Mencermati Gejala Thalasemia pada Anak, Bisakah Penyakit Ini Dicegah?

(0)
14 Jul 2020|Arif Putra
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Gejala thalasemia pada anak antara lain yakni kulit pucat dan kelelahanMudah lelah dan kulit pucat merupakan contoh gejala-gejala thalasemia pada anak
Thalasemia adalah kelompok penyakit genetik yang disebabkan oleh penurunan produksi hemoglobin dalam sel darah merah. Sebagai penyakit genetik, thalasemia pada anak diturunkan dari kedua orangtuanya. Gejalanya pun dapat muncul di awal-awal kehidupan Si Kecil.Thalasemia umum diderita oleh anak-anak di Afrika, Asia, dan Mediterania. Indonesia sendiri merupakan negara yang rentan dengan thalasemia. Dilansir dari Detik, thalasemia merupakan penyakit ke-5 yang menghabiskan penggunaan BPJS Kesehatan oleh masyarakat.

Gejala thalasemia pada anak yang patut diwaspadai

Gejala thalasemia pada anak dapat muncul dalam dua tahun pertama sejak kelahirannya. Beberapa gejala pada anak dengan thalasemia yang mungkin dapat orangtua kenali, yaitu:
  • Kelelahan
  • Penyakit kuning
  • Kulit pucat
  • Tidak memiliki nafsu makan atau nafsu makan rendah
  • Pertumbuhan anak yang lambat
Apabila anak menunjukkan gejala di atas, terutama berupa pertumbuhan Si Kecil yang lambat, Anda disarankan untuk segera menemui dokter. Thalasemia yang tidak ditangani dapat berujung pada komplikasi, seperti gagal jantung dan infeksi.

Jenis-jenis thalasemia pada anak

Ada beberapa jenis thalasemia yang bisa terjadi menimpa anak-anak. Tipe thalasemia bisa dibedakan berdasarkan gejalanya dan berdasarkan penyebabnya.

1. Thalasemia beta

Thalasemia beta terjadi ketika tubuh anak tidak mampu menghasilkan komponen hemoglobin yang disebut beta globin. Beta globin tersusun atas dua gen yang masing-masing berasal dari orangtua anak.Thalasemia beta terdiri atas dua subtipe, yaitu:
  • Thalasemia mayor, yaitu bentuk thalasemia beta yang paling parah. Pasien akan membutuhkan transfusi darah seumur hidup untuk mengontrol penyakit ini.
  • Thalasemia intermedia, yakni bentuk thalasemia yang sedikit lebih ringan dibandingkan thalasemia mayor. Jenis thalasemia ini biasanya baru terdiagnosis saat anak sudah lebih besar. Anak dengan thalasemia intermedia tidak membutuhkan transfusi darah yang rutin.

2. Thalasemia alfa

Thalasemia alfa terjadi ketika tubuh anak tidak dapat menghasilkan alfa globin, komponen lain dari hemoglobin. Alfa globin tersusun atas empat gen, di mana setiap dua gen berasal dari masing-masing orangtua anak.

3. Thalasemia minor

Pada thalasemia minor, anak biasanya tidak bergejala dan tampak sehat. Namun, pada pemeriksaan darah, kadar hemoglobin akan ditemukan lebih rendah.

Penanganan thalasemia pada anak

Penanganan medis bisa diberikan jika anak menderita bentuk thalasemia yang sedang atau parah. Penanganan thalasemia pada anak tersebut, termasuk:

1. Transfusi darah

Transfusi darah membantu memberikan suplai darah untuk si Kecil. Semakin parah bentuk thalasemia seorang anak, semakin sering pula kemungkinan Si Kecil akan menerima transfusi darah.

2. Terapi khelasi

Terapi khelasi adalah tindakan untuk menyingkirkan penumpukan zat besi di tubuh anak. Penumpukan zat besi bisa terjadi karena transfusi darah yang rutin dilakukan. Pada beberapa kasus, anak yang tidak menjalani transfusi darah juga berisiko mengalami penumpukan mineral besi.Obat minum, seperti deferasirox dan deferiprone diberikan untuk singkirkan zat besi mungkin juga akan diberikan oleh dokter untuk anak penderita thalasemia.

3. Transplantasi sel punca

Lebih dikenal dengan transplantasi sumsum tulang, tindakan ini dapat menjadi pilihan pada anak penderita thalasemia, terutama yang memiliki bentuk parah penyakit ini. Transplantasi sel punca membantu mengurangi kebutuhan akan transfusi darah dan konsumsi obat-obatan.

Adaptasi gaya hidup untuk anak penderita thalasemia

Selain dengan tindakan penanganan dokter, thalasemia yang diderita Si Kecil dapat dikontrol melalui adaptasi gaya hidup, misalnya:
  • Menghindari makanan sumber zat besi, termasuk dari suplemen dan makanan olahan yang mengandung zat besi yang tinggi
  • Konsumsi makanan sehat, terutama yang tinggi kalsium dan vitamin D. Dokter mungkin juga akan memberikan suplemen asam folat atau vit. B9
  • Menjalani perilaku hidup bersih untuk hindari infeksi, termasuk dengan rajin mencuci tangan dan vaksinasi
  • Senantiasa memberikan dukungan moral untuk Si Kecil
Anak sedih
Dukungan moral harus selalu diberikan pada anak penderita thalasemia

Bisakah thalasemia pada anak dicegah?

Thalasemia sejatinya bukan penyakit yang bisa dicegah. Namun, pasangan yang hendak menikah dan memiliki anak bisa menjalani pemeriksaan genetik untuk mengetahui status masing-masing pihak. Tes tersebut membantu mengetahui kedua pihak tidak membawa gen thalasemia, atau sebaliknya membawa gen penyakit ini.Apabila hasil pernikahan Anda nantinya berisiko membuat sang anak menderita thalasemia, dokter mungkin akan menyarankan tindakan teknologi reproduksi berbantu.Tindakan ini boleh jadi berpotensi menurunkan risiko thalasemia pada anak nantinya. Namun, tetap diskusikan secara gamblang bersama dokter terkait solusi terbaik yang bisa dilakukan Anda dan pasangan.

Catatan dari SehatQ

Thalasemia pada anak diturunkan dari orangtuanya yang menderita atau membawa gen penyakit ini. Agar Si Kecil memiliki risiko kecil terhadap thalasemia dan komplikasinya, menjalani pemeriksaan genetik sebelum memiliki anak sangat disarankan.
penyakit anakthalasemiapenyakit genetik
About Kids Health. https://www.aboutkidshealth.ca/Article?contentid=840&language=English
Diakses pada 29 Juni 2020
Family Doctor. https://familydoctor.org/condition/thalassemia
Diakses pada 29 Juni 2020
Detik. https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-4320973/indonesia-sabuk-talasemia-15-persen-penduduknya-adalah-pembawa-sifat
Diakses pada 29 Juni 2020
Healthline. https://www.healthline.com/health/thalassemia
Diakses pada 29 Juni 2020
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. http://p2ptm.kemkes.go.id/kegiatan-p2ptm/subdit-penyakit-kanker-dan-kelainan-darah/thalassemia-faq
Diakses pada 29 Juni 2020
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/thalassemia
Diakses pada 29 Juni 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait