Mengenal Gejala Polip Hidung, Salah Satu Penyebab Sinusitis

Gejala polip hidung yang paling umum adalah hidung sering mampet, seperti sedang flu
Hidung terus-menerus mampet termasuk salah satu gejala polip hidung

Penyebab hidung tersumbat disertai pilek yang tak kunjung sembuh bisa bermacam-macam. Anda mungkin akan terlebih dahulu berpikir ke arah sinusitis, padahal ada satu kondisi lain yang memiliki gejala mirip sinusitis, yaitu polip hidung.

Polip hidung adalah benjolan dalam hidung yang tidak bersifat kanker. Meski kerap disebut sebagai penyakit polip atau penyakit hidung, polip merupakan hasil pembengkakan yang terjadi di dalam rongga hidung semata, sehingga tidak bisa dikategorikan sebagai penyakit.

Hidung terus beringus bisa menjadi pertanda polip hidung

Ketika polip hidung berukuran kecil, ia biasanya tidak membutuhkan tindakan apapun. Tapi polip yang berukuran besar atau tumbuh dalam jumlah yang banyak bisa mengakibatkan tersumbatnya pembuangan cairan dari sinus. Akibatnya, akan muncul infeksi sinus atau yang lebih dikenal dengan istilah sinusitis.

Agar komplikasi sinusitis tidak terjadi, ada baiknya polip hidung dikenali dan diobati sesegera mungkin.

Apa saja gejala polip hidung?

Polip adalah daging tumbuh yang bisa muncul pada satu atau kedua rongga hidung. Benjolan ini dapat berwarna kuning kecokelatan hingga merah muda.

Ukuran polip pun beragam. Mulai dari seukuran titik air jika masih berukuran kecil hingga sebesar anggur (apalagi jika polip tidak tumbuh lebih dari satu).

Polip berukuran kecil biasanya tidak mengganggu aktivitas, sehingga gejalanya pun tidak terasa. Sementara gejala polip hidung yang berukuran lebih besar dapat berupa:

  • Hidung terus mengeluarkan ingus, seolah-olah sedang flu.
  • Hidung mampet yang tidak kunjung reda.
  • Sulit mencium bau tertentu, atau bahkan tidak bisa mencium bau sama sekali.
  • Sukar merasakan makanan.
  • Mengalami postnasal drip, yakni adanya lendir yang terus-menerus menetes ketenggorokan.
  • Wajah terasa sakit.
  • Pusing.
  • Mendengkur ketika tidur.
  • Merasa gatal di sekitar area mata.

Dalam kasus yang berat, gejala polip hidung dapat berupa sleep apnea (tiba-tiba berhenti bernapas untuk sesaat saat tidur) atau penglihatan ganda. Penglihatan ganda dapat terjadi saat Anda juga memiliki sinusitis akibat alergi jamur maupun fibrosis kistik.

Alergi berkepanjangan dan faktor pemicu polip hidung lain

Pengidap asma memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami polip hidung

 

Hingga kini, para pakar medis belum bisa menyimpulkan penyebab polip di rongga hidung dengan pasti. Namun beberapa kondisi berikut diduga bisa mempertinggi kemunculan polip ini:

  • Mengalami alergi, terutama alergi yang berkepanjangan.
  • Memiliki sistem imun yang rendah.
  • Faktor usia. Polip hidung lebih rentan terjadi pada kalangan dewasa muda dan paruh baya.
  • Mengidap asma. Penyakit ini dapat menyebabkan jalan napas menjadi sempit dan bengkak.
  • Terlalu sensitif terhadap obat tertentu, misalnya aspirin.
  • Sinusitis yang disebabkan oleh alergi jamur.
  • Fibrosis kistik, yakni kelainan genetik yang mengakibatkan lendir di dalam tubuh lebih tebal dan lengket dari normal.
  • Sindrom Churg-Strauss, yaitu penyakit langka yang menyebabkan pembengkakan pada pembuluh darah.
  • Kekurangan vitamin D.

Jika sudah sangat mengganggu, polip hidung sebaiknya ditangani dengan bantuan dokter. Penggunaan obat yang mengandung steroid hingga operasi bisa dianjurkan untuk mengatasi kondisi ini.

Meski begitu, polip tetap bisa muncul lagi di kemudian hari. Karena itu, Anda tetap harus melakukan langkah pencegahan agar polip tidak lekas kembali.

Bagaimana cara mencegah polip hidung tumbuh kembali?

Gunakan air humidifier untuk menjaga kelembapan udara

Karena polip adalah kondisi yang kerap muncul ketika Anda mengalami alergi atau infeksi berkepanjangan,Anda harus mencegah faktor pemicu alergi atau infeksi tersebut. Beberapa hal yang bisa Anda lakukan meliputi:

  • Menjaga kelembapan udara di lingkungan Anda. Contohnya dengan menggunakan alat pelembap ruangan atau air humidifier.
  • Menjaga kebersihan dengan saksama agar virus dan bakteri tidak masuk ke rongga hidung, misalnya memakai masker saat naik angkutan umum.
  • Menghindari hal-hal yang bisa membuat rongga hidung iritasi, seperti polusi udara, debu, dan alergen (pemicu alergi) lainnya.
  • Melakukan pengobatan asma dan alergi Anda dengan cermat.
  • Bila perlu, gunakan cairan pembersih rongga hidung untuk menghilangkan debu atau lendir dari hidung. Anda bisa membelinya di apotek-apotek terdekat

Apabila Anda mencurigai adanya gejala polip hidung pada diri Anda, periksakan kondisi Anda ke dokter. Meski bukan benjolan kanker, jangan remehkan polip hidung karena polip bisa saja menghalangi jalur napas Anda di kemudian hari.

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/177020.php
Diakses pada 21 Agustus 2019

WebMD. https://www.webmd.com/allergies/nasal-polyps-symptoms-and-treatments#1
Diakses pada 21 Agustus 2019

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/nasal-polyps/symptoms-causes/syc-20351888
Diakses pada 21 Agustus 2019

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Banner Telemed