Gejala yang Membedakan Alergi Alkohol dan Intoleransi Alkohol

(0)
29 Sep 2020|Azelia Trifiana
Alkohol dapat menyebabkan alergi dan intoleransi alkoholAlkohol dapat menyebabkan alergi
Intoleransi terhadap alkohol disebut juga dengan alergi alkohol. Alergi ini jarang terjadi, namun reaksinya bisa cukup parah. Orang yang alergi alkohol juga bisa sensitif terhadap komponen minuman beralkohol lain seperti gandum, jelai, anggur, ragi, atau gandum hitam.Mengingat penyebutan intoleransi alkohol dan alergi alkohol kerap disamakan, penting memastikan orang yang benar-benar mengalami alergi alkohol menghindari konsumsi alkohol sepenuhnya. Jika tidak, reaksi alerginya bisa berbahaya.

Gejala alergi alkohol

Orang yang memiliki alergi alkohol bisa bereaksi meski hanya mengonsumsi sedikit sekali alkohol. Bahkan pada beberapa kasus, bisa menimbulkan anaphylaxis. Ini adalah reaksi alergi parah yang mengancam nyawa karena menyebabkan kesulitan bernapas.Beberapa gejala dari alergi alkohol di antaranya:
  • Mulut, hidung, dan mata terasa gatal
  • Muncul ruam di kulit
  • Wajah, tenggorokan, dan bagian tubuh lain membengkak
  • Kesulitan bernapas
  • Dada terasa sesak
  • Bernapas dengan frekuensi nyaring
  • Mual dan muntah
  • Nyeri perut
  • Diare
  • Sakit kepala
  • Hilang kesadaran
Jangan pernah meremehkan gejala alergi alkohol. Apabila dibiarkan, reaksi alergi bisa menjadi semakin parah bahkan fatal.

Berbeda dengan intoleransi alkohol

Alergi alkohol adalah kondisi yang langka. Di sisi lain, intoleransi alkohol lebih umum terjadi. Perbedaannya adalah pada kondisi intoleransi alkohol, sistem pencernaan seseorang tak bisa mencerna alkohol dengan optimal.Orang dengan intoleransi alkohol akan merasakan beberapa gejala saat mengonsumsi minuman beralkohol, seperti:
  • Wajah memerah dan terasa hangat namun tanpa rasa nyeri
  • Sakit kepala
  • Mual dan muntah
  • Detak jantung lebih cepat
Perbedaan lain intoleransi alkohol dengan alergi alkohol adalah reaksi alergi pada orang yang alergi akan jauh lebih signifikan, seperti:
  • Wajah, leher, dan dada memerah dan hangat saat disentuh
  • Tubuh terasa tak nyaman
  • Muncul ruam kemerahan yang terasa nyeri dan gatal
  • Hidung dan mulut membengkak
  • Kram perut yang terasa intens
  • Detak jantung lebih cepat disertai kesulitan bernapas
Alergi alkohol bisa terjadi kapan saja ketika seseorang mengalami intoleransi baru terhadap substansi beralkohol. Selain itu ada kemungkinan lebih langka bahwa alergi alkohol merupakan gejala suatu keganasan limfoma Hodgkin.Sama seperti reaksi alergi lainnya, alergi alkohol terjadi karena sistem imun bereaksi terhadap alergen yaitu substansi alkohol. Konsekuensinya, sistem imun memproduksi antibodi immunoglobulin E (IgE) sehingga muncul reaksi alergi pada tubuh.Idealnya, tubuh akan memproduksi enzim aldehyde dehydrogenase (ALDH2) untuk mencerna alkohol menjadi asam asetat di liver. Namun ketika tubuh seseorang tidak dapat aktif memproduksi ALDH2, alkohol tak bisa terproses secara maksimal.

Cara diagnosis dan penanganan alergi alkohol

Untuk memastikan apakah seseorang mengalami alergi alkohol atau tidak, dokter akan merunut sejak kapan gejala dirasakan serta jenis minuman yang menjadi alergen.Umumnya, dokter akan melakukan tes alergi berupa skin prick test. Caranya adalah dengan meneteskan ekstrak alergen ke area kulit yang sudah ditusuk atau digores sebelumnya. Reaksinya kemudian menentukan apakah seseorang memiliki alergi atau tidak.Selain itu, dokter juga bisa melakukan tes provokasi oral untuk mendiagnosis alergi tertentu. Dalam prosedur ini, pasien akan diminta mengonsumsi sampel hal yang diduga menjadi pemciu alergi.Cara untuk menangani alergi alkohol bisa dilakukan dengan:
  • Tidak konsumsi alkohol

Cara paling mudah menghindari reaksi alergi alkohol tentu dengan menghindari konsumsi alkohol sepenuhnya. Ingat bahwa konsumsi alkohol dalam volume sedikit saja dapat memicu reaksi cukup parah. Selain itu, pastikan selalu membaca komposisi makanan dan minuman yang diduga menggunakan alkohol sebagai bahan tambahan.
  • Obat antihistamin

Ketika muncul reaksi alergi ringan, obat antihistamin umumnya cukup untuk mengatasinya. Namun apabila reaksi alergi lebih parah, mungkin perlu diberikan epinephrine. Orang dengan riwayat alergi biasanya direkomendasikan untuk selalu membawa alat suntik epinephrine untuk kondisi darurat.

Catatan dari SehatQ

Setiap orang bisa memiliki gejala dan reaksi alergi berbeda. Tingkat toleransi pun turut berpengaruh. Untuk itu, pastikan untuk berkonsultasi dengan dokter agar bisa mengetahui langkah tepat penanganan alergi alkohol.
penyakitalkoholkecanduan alkohol
Healthline. https://www.healthline.com/health/allergies/alcohol
Diakses pada 14 September 2020
Alcohol Rehab Guide. https://www.alcoholrehabguide.org/resources/medical-conditions/alcohol-allergy/
https://www.bustle.com/articles/123630-5-signs-youre-allergic-to-alcohol-not-just-alcohol-intolerant
WebMD. https://www.webmd.com/allergies/alcohol-allergy
https://www.bustle.com/articles/123630-5-signs-youre-allergic-to-alcohol-not-just-alcohol-intolerant
Bustle. https://www.bustle.com/articles/123630-5-signs-youre-allergic-to-alcohol-not-just-alcohol-intolerant
https://www.bustle.com/articles/123630-5-signs-youre-allergic-to-alcohol-not-just-alcohol-intolerant
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait