Waspadai Gejala Trikomoniasis: Menular dan Sulit Diketahui

(0)
Parasit Trichomonas vaginalis, penyebab trikonomiasis ditularkan melalui berhubungan seksSalah satu gejala trikomoniasis adalah rasa nyeri saat buang air kecil.
Setiap tahunnya diperkirakan terdapat 357 juta infeksi baru yang disebabkan oleh empat jenis Infeksi Menular Seksual (IMS). Trikomoniasis salah satunya. Bahkan, penyakit ini menjadi penyumbang angka IMS terbanyak (143 juta) dibanding ketiga penyumbang lainnya, klamidia (131 juta), gonore (78  juta), sifilis (5.6 juta).  Penyakit ini disebabkan oleh parasit dan dapat menyerang laki-laki maupun perempuan, tapi dengan gejala yang berbeda. Parasit ini dapat tersebar apabila seseorang yang terinfeksi, melakukan hubungan seksual dengan orang lain tanpa menggunakan kondom atau sering bergonta-ganti pasangan. Lebih jauh, berikut penjelasannya untuk Anda.

Bagaimana penularan trikomoniasis terjadi?

Peyebab trikomoniasis adalah parasit bernama Trichomonas vaginalis. Ia bisa berpindah dari satu orang ke orang lain saat seseorang yang terinfeksi melakukan hubungan seksual.Pada wanita, infeksi ini seringkali terjadi di saluran kelamin bagian bawah, seperti vagina, bibir vagina, mulut rahim, dan saluran keluarnya air kencing atau uretra. Sedangkan pada laki-laki, bagian yang paling sering terinfeksi adalah saluran keluarnya air kencing atau uretra.Saat berhubungan seks, biasanya parasit akan menyebar dari penis menuju vagina, atau sebaliknya. Infeksi juga dapat menyebar dari vagina ke vagina lainnya. Tidak hanya pada alat kelamin, penyakit ini juga bisa muncul di anggota tubuh lainnya, seperti tangan, mulut, dan anus. Tapi, hal tersebut sangat jarang terjadi.Ada beberapa faktor yang membuat seseorang berisiko lebih tinggi terinfeksi atau tertular trikomoniasis, yaitu:
  • berhubungan seks dengan lebih dari satu orang
  • riwayat infeksi menular seksual lainnya
  • riwayat infeksi trikomoniasis sebelumnya
  • berhubungan seks tanpa kondom

Apa saja gejala trikomoniasis?

Trikomoniasis tidak selalu menimbulkan tanda dan gejala. Meski begitu, orang yang tidak bergejala pun masih bisa menularkan infeksi ini ke orang lain. Tidak sepenuhnya dimengerti mengapa pada sebagian orang yang terinfeksi tidak timbul gejala. Mungkin hal ini dipengaruhi oleh faktor usia dan daya tahan tubuh seseorang.Pada orang yang merasakan gejala, ciri khas penyakit ini biasanya akan terlihat sekitar lima sampai 28 hari setelah infeksi pertama kali terjadi. Pada perempuan, gejala yang dapat timbul antara lain: 
  • Keputihan yang berbau tidak sedap
  • Keputihan yang berwarna (putih, keruh, kekuningan, atau kehijauan)
  • Area vagina menjadi kemerahan dan terasa panas
  • Muncul rasa gatal di area sekitar kemaluan
  • Muncul rasa sakit saat buang air kecil atau saat berhubungan seks
Pada laki-laki, trikomoniasis lebih sering tidak bergejala. Namun saat muncul gejala, penyakit ini bisa memicu timbulnya beberapa kondisi seperti di bawah ini.  
  • Iritasi di dalam saluran kencing
  • Rasa terbakar saat buang air kecil atau saat ejakulasi
  • Keluarnya cairan dari lubang penis
Infeksi trikomoniasis biasanya tidak berjalan sendiri. Seringkali, infeksi ini berbarengan dengan infeksi lain seperti gonore atau kencing nanah. Oleh karena itu, saat pemeriksaan dan diagnosis, dokter biasanya tidak hanya mengkonfirmasi infeksi trikomoniasis, tetapi juga infeksi menular seksual lainnya.Pada perempuan yang terinfeksi penyakit ini, biasanya juga akan ditemukan adanya vaginosis bakterialis. Vaginosis bakterialis adalah keadaan di mana bakteri baik pada vagina berkurang sehingga bakteri yang merugikan dapat bertumbuh.Jika anda mengalami beberapa gejala di atas, segera periksakan diri ke dokter karena infeksi ini pada umumnya dapat disembuhkan. Anda juga disarankan untuk memeriksakan diri meski tidak memiliki gejala, apabila menemukan faktor-faktor risiko penyakit ini ada pada diri Anda. 

Pengobatan trikomoniasis yang efektif

Pengobatan trikomoniasis yang paling efektif adalah dengan mengonsumsi obat metronidazole atau tinidazole. Dosis konsumsi obat akan disesuaikan oleh dokter karena untuk membunuh parasit di tubuh, bisa diperlukan satu dosis besar untuk sekalin minum atau dosis kecil yang diperuntukkan untuk beberapa kali minum.Perawatan untuk infeksi ini tidak hanya perlu dijalani oleh orang yang terdiagnosis, namun juga oleh pasangannya. Selain itu, orang yang sedang menjalani pengobatan tidak boleh berhubungan seksual hingga infeksi benar-benar sembuh. Biasanya, penyembuhan memakan waktu selama satu minggu.Setelah mengonsumsi metronidazole, Anda tidak boleh mengonsumsi alkohol selama 24 jam. Jika yang dikonsumsi adalah tinidazole, maka Anda tidak boleh minum alkohol selama 72 jam kedepan. Sebab, hal itu akan membuat Anda mengalami mual dan muntah yang parah.Apabila perawatan telah selesai dijalani, maka dokter umumnya akan menginstruksikan Anda untuk melakukan pemeriksaan lanjutan, dua minggu sampai tiga bulan setelahnya. Hal ini untuk memastikan bahwa tidak ada infeksi susulan yang terjadi.Jika tidak diobati, infeksi trikomoniasis bisa bertahan hingga berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun di tubuh seseorang.
penyakit menular seksualgonorrheatrikomoniasisinfeksi menular seksualkencing nanah
WHO. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/sexually-transmitted-infections-(stis)
Diakses 25 April 2019
CDC. https://www.cdc.gov/std/trichomonas/stdfact-trichomoniasis.htm
Diakses 25 April 2019
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/trichomoniasis/symptoms-causes/syc-20378609
Diakses 25 April 2019
Schwebke JR, Burgess D. Trichomoniasis. Clinical microbiology reviews. 2004 Oct 1;17(4):794-803
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait