6 Gejala Usus Buntu dan Perbedaannya pada Ibu Hamil serta Anak-anak

Pada anak dan ibu hamil, ternyata ada gejala usus buntu yang berbeda
Gejala usus buntu umumnya dapat dirasakan oleh penderitanya

Penyakit usus buntu bisa terjadi pada siapa saja, baik dewasa, anak-anak, maupun lansia. Penyakit ini menyebabkan terjadinya peradangan dan infeksi pada usus buntu. Ini merupakan kondisi darurat medis yang dapat mengancam jiwa sehingga penting bagi Anda untuk mengenal gejala-gejala usus buntu secara lebih jelas.

Berbagai gejala usus buntu yang sering muncul

Meski orang mengenal nyeri perut sebagai gejala atau ciri-ciri usus buntu yang paling khas. Namun, ada berbagai gejala usus buntu lain yang bisa dirasakan oleh penderitanya. Beberapa gejala usus buntu yang biasanya terjadi, yaitu:

  • Nyeri di perut kanan bagian bawah

Nyeri di perut kanan bagian bawah merupakan gejala usus buntu yang paling jelas. Nyeri ini akan terasa sangat menyakitkan, dan datang secara tiba-tiba dari sekitar pusar serta turun ke area kanan bawah. Awalnya nyeri ini terasa seperti kram, namun bertambah buruk ketika bergerak, batuk, atau bersin. Nyeri biasanya tidak hilang hingga usus buntu yang meradang diangkat dengan operasi.

  • Demam ringan

Penyakit usus buntu mampu menyebabkan demam ringan antara 37-38?. Selain itu, Anda juga dapat merasakan kedinginan. Jika usus buntu pecah, infeksi yang terjadi akan membuat demam Anda meningkat menjadi lebih dari 38?, serta terjadi pula peningkatan denyut jantung.

  • Mual dan muntah

Mual dan muntah bisa muncul akibat penyakit usus buntu. Kondisi ini memang menjadi gejala dari kondisi lain. Namun jika disertai nyeri perut dan demam ringan, mual dan muntah diduga menjadi tanda dari usus buntu.

  • Nafsu makan berkurang atau bahkan tidak ada

Mual dan muntah yang Anda alami tentu akan berpengaruh pada nafsu makan. Saat mengalami penyakit usus buntu, nafsu makan Anda akan berkurang, atau bahkan merasa tidak nafsu untuk makan.

  • Diare atau sembelit

Penyakit usus buntu juga mampu menyebabkan gangguan pencernaan, seperti diare atau sembelit. Hal ini diakibatkan oleh peradangan pada usus buntu Anda yang dapat memengaruhi saluran pencernaan.

  • Perut kembung

Ketika terkena penyakit usus buntu, Anda dapat mengalami kesulitan untuk kentut. Hal ini membuat gas dalam perut menjadi menumpuk sehingga menyebabkan perut kembung. Perut yang kembung bisa membuat Anda merasa tidak nyaman.

Tidak semua gejala dapat dirasakan oleh penderita usus buntu sehingga pemeriksaan dokter sangat diperlukan. Selain itu, meski sebagian besar orang yang menderita penyakit usus buntu memiliki gejala yang sama, namun sebagian lainnya menunjukkan gejala yang agak berbeda. Hal ini terjadi pada anak-anak dan wanita hamil. Lantas, apa saja gejala usus buntu pada keduanya?

Gejala usus buntu pada anak dan wanita hamil

Sebagian besar anak akan mengeluhkan sakit perut yang tajam ketika mengalami penyakit usus buntu. Namun, ada pula gejala-gejala usus buntu lainnya, seperti:

  • Perut anak menjadi bengkak atau kembung
  • Perut anak terasa lunak namun sakit saat disentuh
  • Jumlah sel darah putih dalam tubuhnya meningkat
  • Demam yang ringan atau tinggi
  • Anak jarang atau sama sekali tidak buang air besar
  • Berjalan membungkuk karena perut terasa sakit
  • Berbaring miring dengan paha menyentuh perut untuk menahan rasa sakit
  • Mual dan muntah yang disertai dengan kelelahan

Anak-anak mungkin tidak dapat menggambarkan gejala yang dirasakan dengan jelas. Ketika Anda merasa curiga anak Anda menunjukkan gejala usus buntu, sebaiknya segera periksakan mereka ke dokter.

Bukan hanya pada anak-anak, penyakit usus buntu juga dapat terjadi pada wanita hamil meski jarang. Gejala usus buntu pada wanita hamil mirip dengan gejala usus buntu pada umumnya. Namun, posisi usus buntu pada perut wanita hamil lebih tinggi karena janin yang sedang tumbuh menggeser posisi usus. Oleh sebab itu, rasa nyeri di bagian kanan perut posisinya menjadi lebih ke atas.

Selain itu, demam dan diare lebih jarang terjadi pada wanita hamil yang mengalami penyakit usus buntu. Namun, ada gejala lain yang lebih khas, seperti sulit atau terasa sakit saat buang air kecil, dan terjadi kontraksi rahim.

Jika usus buntu telah meradang dan pecah, maka dapat membahayakan ibu dan janin. Akan tetapi, operasi usus buntu pada wanita hamil merupakan prosedur yang aman dilakukan untuk mengangkat usus buntu dengan risiko komplikasi yang rendah. Prosedur operasi ini dikenal dengan apendektomi laparoskopi.

Penyakit usus buntu akan sangat berbahaya jika dibiarkan karena dapat menyebabkan usus buntu pecah, dan infeksi meluas ke seluruh perut hingga berisiko menyebabkan kematian. Operasi usus buntu atau pembedahan untuk mengangkat usus buntu diperlukan untuk mencegah terjadinya risiko tersebut.

Dokter akan segera mengangkat usus buntu Anda untuk menghindari pecahnya usus buntu. Namun, jika usus buntu telah membentuk kantung nanah (abses), maka Anda harus melakukan dua prosedur, yaitu mengeringkan abses dan menghilangkan usus buntu. Oleh sebab itu, jika Anda merasakan gejala usus buntu, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter agar segera mendapat penanganan yang tepat.

Healthline. https://www.healthline.com/health/appendicitis-or-gas#gas-pain-symptoms
Diakses pada 20 Agustus 2019

Healthline. https://www.healthline.com/health/digestive-health/appendicitis-emergency-symptoms#in-children
Diakses pada 20 Agustus 2019

Everyday Health. https://www.everydayhealth.com/appendicitis/guide/symptoms/
Diakses pada 20 Agustus 2019

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/312123.php
Diakses pada 20 Agustus 2019

WebMD. https://www.webmd.com/digestive-disorders/digestive-diseases-appendicitis#1
Diakses pada 20 Agustus 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed