkat kesadaran yang lebih tinggi.

Selain kelima jenis gelombang otak tersebut, manusia juga bisa memiliki gelombang otak jenis lanjutan seperti Hyper-Gamma dengan frekuensi tepat 100 Hz, dan gelombang Lambda dengan frekuensi tepat 200 Hz. Berdasarkan penelitian lembaga Center for Accoustic Research, kedua gelombang ini berkaitan dengan kemampuan supranatural dan metafisika.

Ingin tingkatkan kesehatan? Lakukan terapi gelombang otak

Terapi gelombang otak diyakini dapat mengatasi sejumlah gangguan kesehatan. Terobosan baru dalam dunia kesehatan ini merangsang otak untuk memunculkan frekuensi gelombang otak tertentu, yang dapat membuat Anda merasa lebih baik. Bahkan konon, terapi gelombang otak dapat dilakukan sehari-hari dan dapat terjadi tanpa disadari.

Setiap individu mengalami perubahan gelombang otak yang unik sesuai tingkat kesadaran masing-masing. Pola gelombang otak tersebut dapat menentukan keadaan psikis Anda.

Terapi gelombang otak dipercaya bisa
meningkatkan IQ.

Untuk merangsang otak agar menghasilkan gelombang dengan frekuensi yang Anda butuhkan, terapi gelombang otak bisa jadi solusinya. Terapi ini diklaim dapat meningkatkan IQ, menambah kualitas tidur dan mengatasi gangguan mental.

Dalam praktiknya, terapi gelombang otak dapat dilakukan melalui dua cara, melalui rangsangan suara maupun kilatan cahaya. Cara kerjanya yaitu dengan merangsang otak agar memproduksi hormon tertentu sehingga dapat memengaruhi mood maupun sikap seseorang.

Yang paling populer dan banyak digunakan hari ini adalah terapi gelombang otak menggunakan teknologi suara. Pada dasarnya, terapi ini menggunakan gelombang bunyi yang diatur dalam frekuensi tertentu, lantas didengarkan secara berulang hingga memengaruhi respons otak.

Saat frekuensi bunyi diatur, otak akan ikut merespons dan menghasilkan hormon sesuai frekuensi yang diinginkan.

Manfaat lain dari terapi gelombang otak

Manfaat lain dari terapi gelombang otak adalah mengatasi mengatasi gangguan mental post-traumatic stress disorder (PTSD). Kondisi tersebut merupakan gangguan mental yang menyebabkan penderitanya dilanda serangan panik akibat kejadian traumatis di masa lalu.

Serangan panik tersebut dapat berupa pikiran yang tak terkendali, kecemasan akut, hingga mimpi buruk. Gangguan psikologis ini dapat menimpa siapapun yang mengalami trauma berat karena berbagai sebab, seperti perang, bencana alam, kekerasan fisik dan kekerasan seksual.

Trauma akibat kejadian di masa lalu, bisa dipulihkan
dengan terapii gelombang otak.

Terapi gelombang otak untuk PTSD dilakukan dengan memantau aktivitas serta frekuensi gelombang otak pasien secara langsung. Frekuensi gelombang otak yang dihasilkan akan diterjemahkan ke dalam bunyi-bunyi akustik, untuk selanjutnya didengarkan kembali oleh pasien melalui headphone.

Sebuah riset yang dilakukan lembaga kesehatan Wake Forest Baptist Medical Center, Amerika Serikat mengungkapkan, dari 18 pasien yang mengikuti sesi terapi gelombang otak selama rata-rata 16 sesi, hampir 90% di antaranya mengalami penurunan gejala PTSD setelah melakukan terapi gelombang otak.

Selain untuk mengatasi gangguan mental, terapi gelombang otak juga diyakini dapat mengatasi penyakit Alzheimer. Meski demikian, masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk membuktikannya.

Anda juga bisa nikmati terapi gelombang otak secara alami

Selain menggunakan bantuan teknologi untuk memperoleh frekuensi gelombang otak yang dibutuhkan secara akurat, pada dasarnya terapi gelombang otak dapat dilakukan secara alami dan dapat terjadi sehari-hari, tanpa disadari.

Meditasi merupakan salah satu bentuk terapi gelombang otak alami yang paling tua dan dilakukan, jauh sebelum adanya teknologi untuk terapi tersebut.

Selain meditasi serta segala macam aktivitas memusatkan pikiran, Anda juga dapat merasakan terapi gelombang otak ketika:

  • Menikmati ombak di tepi pantai:

    Saat duduk di tepi pantai sembari menikmati deburan ombak, Anda tengah mendengarkan rata-rata 10 bunyi per detiknya. Otak akan merespons aktivitas ini dengan memproduksi gelombang alfa pada frekuensi 10 Hz, sehingga Anda mengalami ketenangan dan kedamaian.
  • Mendengarkan musik instrumental piano:

    Ketika beristirahat sembari mendengarkan musik instrumental piano dengan 6 ketukan per detik, otak Anda akan memproduksi gelombang theta, sehingga Anda akan merasa rileks dan cenderung lebih kreatif.
  • Berkendara di malam hari:

    Ketika berkendara dengan kecepatan tertentu di malam hari, Anda akan melihat rata-rata 20 sumber cahaya per detik. Sumber cahaya tersebut berasal dari lampu jalanan, gedung, maupun kendaraan lain.
    Saat hal ini terjadi, otak secara otomatis memproduksi gelombang beta dengan frekuensi 20 Hz. Hal ini menyebabkan Anda menjadi lebih waspada saat tengah berkendara.

Sementara itu, ketika Anda memperlambat laju kendaraan, Anda hanya akan melihat rata-rata 7 sumber cahaya per detik. Sehingga, otak akan memproduksi gelombang tetha dan menyebabkan Anda melamun ketika berkendara.

Catatan dari SehatQ

Untuk mendapatkan terapi gelombang otak dengan tujuan mengatasi kondisi medis tertentu seperti PTSD, berkonsultasilah pada dokter maupun psikolog.

Web MD.
https://www.webmd.com/mental-health/news/20170419/a-brainwave-to-help-fight-ptsd#1
Diakses pada 17 Februari 2020

Psychology Today.
https://www.psychologytoday.com/us/blog/the-athletes-way/201504/alpha-brain-waves-boost-creativity-and-reduce-depression
Diakses pada 17 Februari 2020

Consciousness Liberty.
https://consciousnessliberty.com/beyond-delta-gamma-superconsciousness-lambda-epsilon-brainwave-states/
Diakses pada 17 Februari 2020

Huffpost.
https://www.huffpost.com/entry/brain-wave-entrainment_b_4142898
Diakses pada 17 Februari 2020

Scientific American.
https://www.scientificamerican.com/article/what-is-the-function-of-t-1997-12-22/
Diakses pada 17 Februari 2020

Psych Central.
https://psychcentral.com/news/2013/02/14/controlling-brain-waves-may-be-key-to-meditations-benefits/51591.html
Diakses pada 17 Februari 2020

BrainWorks Neurotherapy.
https://brainworksneurotherapy.com/what-brainwave-entrainment
Diakses pada 17 Februari 2020

Inc.
https://www.inc.com/anne-gherini/how-beach-benefits-your-brain-according-to-science.html
Diakses pada 17 Februari 2020

Healthline.
https://www.healthline.com/health/binaural-beats#instructions
Diakses pada 17 Februari 2020

Artikel Terkait