Gejala Penyakit Jantung pada Wanita yang Tidak Boleh Diremehkan

(0)
10 Aug 2020|Nenti Resna
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Gejala penyakit jantung pada wanita berbeda dengan priaPemeriksaan sejak dini diperlukan untuk mengidentifikasi gejala penyakit jantung pada wanita
Beberapa gejala penyakit jantung pada wanita berbeda dengan pria. Perbedaan ini juga menyebabkan sebagian wanita tidak tahu atau tidak menyadari gejala-gejala yang berpotensi menyebabkan penyakit jantung.Untuk mengantisipasinya, ada baiknya Anda mulai mempelajari dan memahami gejala penyakit jantung pada wanita. Hal ini dapat meningkatkan kewaspadaan dan mengurangi risiko terlambatnya penanganan penyakit jantung yang mungkin diderita.

Gejala penyakit jantung pada wanita

Pada dasarnya, gejala serangan jantung yang umum terjadi pada wanita sama dengan gejala yang terjadi pada pria, seperti nyeri dada, tekanan atau ketidaknyamanan pada dada. Hal ini biasanya berlangsung lebih dari beberapa menit atau bisa juga hilang timbul.Akan tetapi, nyeri dada yang terjadi pada wanita tidak selalu parah atau malah jarang disadari. Beberapa pasien wanita menggambarkan nyeri dada sebagai tekanan atau sesak saja. Bahkan, ada kemungkinan wanita mengalami serangan jantung tanpa didahului dengan nyeri dada.Dibandingkan dengan pria, wanita lebih cenderung merasakan gejala penyakit jantung yang tidak berkaitan dengan nyeri dada. Beberapa gejala penyakit jantung pada wanita, antara lain:
  • Perasaan tidak nyaman pada leher, rahang, bahu, punggung bagian atas, atau perut
  • Sesak napas
  • Nyeri pada satu atau kedua lengan
  • Mual atau muntah
  • Berkeringat
  • Sakit kepala ringan atau pusing
  • Kelelahan yang tidak biasa
  • Gangguan pencernaan
  • Heartburn atau nyeri ulu hati
  • Bengkak di kaki, telapak atau pergelangan kaki
  • Kenaikan berat badan
  • Gangguan tidur
  • Jantung berdebar kencang (jantung berdebar)
  • Batuk
  • Mengi
  • Pusing
  • Gelisah
  • Pingsan.
Beberapa dari gejala ini mungkin samar dan tidak sejelas nyeri dada yang sering dikaitkan dengan serangan jantung. Kemungkinan hal ini dikarenakan wanita cenderung memiliki penyumbatan pembuluh darah yang tidak hanya terjadi di arteri utama saja, tetapi juga pada pembuluh darah lebih kecil yang memasok darah ke jantung. Ini adalah kondisi yang disebut sebagai mikrovaskular koroner atau penyakit jantung pembuluh kecil.Tekanan emosional juga dapat berperan penting dalam memicu serangan jantung pada wanita. Selain itu, jika dibandingkan dengan pria, wanita cenderung merasakan gejala lebih sering ketika dalam kondisi beristirahat atau bahkan ketika sedang tidur.

Kapan sebaiknya mulai waspada dan pergi ke dokter?

Dengan beberapa gejala yang berbeda dari pria, membuat wanita mungkin lebih jarang didiagnosis menderita penyakit jantung. Terlebih lagi, wanita tidak selalu mengenali gejala yang dirasakan sebagai gejala penyakit jantung dan mengabaikannya sehingga tidak sedikit yang baru datang ke ruang gawat darurat dalam kondisi kerusakan jantung.Oleh karena itu, semakin dini faktor risiko penyakit jantung dicegah atau diobati, semakin kecil kemungkinan Anda terkena penyakit jantung di kemudian hari. Walaupun Anda tidak memiliki gejala, penting sekali untuk tetap waspada karena penyakit jantung dapat memiliki gejala yang samar dengan penyakit lain.Tanda-tanda peringatan penyakit jantung, seperti kelelahan, gangguan pencernaan, dan sesak napas, kerap dianggap sebagai penyakit ringan. Akan tetapi, karena serangan jantung dapat terjadi tiba-tiba, penting untuk tidak mengabaikan tanda-tanda peringatan yang potensial. Khususnya, jika Anda termasuk dalam kelompok yang memiliki faktor risiko tinggi.Apabila Anda merasa sedang mengalami gejala serangan jantung atau memiliki gejala-gejala tersebut di atas, segera hubungi layanan darurat medis.

Cara mengatasi penyakit jantung pada wanita

Secara umum, penanganan penyakit jantung bagi wanita atau pria sama saja. Beberapa cara untuk menangani penyakit jantung adalah melalui pemberian obat-obatan, seperti aspirin, beta-bloker, statin, dan ACE inhibitor. Selain itu, tindakan angioplasti koroner, pemasangan ring jantung (stent), hingga operasi bypass koroner dilakukan pada kasus penyempitan pembuluh darah jantung.Dibandingkan pria, wanita lebih jarang diresepkan terapi statin untuk mencegah serangan jantung, padahal manfaatnya serupa bagi pria dan wanita. Hal ini berkaitan dengan jarangnya gejala penyakit jantung pada wanita dievaluasi oleh dokter jantung.Angioplasti dan juga pemasangan stent dapat dilakukan bagi pria dan wanita yang terkena serangan jantung. Di sisi lain, wanita lebih cenderung mengalami komplikasi saat menjalani operasi bypass koroner. Wanita juga cenderung lebih sering dirujuk untuk rehabilitasi jantung dibandingkan dengan pria.
penyakit jantungpenyakit wanitaserangan jantung
Healthline
https://www.healthline.com/health/heart-disease-in-women#other-symptoms
https://www.healthline.com/health/heart-disease-in-women#seeking-medical-help
Diakses 26 Juli 2020
Mayo Clinic
https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/heart-disease/in-depth/heart-disease/art-20046167
https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/heart-disease/in-depth/heart-disease/art-20046167
Diakses 26 Juli 2020
Science Daily
https://www.sciencedaily.com/releases/2016/05/160505144900.htm
Diakses 26 Juli 2020
Medicinenet
https://www.medicinenet.com/heart_disease_treatment_in_women/article.htm#can_heart_disease_in_women_be_prevented
Diakses 26 Juli 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait