Normalkah Gelembung Pasca Sunat? Ini Menurut Medis


Pada masa penyembuhan sunat, penis dapat mengalami edema atau pembengkakan berupa gelembung berisi air. Meskipun umumnya normal, Anda perlu waspada ketika gelembung luka sunat menunjukkan tanda-tanda infeksi.

0,0
26 Oct 2020|Nenti Resna
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Gelembung pasca sunat termasuk kondisi normalMuncul gelembung pada penis pasca sunat umumnya tergolong wajar
Orang tua mungkin merasa khawatir saat mendapati ada gelembung pasca sunat di penis anak laki-lakinya yang baru dikhitan. Meski umumnya normal dan akan mengering setelah beberapa hari, Anda juga perlu waspada karena kemunculan gelembung tersebut bisa jadi pertanda infeksi.

Penyebab muncul gelembung pasca sunat

Area kulit yang dipotong saat sunat akan mengalami luka. Jenis dan tingkat keparahan luka yang muncul tergantung pada metode sunat yang digunakan. Misalnya, sunat klamp yang lebih minim luka ketimbang metode sunat laser atau sunat konvensional.Luka sunat juga lebih ringan dan cepat sembuh apabila sirkumsisi dilakukan saat masih balita.Setelah disunat, kulit di sekitar penis akan mengalami peradangan dan kemerahan pada bekas luka sunat. Kondisi tersebut merupakan hal yang wajar sebagai bagian dari tahap penyembuhan luka sunat.Selain itu, pada masa penyembuhan, penis pun dapat mengalami edema atau pembengkakan yang ditandai dengan munculnya gelembung berisi cairan.Gelembung pasca sunat umumnya muncul karena berkumpulnya cairan darah putih yang membantu proses penyembuhan di area bekas irisan dan kepala penis. Seiring waktu, kondisi gelembung akan membaik (mengering) hingga masa penyembuhan selesai.

Gejala yang menyertai munculnya gelembung pasca sunat

Kemunculan gelembung berisi cairan pada penis anak laki-laki atau pria (jika sunat dilakukan setelah dewasa) biasanya turut disertai oleh sejumlah gejala berikut ini:
  • Demam dengan kenaikan suhu tubuh yang wajar dan semakin membaik seiring waktu.
  • Gelembung berair di area irisan yang akan mengering dan membaik dalam beberapa hari.
  • Luka irisan atau bekas jahitan yang meradang dan akan mengering dalam beberapa hari.
  • Rasa perih atau ngilu yang akan terus berkurang seiring sembuhnya luka sunat.
  • Muncul lapisan kuning keputihan pada kepala penis yang muncul beberapa hari setelah sunat dan biasanya hilang sendiri dalam satu minggu. Lapisan ini bukan nanah dan infeksi.
Dokter akan memberikan sejumlah obat untuk membantu penyembuhan luka setelah sunat agar dapat pulih secepatnya. Namun, jika ternyata pembengkakan dan gelembung pasca sunat tidak kunjung membaik atau bahkan bertambah parah, Anda harus mewaspadai terjadinya infeksi pasca sunat.

Tanda luka sunat infeksi

Infeksi merupakan salah satu komplikasi yang dapat terjadi setelah sunat. Kondisi ini termasuk jarang, tapi tetap harus diwaspadai.Berikut ini adalah beberapa tanda luka sunat mengalami infeksi:
  • Kemerahan yang semakin memburuk bahkan menyebar
  • Gelembung berisi nanah dan berbau
  • Gelembung pasca sunat tidak kunjung kering
  • Rasa sakit yang tidak membaik dan justru bertambah parah
  • Muncul pembengkakan di sekeliling bekas irisan dan tidak membaik
  • Demam tinggi
Ketika luka sunat infeksi, rasa sakit dan pembengkakan di penis dapat berlangsung hingga berhari-hari dan semakin parah. Jika hal ini terjadi, segera periksakan diri Anda ke dokter.Biasanya, untuk mengatasi luka sunat yang infeksi, dokter akan memberikan obat antiobotik, baik obat minum ataupun salep. Anda juga tetap harus minum obat untuk penyembuhan luka sunat yang telah diberikan.

Komplikasi setelah sunat lainnya

Selain infeksi luka sunat yang ditandai gelembung berisi nanah dan berbau, ada beberapa jenis komplikasi setelah sunat lainnya yang perlu diperhatikan.

1. Perdarahan

Perdarahan pada luka bekas sunat tergolong normal jika hanya mengeluarkan beberapa tetes darah saja. Walaupun sangat jarang, ada kasus perdarahan berlebihan setelah sunat.Hal ini bisa jadi karena faktor bawaan atau ada pembuluh darah yang tidak sengaja teriris. Kondisi ini biasanya akan berhenti sendiri. Jika merasa khawatir, Anda dapat segera menghubungi dokter.

2. Efek samping anestesi

Pada dasarnya, anestesi atau bius lokal saat sunat sangatlah aman. Akan tetapi, terdapat sejumlah efek samping bius sunat, seperti:
  • Memar
  • Pendarahan
  • Iritasi kulit
  • Aritmia
  • Masalah pernapasan
  • Reaksi alergi
  • Kematian (kasus langka)
Namun, kondisi-kondisi di atas sangat jarang terjadi dan biasanya hanya muncul jika pasien memiliki gangguan medis lainnya.Selain gelembung yang bernanah, apabila setelah sunat terjadi gangguan saluran kemih (susah buang air kecil), sebaiknya segera hubungi dokter karena seharusnya prosedur sunat tidak mengganggu proses buang air kecil.Masih ada lagi sejumlah komplikasi lainnya yang berisiko muncul setelah sirkumsisi, sebagaimana dilansir dari Stanford Medicine:
  • Sisa kulup penis menempel pada kepala penis
  • Kista pada bekas luka sunat
  • Peradangan saluran kemih (meatitis)
  • Fimosis
  • Nekrosis

Mencegah infeksi setelah sunat

Untuk mencegah gelembung berisi nanah, infeksi, dan komplikasi sunat lainnya, pun mengoptimalkan proses penyembuhan, ada beberapa hal yang bisa dilakukan, yaitu:
  • Gunakan jasa dokter atau ahli di bidang sunat. Konsultasikan kondisi medis sebelum sunat dan pilihan metode yang paling sesuai.
  • Bersihkan penis dengan air hangat dan sabun yang tidak mengandung bahan pewangi
  • Hindari berendam selama masa penyembuhan.
  • Ganti perban dengan rutin dan oleskan salep dari dokter pada luka secara teratur.
  • Jangan mengenakan celana dalam ketat selama masa penyembuhan
  • Gunakan obat sesuai dosis yang telah ditetapkan oleh dokter.
Pastikan Anda merawat kebersihan luka sunat dengan baik dan sesuai anjuran dokter. Jika khawatir dengan gelembung yang muncul pasca sunat, Anda Anda dapat menanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
pembengkakansunatbekas luka
Healthline. https://www.healthline.com/health/mens-health/circumcision-scar
Diakses pada 13 Oktober 2020
University of Mississippi Medical Center. https://www.umc.edu/Childrens/Childrens%20Urology/Patient%20Resources/What-to-Expect-After-Circumcision.html
Diakses pada 13 Oktober 2020
Kids Health. https://kidshealth.org/en/parents/procedure-circumcision.html
Diakses pada 13 Oktober 2020
Stanford Medicine. https://med.stanford.edu/newborns/professional-education/circumcision/complications.html
Diakses 13 Oktober 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait