Gejala Myasthenia Gravis Adalah Kelopak Mata Turun Hingga Kesulitan Menelan, Adakah Obatnya?

Gejala yang paling mudah terlihat dari myasthenia gravis adalah turunnya salah satu atau kedua kelopak mata
Hampir separuh penderita miastenia gravis akan mengalami pelemahan otot bagian mata

Myasthenia gravis adalah gangguan autoimun di otot dan saraf yang menyebabkan otot menjadi lemah. Biasanya, hal ini berdampak pada otot yang berperan dalam pernapasan dan gerakan tubuh, termasuk tangan dan kaki. Hal ini terjadi karena ada celah dalam koordinasi antara saraf dan otot.

Miastenia gravis termasuk penyakit yang tidak ada obatnya. Namun lewat perawatan medis, gejala yang dialami bisa berkurang. Gejala yang dialami penderita myasthenia gravis adalah penglihatan ganda, kelopak mata turun, hingga kesulitan saat berbicara atau bernapas.

Gejala miastenia gravis

Penderita yang umum merasakan gejala myasthenia gravis adalah mereka yang berusia 40 tahun (perempuan) dan 60 tahun (laki-laki). Meski demikian, miastenia gravis bisa menyerang orang di usia berapapun.

Gejala miastenia gravis bersifat fluktuatif, misalnya mereda setelah penderitanya beristirahat. Beberapa kelompok otot yang lebih sering mengalami gejala myasthenia gravis adalah:

1. Otot mata

Hampir separuh penderita miastenia gravis akan mengalami pelemahan otot bagian mata. Hal yang paling mudah terlihat adalah ptosis, yaitu turunnya salah satu atau kedua kelopak mata. Selain itu, ada juga diplopia yaitu penglihatan ganda bisa pada objek horizontal maupun vertikal. Gejala ini biasanya membaik jika salah satu mata ditutup.

2. Otot wajah dan tenggorokan

Sementara sekitar 15% penderita miastenia gravis bisa mengalami lemahnya otot di wajah dan tenggorokan. Gejalanya adalah:

  • Berbicara tidak jelas, terdengar pelan atau sengau
  • Kesulitan menelan dan mudah tersedak
  • Saat minum, terkadang cairan keluar dari hidung
  • Kesulitan mengunyah terutama saat makan daging
  • Perubahan ekspresi wajah (facial paralysis)

3. Otot leher dan lengan

Gejala miastenia gravis juga bisa terjadi pada otot leher, lengan, hingga kaki. Penderitanya akan terlihat tidak berjalan dengan tegap atau mudah terjatuh. Jika yang terdampak adalah otot leher, penderitanya dapat kesulitan mengangkat kepala.

Tidak semua penderita miastenia gravis mengalami gejala di atas, bahkan seberapa lemahnya otot bisa berubah-ubah setiap harinya. Jika dibiarkan tanpa penanganan medis, bisa saja gejala ini akan menjadi semakin parah.

Apa pemicunya?

Imunodefisiensi adalah salah satu pemicu terjadinya miastenia gravis. Artinya, sistem kekebalan tubuh seseorang justru menyerang jaringan tubuh yang sehat, bukannya antigen dari mikroorganisme yang masuk ke tubuh.

Ketika membran neuromuskular rusak, maka kemampuan substansi kimia penghantar pesan atau neurotransmitter yang bernama asetilkolin juga akan menurun. Padahal, ini adalah substansi yang begitu penting untuk koordinasi antara sel saraf dan otot.

Ketika seseorang mengalami gejala pelemahan otot seperti yang dielaborasi di atas, maka dokter akan melakukan pemeriksaan fisik menyeluruh. Beberapa tes yang akan dilakukan seperti:

  • Menguji refleks
  • Mencari tahu otot yang melemah
  • Menguji gerakan arah mata
  • Menguji sensasi di beberapa bagian tubuh
  • Menguji fungsi motorik seperti menyentuhkan jari ke hidung
  • Stimulasi saraf untuk aktivitas repetitif
  • Tes darah untuk antibodi yang berhubungan dengan miastenia gravis

Bisakah disembuhkan?

Tidak ada obat yang khusus untuk menyembuhkan miastenia gravis. Langkah medis pun dilakukan untuk mengendalikan aktivitas sistem kekebalan tubuh dan setidaknya meredakan gejala-gejalanya.

Beberapa perawatan medis yang diberikan pada penderita myasthenia gravis adalah:

  • Obat-obatan

Pemberian obat seperti kortikosteroid dan imunosupresan bisa membantu menekan respons abnormal sistem imun yang dialami penderita miastenia gravis. Obat lain dari jenis cholinesterase inhibitors juga digunakan untuk koordinasi antara saraf dan otot.

  • Pengangkatan kelenjar timus

Kelenjar timus yang ada di rongga dada adalah bagian dari sistem kekebalan tubuh yang mengatur antibodi yang menghambat acetylcholine. Penderita miastenia gravis bisa menjalani prosedur pengangkatan kelenjar timus sehingga melemahnya otot pun berkurang.

Selain itu, 15% penderita miastenia gravis juga bisa memiliki tumor di kelenjar timus. Akan lebih baik jika diangkat untuk mencegahnya menjadi kanker.

  • Terapi pertukaran plasma

Terapi pertukaran plasma (plasmapheresis) adalah proses membuang antibodi berbahaya dari darah untuk meningkatkan kekuatan otot. Ini termasuk perawatan jangka pendek karena setelah beberapa waktu, tubuh akan kembali memproduksi antibodi yang berbahaya dan otot kembali melemah.

  • Intravenous immune globulin

Disebut juga dengan prosedur IVIG yaitu darah dari pendonor. Setelah prosedur ini dilakukan, fungsi dan produksi antibodi dalam tubuh bisa berubah.

  • Mengubah gaya hidup

Perubahan gaya hidup menjadi lebih sehat juga merupakan kunci untuk mengurangi gejala miastenia gravis. Contohnya memastikan kualitas tidur terjaga hingga menghindari stres atau paparan panas berlebih yang dapat membuat gejala miastenia gravis semakin buruk.

Komplikasi yang paling berbahaya dari myasthenia gravis adalah myasthenic crisis. Ini adalah masalah lemahnya otot yang berhubungan dengan pernapasan. Itu sebabnya, penderita yang merasakan gejala kesulitan bernapas jangan menunda periksa ke dokter.

Dalam jangka panjang, penderita miastenia gravis bisa mengalami perbaikan kondisi atau justru harus bergantung pada kursi roda. Semakin dini deteksi dan penanganan, semakin besar kemungkinan mencegah miastenia gravis jadi kian parah.

Healthline. https://www.healthline.com/health/myasthenia-gravis#complications
Diakses 25 Februari 2020

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/myasthenia-gravis/symptoms-causes/syc-20352036
Diakses 25 Februari 2020

NINDS. https://www.ninds.nih.gov/Disorders/Patient-Caregiver-Education/Fact-Sheets/Myasthenia-Gravis-Fact-Sheet
Diakses 25 Februari 2020

Artikel Terkait