Tidak Hanya Orang Dewasa, Anak-anak Juga Rentan Mengalami Paru-paru Basah

Gejala paru-paru basah pada anak terlihat seperti kondisi umum, seperti batuk berdahak dan demam
Batuk berdahak merupakan salah satu gejala paru-paru basah pada anak

Tak hanya terjadi pada orang dewasa, paru-paru basah juga bisa dialami oleh anak-anak. Menurut WHO, pneumonia atau paru-paru basah dapat merenggut nyawa seorang anak setiap 20 detik. Sekitar 16 persen kematian anak-anak di bawah usia 5 tahun pun disebabkan oleh paru-paru basah.

Anak-anak dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah lebih berisiko terkena paru-paru basah. Sistem kekebalan tubuh anak bisa melemah karena kekurangan gizi dan nutrisi, atau memiliki penyakit yang mampu melemahkan sistem kekebalan tubuh anak, seperti fibrosis kistik, kelainan imun, dan mendapat pengobatan kanker.

Penyebab paru-paru basah pada anak

Paru-paru basah merupakan salah satu bentuk infeksi paru-paru. Paru-paru basah terjadi ketika kantong udara di paru-paru yang disebut alveoli terisi oleh cairan atau nanah sehingga menyebabkan oksigen sulit mencapai aliran darah.

Paru-paru basah dapat disebabkan oleh virus, bakteri, jamur atau parasit. Namun, sebagian besar kasusnya disebabkan oleh virus, termasuk adenovirus, rhinovirus, virus influenza, respiratory syncytial virus (RSV), dan virus parainfluenza.  Lamanya waktu paparan bakteri atau virus dengan dimulainya sakit cukup bervariasi, bisa 4-6 hari untuk RSV, dan 18-72 jam untuk flu.

Paru-paru basah seringkali terjadi sesudah infeksi saluran pernapasan atas (ISPA). Gejala bisa muncul setelah 2 atau 3 hari anak mengalami pilek atau sakit tenggorokan. Kemudian, infeksi pun bergerak ke paru-paru sehingga cairan, sel darah putih, dan zat sisa terkumpul di kantong udara paru-paru. Hal ini tentu bisa menyebabkan paru-paru sulit bekerja dengan baik.

Anak yang menderita paru-paru basah akibat bakteri biasanya lebih cepat sakit. Kondisi ini dimulai dengan demam tinggi secara tiba-tiba dan napas yang begitu cepat. Sementara, paru-paru basah karena virus biasanya memiliki gejala yang muncul secara bertahap dan tidak terlalu parah, dengan mengi sebagai gejala umumnya. Paru-paru basah dapat menyebar melalui batuk, bersin, atau kontak langsung dengan air liur atau lendir orang yang terinfeksi.

Gejala paru-paru basah pada anak

Jika seorang anak terkena paru-paru basah, ada gejala-gejala yang bisa diidentifikasi. Gejala umum paru-paru basah pada anak, di antaranya:

  • Batuk berdahak
  • Pernapasan cepat
  • Demam yang dapat menyebabkan keringat dingin dan menggigil
  • Hilang nafsu makan dan kurang bertenaga
  • Kesulitan bernapas
  • Dada sakit, terutama saat batuk atau bernapas yang dalam
  • Mengi
  • Kuku atau bibir kebiruan karena menurunnya oksigen dalam aliran darah

Terkadang, anak yang terkena paru-paru basah juga mengalami sakit perut, mual, dan muntah, terutama setelah batuk. Sementara, bayi dan balita bisa terlihat lebih pucat, lemas, dan sering menangis daripada biasanya ketika mengalami paru-paru basah.

Diagnosis paru-paru basah umumnya dilakukan dengan melihat gejala yang ada. Namun, rontgen dada kadang diperlukan untuk memastikan dan melihat sejauh mana paru-paru terpengaruh.

Cara mengobati paru-paru basah pada anak

Jika anak mengalami paru-paru basah yang disebabkan oleh virus, biasanya tidak ada pengobatan khusus selain beristirahat dan mengatasi demam. Paru-paru basah akibat virus biasanya membaik setelah beberapa hari, meski batuk mungkin menetap untuk beberapa minggu. Namun, sebaiknya tetap periksakan anak Anda ke dokter.

Sementara, dalam mengobati pneumonia yang disebabkan oleh bakteri, dokter akan meresepkan antibiotik. Antibiotik harus diminum sesuai resep dan dosis yang direkomendasikan. Jangan mencoba untuk menghentikan penggunaan antibiotik lebih awal karena infeksi dapat kembali lagi setelah anak merasa baikan.

Selain melakukan pengobatan ke dokter, terdapat beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk membantu anak agar segera pulih dari paru-paru basah yang dideritanya. Hal-hal tersebut, antara lain:

  • Atasi demam anak dengan obat yang tepat. Berilah obat demam yang sesuai dengan usia anak Anda, jangan memberi obat yang keras.

  • Beri anak Anda banyak minum air putih untuk mencegah terjadinya dehidrasi.

  • Pastikan anak Anda banyak beristirahat. Akan lebih baik jika anak lebih banyak berbaring di tempat tidur agar sistem kekebalan tubuhnya cepat pulih dan dapat melawan infeksi.

  • Jangan memberi anak obat batuk tanpa resep karena anak perlu batuk untuk mengeluarkan dahak berlebih. Batuk merupakan cara tubuh untuk mengeluarkan infeksi dari paru-paru.

  • Jauhkan anak dari paparan asap rokok karena dapat memperparah paru-paru basah yang diderita anak.

Dalam mencegah terjadinya paru-paru basah pada anak, sebaiknya beri anak berbagai vaksin yang mampu mencegah terjadinya infeksi virus atau bakteri, seperti halnya vaksin flu. Selain itu, biasakan anak untuk mencuci tangannya secara teratur dengan bersih agar terhindar dari kuman-kuman yang menempel.

Ajarkan juga pada anak untuk tidak terlalu dekat dengan orang yang sedang bersin atau batuk sehingga mengurangi risiko tertularnya penyakit. Selain itu, akan lebih baik jika rumah bebas dari asap rokok. Segera bawa anak Anda ke dokter jika paru-paru basah yang dideritanya tak kunjung sembuh atau bahkan memburuk.

Kids Health. https://kidshealth.org/en/parents/pneumonia.html
Diakses pada 18 september 2019

Healthy Children. https://www.healthychildren.org/English/health-issues/conditions/chest-lungs/Pages/Pneumonia.aspx
Diakses pada 18 september 2019

Everyday Health. https://www.everydayhealth.com/pneumonia/guide/children/
Diakses pada 18 September 2019

Nation Wide Childrens. https://www.nationwidechildrens.org/conditions/pneumonia
Diakses pada 18 September 2019

My Dr. https://www.mydr.com.au/respiratory-health/pneumonia-in-children
Diakses pada 19 September 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed