Gelang Magnet, Benarkah Manfaatnya Positif untuk Arthritis?


Banyak klaim tentang gelang magnet bisa mengatasi berbagai macam penyakit. Jangan langsung percaya sebelum tahu fakta dan mengalanisisnya dari sisi medis.

(0)
13 Dec 2020|Dedi Irawan
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Gelang magnet dikatakan dapat mengatasi berbagai penyakitBanyak orang yang mengklaim bahwa gelang magnet mampu mengatasi berbagai penyakit
Banyak orang lebih memilih pengobatan alternatif karena tergiur dengan iklan atau klaim mereka yang mengaku berhasil sembuh. Salah satu yang sudah lama menjadi perdebatan adalah gelang magnet.Meski masih diperdebatkan, alat ini sudah diaplikasikan dalam berbagai keperluan manusia mulai dari kaos kaki, kasur, gelang, hingga pakaian olahraga.Manfaat yang diharapkan dari gelang bermagnet ini adalah meredakan nyeri akibat arthritis. Selain itu, banyak juga yang memakai gelang tersebut agar rasa nyeri di tumit, kaki, pergelangan tangan, pinggul, lutut, dan punggung hilang. Bahkan ada juga yang menggunakannya untuk meredakan pusing. Benarkah demikian?

Sejarah gelang magnet

Kepercayaan akan keampuhan gelang magnet berasal dari zaman dahulu, tepatnya periode Renaissance. Di era ini, magnet dianggap memiliki energi hidup sehingga diharapkan bisa memberi manfaat bagi orang yang menggunakannya.Di era 1970-an, terapi magnet sangat popular karena ada teori yang menyatakan bahwa langkah ini dapat membunuh sel-sel kanker, meredakan arthtritis, dan mengobati kemandulan. Kini, kepercayaan tersebut menjadi sumber bisnis yang menggiurkan.

Penelitian medis mengenai gelang magnet

Untuk membuktikan klaim bahwa magnet memiliki manfaat bagi kesehatan, banyak penelitian dilakukan. Beberapa penelitian berdasarkan tahunnya tersebut antara lain:
  • 1997

Pada tahun 1997 dilakukan penelitian yang mengungkapkan bahwa terapi magnet baik untuk meredakan nyeri. Magnet berkekuatan 10 kali lebih dari magnet kulkas dianggap dapat mengurangi nyeri jika ditempelkan di area yang sakit selama 45 menit. Studi ini dibuktikan pada 50 pasien.Hanya saja, studi ini dianggap melibatkan partisipan yang terlalu sedikit. Ada pula bias penelitian dari para dokter yang terlibat. Mereka terlebih dahulu melakukannya pada diri mereka sendiri sebelum riset. Sementara pada subyek dalam skala besar, penelitian ini gagal menunjukkan hasil yang sama.
  • 2006

Riset lain untuk menemukan bukti posifif magnet bagi kesehatan. Berbagai literatur diteliti untuk menemukan kaitan tersebut. Sayangnya studi ini gagal menemukan bukti akan klaim kemanjuran terapi magnet untuk mengobati berbagai penyakit. Kesimpulnnya menyatakan bahwa medan magnet statis tidak terbukti mampu mengobati penyakit.
  • 2007

Studi ilmiah lain dilakukan pada 2007 yang menyelidiki fungsi medan magnet dalam meredakan kekakuan atau nyeri sendi dan otot.Penelitian ini juga gagal menemukan bukti ilmiah yang menunjukkan bukti keampuhan medan magnet. Riset ini merupakan penelitian terbesar untuk mencari pembuktian magnet statis dalam menghilangkan rasa nyeri. Kesimpulannya adalah magnet tidak direkomendasikan untuk mengobati penyakit.
  • 2013

Pada tahun 2013, studi tertentu juga dilakukan untuk menjawab apakah benar magnet berguna dalam menyembuhkan penyakit.Berbagai gelang magnet dan tembaga diteliti untuk menemukan kemampuannya dalam meredakan nyeri pada penderita rheumatoid arthritis. Hasilnya, semua gelang gagal memberikan bukti yang meyakinkan.Penelitian ini juga membandingkan magnet kuat dan lemah yang ditempelkan pada lutut. Tetap saja tidak ada bukti kuat bahwa magnet bisa menjadi obat.Kesimpulan dari penelitian ini adalah penggunaan magnet tidak disarankan dalam mengobati rheumatoid arthritis.

Bukan dengan gelang magnet, begini cara tepat mengatasi nyeri

Melihat banyaknya penelitian yang menemukan bahwa magnet tidak efektif untuk pengobatan, sudah saatnya Anda tidak tertipu dengan klaim menggiurkan.Umumnya, efek baik tersebut hanya berupa efek placebo. Efek ini membahayakan karena akan membuat penderita merasa aman meski ia tidak menjalani pengobatan yang tepat. Padahal penyakit bisa saja terus menggerogoti tubuhnya.Alih-alih terjerumus buaian gelang magnet, lebih baik Anda mencari pengobatan yang tepat untuk nyeri. Penanganan dari dokter akan disesuaikan dengan kondisi yang mendasarinya. Berikut contohnya:

1. Nyeri akut

Untuk nyeri akut, dokter mungkin merespkan beberapa obat pereda nyeri. Misalnya, paracetamol, obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS), dan opioid.

2. Nyeri kronis

Untuk nyeri kronis, serangkaian perawatan di bawah ini dapat disarankan oleh dokter:
  • Akupunktur

Akupuntur dilakukan dengan cara menusukkan jarum-jarum kecil pada titik-titik tertentu pada tubuh. Metode kuno asal China ini makin diakui keampuhannya dalam meredakan nyeri.
  • Blok Saraf

Blok saraf dilakukan dengan cara menyuntik saraf yang menjadi sumber nyeri. Alhasil, bagian tubuh lain tak turut merasa sakit. Suntikan bisa juga dilakukan agar bagian tubuh tertentu mengalami mati rasa.
  • Psikoterapi

Untuk mengatai nyeri berkepanjangan, sisi emosi penderita juga perlu mendapatkan penanganan melalui psikoterapi. Langkah ini dilakukan agar kondisi mental penderita tetap terjaga, sehingga tidak terjerumus dalam depresi atau stres.
  • TENS

Transcutaneous electrical nerve stimulation (TENS) dilakukan untuk menstimulasi saraf dengan listrik transkutan. Tujuannya adalah merangsang sumber nyeri di otak dan sistem opioid guna meredakan nyeri.
  • Operasi

Pembedahan saraf, otak, dan tulang belakang penderita juga dapat menjadi alternatif medis untuk mengatasi nyeri. Jenis operasi tentu akan disesuaikan dengan sumber utama dari rasa sakit pada tubuh.Setelah mengetahui klaim palsu dan hasil penelitian yang membantahnya, janganlah terpengaruh oleh para penjual gelang magnet. Daripada membuang uang untuk gelang yang khasiatnya masih dipertanyakan, lebih baik Anda memakainya untuk mendapatkan pengobatan yang tepat dan sesuai anjuran dokter.Ingin  tahu lebih banyak tentang gelang magnet dan kaimnya untuk kesehatan? Anda bisa konsultasi langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
nyeri sendiartritisnyeri ototartritis rheumatoid
Healthline. https://www.healthline.com/health/pain-relief/do-magnetic-bracelets-help-with-pain
Diakses pada 13 Desember 2020
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/305500
Diakses pada 13 Desember 2020
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/322718
Diakses pada 13 Desember 2020
Live Science. https://www.livescience.com/40174-magnetic-therapy.html
Diakses pada 13 Desember 2020
Arthritis Organization. https://www.arthritis.org/health-wellness/treatment/complementary-therapies/natural-therapies/magnets,-copper-don-t-ease-arthritis-pain
Diakses pada 13 Desember 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait