Terdeteksi Saat Tidur Lelap, Apa Itu Gelombang Delta di Otak?


Gelombang delta adalah gelombang dengan amplitudo tinggi yang ada di otak manusia. Frekuensinya mulai dari 1-4 hertz dan bisa diukur menggunakan alat electroencephalogram (EEG). Periode ketika gelombang delta terjadi dalam tahapan tidur disebut dengan deep sleep.

0,0
20 Jun 2021|Azelia Trifiana
Otak memproduksi gelombang delta saat terlelapOtak memproduksi gelombang delta saat Anda terlelap
Pada manusia, gelombang delta adalah gelombang dengan amplitudo tinggi yang ada di otak manusia. Frekuensinya mulai dari 1-4 hertz dan bisa diukur menggunakan alat electroencephalogram (EEG). Periode ketika gelombang delta terjadi dalam tahapan tidur disebut dengan deep sleep.Gelombang ini berasal dari area thalamus di otak. Sangat erat kaitan antara gelombang ini dengan gelombang tidur perlahan yang terjadi di fase ketiga.

Mengenal gelombang di otak

Gelombang di otak atau brainwave adalah impuls yang terjadi di dalam otak. Produksinya datang dari komunikasi neuron. Manusia punya beberapa frekuensi gelombang berbeda, ada yang cepat ada pula yang lambat. Satuan ukuran dari brainwave adalah hertz (Hz).Berikut ini beberapa jenis gelombang di otak:
  • Gelombang delta

Berada di antara 1-3 hertz, ini adalah gelombang paling lambat sekaligus dengan amplitudo tertinggi. Gelombang ini muncul ketika seseorang sedang terlelap dan tidak lagi waspada akan sekitarnya.
  • Gelombang theta

Gelombang otak theta merepresentasikan fase ketika pikiran sedang tenang dan aktivitas mental tidak terlalu efisien. Pada level yang sangat rendah, aktivitas gelombang theta menunjukkan seseorang merasa begitu rileks, zona antara tertidur dan terlelap.
  • Gelombang alpha

Dengan ukuran 8-12 hertz, ini adalah gelombang yang lebih pelan sekaligus lebih besar. Ini merupakan transisi fase otak mulai rileks dan memasuki fase idle. Otak hanya akan merespons ketika diperlukan. Produksi gelombang alpha ini akan meningkat ketika Anda memejamkan mata dan membayangkan sesuatu yang damai.
  • Gelombang beta

Gelombang beta berada di antara 13-38 hertz. Ini adalah gelombang otak yang kecil namun lebih cepat. Kaitannya adalah dengan kondisi mental, aktivitas intelektual, dan konsentrasi maksimal. Secara umum, ini merupakan kondisi ketika seseorang sedang waspada.
  • Gelombang gamma

Dengan ukuran 39-42 hertz, ini adalah gelombang paling cepat dan halus. Ritme dari gelombang gamma mengatur persepsi dan tingkat kesadaran seseorang.

Pengaruh gelombang delta dan tidur

Gelombang delta pertama kali teridentifikasi pada awal tahun 1900an. Kala itu, para peneliti mulai bisa menggunakan alat EEG untuk melihat aktivitas otak saat tidur. Selama seseorang terlelap, otak akan memasuki siklus berbeda-beda.Pada awal tahap tidur, seseorang masih waspada dan sedikit terjaga. Produksi gelombang delta di tahapan ini mulai muncul dengan cepat namun kecil. Setelah itu, otak mulai bekerja lebih lambat dan muncul gelombang alpha.Lebih lanjut, ketika seseorang terlelap, maka akan terjadi 3 tahapan tidur yaitu:
  • Tahap 1 (N1)

Dimulai umumnya sejak pertama berbaring dan berlangsung antara 7-10 menit. Pada tahap light sleep ini, otak memproduksi aktivitas beramplitudo tinggi namun perlahan yang disebut gelombang theta.
  • Tahap 2 (N2)

Berlangsung lebih lama dibandingkan dengan tahap sebelunya. Tidur tahap ini mencakup 50% tidur sepanjang malam.
  • Tahap 3 (N3)

Fase deep sleep dan mencakup 20-25% tidur malam hari. Pada tahap ini, otak memproduksi gelombang yang dalam dan pelan bernama gelombang delta. Orang tidak lagi responsif dan sadar akan lingkungan sekitarnya. Umumnya, ini menjadi transisi antara tidur ringan dan nyenyak.Dalam tahapan di atas, gelombang delta berkaitan dengan fase deep sleep, yaitu tahap 3 dan rapid eye movement (REM). Ketika ini terjadi, kurang dari separuh gelombang otak mengandung gelombang delta.

Faktor yang berpengaruh pada gelombang delta

Menariknya, aktivitas gelombang delta pada perempuan lebih aktif ketimbang laki-laki. Tendensi ini berlaku pada spesies mamalia, meski belum jelas betul apa alasannya.Lebih jauh lagi, masalah pada otak seperti skizofrenia dan penyakit Parkinson juga berdampak pada produksi gelombang delta. Terjadinya narkolepsi saat tidur juga turut berpengaruh.Bahkan, penelitian pada tahun 2009 lalu juga menemukan pengaruh alkohol dan konsumsi obat-obatan terhadap gelombang delta di otak. Bahkan, penyalahgunaan zat semacam itu bisa mengakibatkan perubahan permanen pada aktivitas delta.

Bisakah membuat tidur lebih nyenyak?

Menariknya, mendengarkan musik seperti binaural beats juga bisa mengoptimalkan kinerja gelombang delta. Utamanya, dengan meningkatkan konsentrasi dan kewaspadaan sehingga tidur jadi lebih nyenyak tanpa ada interupsi berupa mimpi.Oleh sebab itu, mendengarkan nada ini secara konsisten dan teratur sebelum tidur bisa melatih otak untuk masuk ke gelombang yang ditargetkan. Dalam kaitannya dengan tidur, tentu merupakan gelombang theta atau delta.Ini terbukti bahwa ketika seseorang mendengarkan nada berfrekuensi rendah, aktivitas otak akan menjadi lebih pelan. Ini dapat membuat seseorang lebih rileks dan tidur lelap.Lebih jauh lagi, gelombang delta adalah gelombang otak paling perlahan yang ada pada manusia. Jenis gelombang ini paling banyak ditemukan pada bayi dan anak-anak. Sangat erat hubungan antara relaksasi dan tidur nyenyak terhadap kinerja gelombang ini.Penasaran apa lagi cara yang bisa dilakukan sebelum tidur guna meningkatkan aktivitas gelombang delta? Anda bisa konsultasi langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.  
tidurwaktu tidurmasalah tidur
Verywell Mind. https://www.verywellmind.com/what-are-delta-waves-2795104
Diakses pada 5 Juni 2021
International Journal on Nutrition, Diet, and Nervous System. https://www.tandfonline.com/doi/abs/10.1179/147683008X301540
Diakses pada 5 Juni 2021
Sleep Research Society. https://academic.oup.com/sleep/article/32/10/1341/2454479
Diakses pada 5 Juni 2021
Science Direct. https://www.sciencedirect.com/topics/agricultural-and-biological-sciences/brain-waves
Diakses pada 5 Juni 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait