Wanita lebih rentan alami gejala sakit ginjal dibandingkan pria karena uretra yang lebih pendek
Gejala sakit ginjal paling rentan dialami oleh wanita karena uretra yang lebih pendek

Jika dibiarkan, infeksi bakteri pada ginjal bisa memburuk menjadi penyakit gagal ginjal kronis. Gejala sakit ginjal lebih banyak dirasakan oleh perempuan, terutama ibu hamil, anak-anak berusia di bawah 2 tahun, dan lansia di atas 60 tahun.

Jika melihat dari kacamata analisis populasi dan gender, penelitian dari University of Washington dan University of Miami Miller School of Medicine mempertegas hal ini dengan temuan mereka: tingkat kejadian sakit ginjal lebih tinggi pada perempuan.

Dalam populasi 10,000 jiwa, ada 12 hingga 13 kasus dialami perempuan. Di sisi lain, masih dalam populasi yang sama, hanya ada 2-3 kasus yang dialami pria. Angka ini stabil dari tahun ke tahun.

Catatan ini diidentifikasi secara terkomputerisasi. Data yang menjadi rujukan adalah resep antibiotik dan hasil tes urine.

Lantas, apakah fakta ini membuat pria tak perlu terlalu waspada akan gejala sakit ginjal? Tentu tidak.

Mengapa wanita lebih rentan sakit ginjal?

Gejala sakit ginjal terkadang tidak disadari oleh penderitanya sampai kemudian 90 persen ginjal tidak lagi berfungsi. Mengingat ginjal memiliki peran penting untuk menghilangkan racun dalam tubuh, ketika ginjal sakit, tubuh akan sangat terganggu.

Terkait dengan hal tersebut, gejala sakit ginjal pada wanita yang lebih rentan biasanya erat kaitannya dengan infeksi kandung kemih dan ginjal. 

Secara fisiologis, perempuan memiliki uretra yang lebih pendek sehingga bakteri lebih mudah menginfeksi kandung kemih dibandingkan dengan pria.

Bakteri pun bisa datang dari mana saja, mulai dari toilet yang tidak bersih hingga hubungan seksual yang membuat uretra mengalami iritasi.

Namun di luar hal itu, gejala sakit ginjal antara pria dan wanita cukup mirip.

Gejala sakit ginjal

Hanya dalam waktu beberapa hari bahkan beberapa jam saja, infeksi ginjal dapat menyebar dengan cepat. Penderitanya dapat merasakan gejala sakit ginjal seperti:

  • Diare
  • Mual
  • Menggigil hebat
  • Muntah
  • Nyeri punggung sebelah bawah
  • Sakit di leher
  • Urine berdarah atau berbusa dengan bau menyengat

Biasanya gejala sakit ginjal di atas menjadi semakin parah saat seseorang hendak buang air kecil. Terlebih, frekuensi ingin buang air kecil juga meningkat ketika seseorang menderita sakit ginjal.

Bagaimana mencegahnya?

Tentu jauh sebelum merasakan gejala sakit ginjal, setiap individu akan melakukan apapun untuk mencegahnya. Salah satu yang paling utama adalah mengonsumsi cairan dalam jumlah banyak.

Selain itu, beberapa cara lain untuk mencegah sakit ginjal adalah:

  • Jangan menunda buang air kecil
  • Buang air kecil usai berhubungan seksual
  • Membasuh area genital sebelum dan sesudah berhubungan seksual
  • Setelah menggunakan toilet umum, bersihkan anus dari depan ke belakang untuk menghindari kemungkinan bakteri dari anus masuk ke area genital
  • Konsumsi serat untuk menghindari konstipasi yang dapat meningkatkan risiko infeksi ginjal

Baik pria maupun wanita, hal yang tak kalah krusial adalah menjaga kekebalan tubuh tetap baik. Dengan cara ini, infeksi bakteri apapun tidak akan dengan mudah menyerang.

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/182306.php
Diakses pada 3 Juni 2019

American Kidney Fund. http://www.kidneyfund.org/kidney-disease/kidney-problems/
Diakses pada 3 Juni 2019

Oxford Journals. http://cid.oxfordjournals.org/content/45/3/273.full.pdf
Diakses pada 3 Juni 2019

NHS. https://www.nhs.uk/conditions/kidney-infection/symptoms/
Diakses pada 3 Juni 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed