Kenali Trikotilomania, Kebiasaan Mencabut Rambut yang Berisiko Kebotakan


Trikotilomania adalah gangguan mental kronis dengan kebiasaan menarik rambut di seluruh area tubuh. Penderita tikotilomania atau hair-pulling disorder merasakan kepuasan dan kelegaan setelah mencabut rambutnya.

(0)
07 Feb 2020|Azelia Trifiana
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Trikotilomani adalah gangguan mental dengan gejala memiliki kebiasaan mencabut rambut.Penderita trikotilomania biasanya merasa lega setelah menarik rambut
Berhubungan dengan masalah Obsessive-Compulsive Disorder, ada kondisi gangguan mental yang disebut trikotilomania. Trikotilomania adalah gangguan dengan ciri munculnya keinginan kuat untuk menarik rambut dari kepala, alis, bulu mata, dan bagian tubuh lainnya. Meskipun penderita trikotilomania berusaha menghentikannya, keinginan itu datang lagi dan lagi.Trikotilomania adalah penyakit dengan gejala bervariasi, mulai dari ringan hingga parah. Untuk mereka yang menderita kondisi ini cukup parah, rambut di area wajah seperti alis dan bulu mata bisa benar-benar habis.

Gejala trikotilomania

Nama lain trikotilomania adalah hair-pulling disorder. Nama ini juga mewakili gejala trikotilomania seperti:
  • Terus-menerus ingin menarik rambut
  • Merasa tidak percaya diri di kehidupan sosial dan pekerjaan
  • Merasa lega setelah menarik rambut
  • Mengalami kerontokan drastis
  • Bermain-main dengan rambut yang telah ditarik
  • Mengunyah atau menggigit rambut yang telah ditarik
  • Kesulitan atau memiliki masalah di tempat kerja, sekolah, atau dalam situasi tertentu karena memiliki keinginan yang besar untuk mencabut rambutnya
Selain beberapa gejala di atas, banyak penderita gangguan mental ini yang juga tanpa sadar memiliki kebiasaan menggigit kuku, menarik bagian kulit tertentu, atau menggigit bibir.Terkadang ada juga penderita trikotilomania yang menarik rambut atau bulu dari selimut atau boneka. Biasanya, penderita trikotilomania melakukan kebiasaan ini di tempat tertutup atau ketika sedang sendirian.

Trikotilomania adalah gangguan mental jangka panjang

trikotilomania adalah gangguan mental yang membuat penderitanya memiliki kebiasaan menarik rambut
Bila trikotilomania dibiarkan, penderitanya akan mengalami kerontokan rambut yang drastis
Masalah trikotilomania adalah sesuatu yang kronis atau bisa berlangsung dalam jangka panjang. Jika dibiarkan, gejala-gejala di atas bisa berlangsung semakin parah.Terlebih, trikotilomania adalah masalah yang juga berkaitan erat dengan emosi. Contohnya ketika merasakan emosi negatif seperti stres atau cemas, penderita trikotilomania bisa mulai menarik-narik rambutnya.Bahkan ketika ada emosi positif pun, pasien bisa saja melakukan kebiasaannya ini. Mereka kerap merasa puas dan lega ketika menarik rambut sehingga merasa “butuh” untuk terus menerus melakukannya.

Siapa yang rentan menderita trikotilomania?

Prevalensi terjadinya trikotilomania pada remaja dan orang dewasa adalah sekitar 1-2%, dengan rasio perempuan banding laki-laki sebesar 10:1.Tidak jelas adakah orang dengan faktor risiko tertentu yang rentan menderita trikotilomania. Namun, beberapa hal yang berhubungan adalah:
  • Orang dengan masalah pada otak seperti penderita OCD atau depresi
  • Perubahan hormon saat pubertas (10-13 tahun)
  • Penderita stres emosional yang mencari cara untuk melegakan perasaan
  • Orang yang cemas berlebih

Cara mengobati penyakit trikotilomania

Diagnosis trikotilomania pada tahap awal dilakukan dengan berkonsultasi dengan dokter umum atau untuk kasus tertentu akan dirujuk ke dokter spesialis kulit. Selanjutnya, dokter kemungkinan akan merujuk pasien untuk berkonsultasi dengan psikiater. Pada tahap ini, proses penyembuhan ini dilakukan dengan mendiagnosis kebiasaan dan perilaku pasien.Pada dasarnya, karena trikotilomania ini berawal dari keinginan seseorang yang tidak tertahankan untuk mencabuti rambutnya, maka akan ada penilaian tentang perilaku dan kebiasaan pasien itu sendiri.Dalam sesi konsultasi, pasien akan diminta untuk memerhatikan kebiasaan mencabuti rambut, seperti kapan saja perilaku ini muncul, berapa lama waktu yang dihabiskan, hingga kondisi kesehatan mental pasien yang berhubungan dengan tingkatan stres.Pasien juga akan diminta untuk mencari kegiatan pengalihan dari perilaku buruk yang dilakukan secara berulang. Dalam kasus tertentu, pasien akan diresepkan obat-obatan, seperti antidepresan dari golongan serotonin reuptake inhibitor (SSRI) untuk membantu mencegah gejala semakin parah.Selain itu, pasien juga dapat diberikan resep obat clomipramine yang biasanya diresepkan untuk gangguan OCD dan obat olanzapine untuk kondisi bipolar dan skizofrenia. Meski begitu, masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk mengonfirmasi efektivitas kerja obat ini dalam mengobati trikotilomania.Jenis pengobatan bagi pasien trikotilomania tentu berbeda-beda, bergantung pada kondisi mereka masing-masing. Sebisa mungkin, segera cari pengobatan sebelum kondisinya semakin parah.Salah satu metode untuk menyembuhkan trikotilomania adalah terapi perilaku kognitif atau CBT. Istilahnya adalah habit reversal training.Tujuan dari terapi ini adalah mengganti kebiasaan buruk dengan hal lain yang tidak berbahaya. Biasanya, pasien akan dibimbing untuk melakukan beberapa hal seperti:
  • Menulis di jurnal tentang kebiasaan menarik rambut
  • Mencari tahu apa kondisi yang memicu kebiasaan menarik rambut
  • Menghindari kondisi pemicu kebiasaan
  • Mengganti aktivitas menarik rambut dengan yang lain seperti meremas stress ball
  • Melibatkan orang terdekat seperti keluarga atau grup sesama penderita trikotilomania untuk memberi dukungan emosional
  • Berbicara dengan psikiater untuk memahami emosi di balik trikotilomania
Selain itu, melakukan hal yang nyaman seperti berendam atau mengatur napas seperti saat meditasi juga bisa dicoba untuk mengalihkan keinginan menarik rambut. Melatih pernapasan dapat membantu seseorang fokus dan menenangkan sistem saraf pusat ketika terjadi hal yang memicu stres.Berolahraga atau aktif bergerak juga diharapkan bisa memberikan alternatif kegiatan produktif yang lebih tidak berbahaya.

Pertanyaan saat konsultasi dokter

Jika Anda memutuskan untuk mengobati trikotilomania dengan bantuan medis secara profesional, ada beberapa pertanyaan yang dapat ditanyakan ketika Anda berkonsultasi dengan dokter.
  • Apa kemungkinan besar yang menjadi penyebab gangguan mental ini?
  • Bagaimana dokter akan mendiagnosis kondisi kesehatan?
  • Apakah kondisi yang diderita dapat hilang begitu saja tanpa perlu melakukan tindakan penyembuhan secara medis?
  • Perawatan apa yang dokter rekomendasikan untuk mengatasi kondisi ini?
  • Jika memang diharuskan untuk mengonsumsi obat tertentu, risiko efek samping apa yang akan dialami?
Jika Anda atau kerabat terdekat mengidap penyakit ini, pastikan untuk selalu diberikan dukungan dan mendapat cukup atensi dari orang-orang terdekat. Alasannya, karena pengobatan untuk trikotilomania memerlukan waktu yang lama dan juga komitmen yang tidak sembarangan.
depresigangguan mentaltrikotilomaniagangguan kecemasan
Psycom. https://www.psycom.net/what-is-trichotillomania/
Diakses 30 Januari 2020
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/trichotillomania/symptoms-causes/syc-20355188
Diakses 30 Januari 2020
NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3190970/
Diakses pada 18 Februari 2021
NHS. https://www.nhs.uk/conditions/trichotillomania/
Diakses 30 Januari 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait