Stroke Pada Wanita: Faktor Risiko, Gejala, Penanganan, dan Pencegahannya

Depresi dan kegelisahan dapat meningkatkan risiko stroke pada wanita
Wanita memiliki risiko terserang stroke 2 kali lebih besar dibanding pria

Stroke bisa terjadi pada siapa saja. Namun wanita memiliki risiko stroke yang lebih tinggi. Stroke terjadi jika terdapat gumpalan darah yang menghambat aliran darah menuju otak.

Center of Disease Control (CDC) Amerika Serikat memperkirakan 1 dari 5 wanita di negara tersebut akan mengalami stroke, bahkan jumlah kematian akibat stroke dikatakan dua kali lebih tinggi daripada kanker payudara. Selain itu, stroke dituding sebagai pembunuh nomor 3 bagi wanita di sana.

Gejala dan Faktor Risiko Stroke

Stroke sering diawali dengan gejala sulit berbicara atau tidak jelas mengucapkan kata-kata. Gejala stroke yang paling umum, antara lain:

  • Gangguan penglihatan di salah satu atau kedua mata.
  • Mati rasa mendadak atau lumpuh di bagian anggota tubuh satu sisi.
  • Kesulitan berbicara tiba-tiba.
  • Sakit kepala mendadak, sulit berjalan atau kehilangan keseimbangan tubuh.

Wanita memiliki faktor risiko stroke yang unik. Memiliki tekanan darah tinggi saat hamil meningkatkan risiko stroke. Beberapa jenis obat KB juga dapat meningkatkan risiko stroke pada wanita dengan tekanan darah tinggi, apalagi jika wanita tersebut memiliki kebiasaan merokok.

Selain itu, wanita juga memiliki kecenderungan dua kali lebih tinggi mengalami depresi dan gangguan kegelisahan. Masalah kesehatan mental ini juga ditemukan dapat meningkatkan risiko stroke pada wanita.

Meskipun demikian, tidak semua wanita berisiko mengalami stroke. Wanita Afrika-Amerika berisiko dua kali lebih tinggi mengalami stroke, dan penyebab utamanya kemungkinan karena tekanan darah tinggi, berat badan berlebih, dan menderita diabetes.

Penanganan Stroke

Stroke harus segera ditangani dengan cepat oleh ahli medis. Dokter akan mendiagnosis dan melakukan perawatan untuk stroke berdasarkan jenisnya. Berikut adalah jenis-jenis stroke dan penganganannya.

1. Stroke Iskemik

Untuk mencegah penggumpalan darah yang menghalangi aliran darah ke otak, dokter akan memberikan obat tissue plasminogen activator (tPA). Obat ini harus diberikan dalam 3-4 jam pertama saat gejala pertama muncul agar lebih efektif, sesuai pedoman dari American Heart Association (AHA) dan American Stroke Association (ASA).

Opsi lain tanpa tPA, dokter akan memberikan suntikan pengencer darah atau obat antikoagulan lainnya yang menghentikan trombosit membentuk gumpalan. Di samping itu, ada pilihan pengobatan lain termasuk operasi untuk memecah gumpalan dan membuka blokade pembuluh darah.

Berdasarkan panduan medis terbaru, metode operasi untuk menghilangkan gumpalan darah tersebut dapat dilakukan maksimal 24 jam setelah muncul gejala awal stroke.

2. Stroke Hemoragik

Stroke hemoragik terjadi ketika pembuluh darah di otak pecah atau bocor. Perawatan jenis stroke ini berbeda dari stroke iskemik. Perawatan-perawatan ini diberikan berdasarkan penyebab stroke, yaitu:

  • Dokter akan menyarankan operasi untuk memblokir aliran darah ke aneurisma.
  • Tekanan darah tinggi. Dokter akan meresepkan obat yang dapat menurunkan tekanan darah dan mengurangi pendarahan.
  • Pembuluh darah yang pecah. Dokter akan merekomendasikan perbaikan arteriovenous malformation (AVM) untuk mencegah pendarahan.

Pencegahan Stroke

Setiap tahun, jumlah wanita di Amerika yang meninggal karena stroke dua kali lipat lebih banyak ketimbang wanita dengan kanker payudara. Itulah sebabnya, sangat penting untuk tetap menjaga kesehatan. Pencegahan stroke dapat dilakukan dengan cara berikut ini:

  • Makan dengan nutrisi seimbang.
  • Menjaga berat badan yang ideal.
  • Berolahraga teratur.
  • Menghindari nikotin.
  • Melakukan hobi, seperti merajut atau yoga, untuk membantu meredakan stres dengan lebih baik.

Wanita sebaiknya juga harus mengambil tindakan pencegahan tambahan karena faktor risiko unik yang mereka hadapi. Misalnya, dengan selalu memantau tekanan darah saat hamil dan melakukan pemeriksaan fibrilasi atrium (AFib) bagi wanita berusia lebih dari 75 tahun.

Mari hindari penyakit stroke dengan menerapkan gaya hidup sehat, sebagai tindakan pencegahan di masa mendatang.

Healthline. https://www.healthline.com/health/stroke/symptoms-of-stroke-in-women
Diakses pada Oktober 2018

Center of Disease Control. https://www.cdc.gov/stroke/docs/Women_Stroke_Factsheet.pdf
Diakses pada 23 April 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed