Gejala Preeklampsia Ringan dan Cara Menanganinya

(0)
13 Jul 2020|Asni Harismi
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Preeklampsia ringan dapat memengaruhi tekanan darah ibu hamilSeorang ibu hamil tengah diukur tekanan darahnya
Preeklampsia berat bisa jadi momok yang membahayakan ibu hamil beserta janin yang dikandungnya. Oleh karena itu, Anda harus mengenali gejalanya agar kondisi tersebut lekas tertangani, dimulai dari preeklampsia ringan.Preeklampsia adalah masalah kehamilan yang biasanya ditandai dengan tekanan darah tinggi dan ditemukannya protein dalam urine ibu hamil. Kondisi ini menimpa sekitar 5-8 persen dari total ibu hamil di seluruh dunia.Jika preeklampsia ringan tidak segera ditangani, kondisi ini bisa berkembang menjadi preeklampsia berat yang mungkin mengakibatkan ibu hamil bisa mengalami komplikasi serius. Janin yang dikandung juga bisa lahir prematur dan memiliki berat badan rendah.

Gejala preeklampsia ringan

Pada beberapa ibu hamil, preeklampsia ringan biasanya tidak menunjukkan gejala. Namun pada pemeriksaan rutin bulanan, ibu hamil yang terdeteksi memiliki tekanan darah tinggi (hipertensi) kemudian ditemukan protein dalam tes urine, maka bisa dibilang itu adalah gejala awal preeklampsia.Dokter akan mendiagnosis Anda menderita preeklampsia ringan ketika:
  • Kehamilan Anda sudah berusia di atas 20 minggu
  • Tekanan darah lebih dari 140/90
  • Ditemukan 0,3 gram protein dalam sampel urine yang diambil dalam tempo 24 jam
  • Tidak ada tanda masalah lain yang ditemukan pada ibu hamil.
Tanda lain yang dimaksud adalah bengkak pada telapak dan pergelangan kaki, wajah, serta tangan karena adanya retensi cairan (edema). Gejala preeklampsia tingkat lanjut lainnya adalah sakit kepala berat, terganggunya penglihatan, dan rasa nyeri tepat di bawah tulang rusuk.Gejala-gejala tersebut bisa mengarah ke preeklampsia berat yang merupakan kondisi serius pada kehamilan. Preeklampsia berat ditandai dengan gejala preeklampsia ringan plus diagnosis tertentu, seperti:
  • Tekanan darah lebih dari 160/110
  • Tanda kerusakan hati (mual dan muntah disertai sakit perut)
  • Ditemukannya enzim hati pada tes darah setidaknya dua kali berturut-turut
  • Trombositopenia (kekurangan sel darah merah)
  • Terdapat protein pada urine lebih dari 5 gram dalam 24 jam
  • Terganggunya perkembangan janin secara signifikan.

Bagaimana cara mengatasi preeklampsia ringan?

Perawatan preeklampsia ringan berfokus pada menurunkan tekanan darah serta mengurangi gejala lain yang menyertainya. Kadang kala, dokter akan memberikan Anda obat-obatan yang aman diminum saat hamil, namun hanya boleh dikonsumsi sesuai petunjuk dokter.Pada ibu hamil yang didiagnosa mengalami preeklampsia ringan, kondisinya akan terus dimonitor dalam pemeriksaan rutin. Jika preeklampsia ringan terjadi di usia kehamilan 24-32 minggu, Anda akan diminta melakukan pemeriksaan rutin per 3 minggu.Sedangkan jika usia kehamilan sudah lebih tua, Anda akan diminta untuk datang setiap 2 minggu sekali. Dalam pemeriksaan rutin, kondisi yang akan dimonitor adalah:
  • Cek tekanan darah untuk mengetahui perkembangan hipertensi.
  • Cek urine untuk mengetahui kadar protein (proteinuria).
  • Wawancara dengan dokter untuk mengetahui ada atau tidaknya gejala lain yang mungkin timbul.
Satu-satunya cara menyudahi preeklampsia adalah dengan melahirkan janin secara prematur. Namun, langkah ini cukup berisiko jika usia kehamilan Anda belum mendekati 37 minggu sehingga dokter atau bidan harus menyiapkan ruang perawatan bayi dan ibu sebelum melakukan persalinan prematur ini.Pada wanita hamil yang memiliki risiko preeklampsia ringan maupun berat, dokter akan meresepkan aspirin dosis rendah dan suplemen kalsium yang diminum selama periode tertentu. Namun, langkah ini hanya boleh dilakukan sesuai rekomendasi dokter.

Siapa saja yang berisiko mengalami preeklampsia ringan?

Preeklampsia bisa menyerang ibu hamil manapun. Namun, ada ibu hamil yang lebih berisiko mengalaminya, yaitu:
  • Kehamilan sebelumnya juga mengalami preeklampsia atau hipertensi gestasional
  • Pertama kali hamil
  • Keluarga memiliki riwayat preeklampsia
  • Hamil dengan janin lebih dari satu
  • Usia kurang dari 20 tahun atau lebih dari 40 tahun
  • Riwayat tekanan darah tinggi atau penyakit ginjal saat hamil
  • Kegemukan dengan massa indeks tubuh (BMI) lebih dari 30.
Jika Anda memiliki faktor risiko di atas, sebaiknya komunikasikan dengan dokter atau bidan yang menangani Anda. Selain pemeriksaan tekanan darah, dokter mungkin akan menyarankan Anda menjalani tes urine, ginjal, fungsi pembekuan darah, USG, maupun tes Doppler untuk mengecek efisiensi aliran darah ke plasenta.
masalah kehamilanpreeklampsia
American Pregnancy. https://americanpregnancy.org/pregnancy-complications/preeclampsia/
Diakses pada 27 Juni 2020
NHS. https://www.nhs.uk/conditions/pre-eclampsia/
Diakses pada 27 Juni 2020
Very Well Family. https://www.verywellfamily.com/are-there-different-kinds-of-preeclampsia-1764064
Diakses pada 27 Juni 2020
Pregnancy Birth Baby. https://www.pregnancybirthbaby.org.au/treating-pre-eclampsia
Diakses pada 27 Juni 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait