6 Gejala Meningitis Anak yang Harus Diwaspadai Orangtua


Gejala meningitis pada anak harus diwaspadai. Maka dari itu, orangtua harus segera membawa anak ke rumah sakit jika menemukan gejala meningitis pada anak atau bayi, seperti sering sakit kepala atau munculnya ruam kulit. Penanganan yang cepat dan tepat dapat mencegah komplikasi penyakit meningitis.

0,0
13 Aug 2019|Asni Harismi
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Sering sakit kepala merupakan salah satu gejala meningitis pada anakSering sakit kepala merupakan salah satu gejala meningitis
Anda perlu waspada jika anak mengeluhkan sering sakit kepala. Pasalnya, banyak hal bisa menjadi penyebab sakit kepala itu, salah satunya adalah penyakit meningitis. Apa itu meningitis dan bagaimana gejala meningitis pada anak yang harus diwaspadai? Simak selengkapnya dalam artikel berikut ini. 

Mengenal meningitis, apakah itu?

Meningitis adalah istilah medis yang digunakan untuk menggambarkan infeksi atau radang pada meninges, yakni selaput pelindung di sekitar otak dan sumsum tulang belakang. Meningitis biasanya disebabkan oleh infeksi virus, bakteri, maupun faktor penyebab lain yang lebih jarang ditemukan. Faktor penyebab meningitis ini menyerang membran yang membungkus otak dan sumsum tulang belakang.Penyakit meningitis bisa berkembang dalam beberapa hari. Tetapi, meningitis yang disebabkan oleh bakteri harus segera ditangani karena bisa berkembang dalam hitungan jam dan menyebabkan komplikasi yang fatal hingga berujung pada kematian penderitanya.Penyakit radang selaput otak ini bisa menyerang siapa saja, mulai dari orang dewasa hingga bayi yang usianya belum genap 3 bulan.Oleh karena itu, orangtua perlu mengenali gejala meningitis pada anak dengan segera agar dapat melarikan buah hati ke rumah sakit guna memperoleh perawatan segera.

Apa saja gejala meningitis pada anak?

Penyakit meningitis yang disebabkan oleh virus maupun bakteri biasanya menunjukkan gejala yang sama. Keduanya biasanya ditandai dengan sering sakit kepala, diikuti dengan demam dan leher yang terasa kaku.Gejala meningitis pada anak dan bayi mungkin dapat berbeda. Pada bayi di bawah 1 tahun, mereka tidak mengalami leher kaku seperti gejala meningitis pada umumnya. Sedangkan, pada anak yang mengalami meningitis dengan usia lebih tua, gejala yang ditimbulkan biasanya diawali dengan infeksi saluran pernapasan atas (ISPA).Meskipun demikian, terdapat beberapa persamaan gejala meningitis pada anak maupun bayi, misalnya:

1. Demam

Suhu normal bayi berkisar antara 36,5-37,4 derajat celcius. Anda perlu waspada jika suhu tubuh bayi berada di atas atau di bawah itu, bisa jadi ia mengalami demam. Demam merupakan salah satu gejala anak yang mengalami meningitis. 

2. Lesu

Bayi terlihat sering mengantuk, susah dibangunkan untuk menyusu, dan tanda-tanda kelesuan yang di luar kewajaran.
Bayi rewel bisa menjadi tanda meningitis

3. Rewel yang berlebihan

Sekalipun Anda sudah menggendong, mengayun-ayun, ataupun melakukan tindakan apa pun untuk menghentikan tangisannya, bayi tetap akan rewel. Pada anak yang mengalami meningitis dengan usia lebih tua, ia akan menangis atau tantrum tanpa sebab.

4. Sering sakit kepala

Anak yang lebih besar mungkin bisa mengeluhkan sering sakit kepala, tapi bayi hanya akan menangis dan rewel berlebihan saat merasakan sakit kepala ini.Gejala meningitis pada anak satu ini akan terasa tidak tertahankan dan sulit diobati sekalipun anak sudah diberi obat pereda sakit kepala.
Bayi penderita meningitis sensitif terhadap cahaya

5. Sensitif terhadap cahaya 

Bayi dan anak yang menderita meningitis tidak akan tahan bila berada di tempat yang terlalu terang.

6. Ruam kulit

Untuk membedakan ruam kulit yang menjadi gejala meningitis pada anak atau bukan, tekan ruam dengan gelas bening.Jika setelah ditekan, ruam kulit tidak hilang, segera bawa anak ke rumah sakit karena bisa jadi ia menderita ruam meningitis.Khusus pada bayi, mereka juga akan memperlihatkan tanda-tanda berikut ini:

7. Malas menyusu

Tidak seperti bayi pada umumnya yang mengalami growth spurt saat usianya belum genap 1 tahun, gejala meningitis pada bayi adalah cenderung malas menyusu.

8. Anak muntah

Pembengkakan di meninges kadang kala menimbulkan terjadinya benjolan berisi nanah yang menekan otak. Hal ini dapat mengakibatkan anak muntah, pembesaran ukuran kepala, hingga terdapat tonjolan pada ubun-ubun.
Pembengkakan meninges karena meningitis menyebabkan anak sering muntah

9. Tonjolan pada ubun-ubun

Sekitar 25% bayi baru lahir yang menderita penyakit meningitis mengalami peningkatan volume cairan di kepalanya sehingga muncul tonjolan pada ubun-ubun.Gejala meningitis pada bayi ini dapat ini muncul setelah 1-2 hari pascagejala awal. Tetapi, pada bayi yang berusia di bawah 4 bulan, tonjolan ini muncul sangat cepat dan berisiko mematikan hanya dalam kurun 24 jam.

Kapan harus menghubungi dokter?

Jangan tunda untuk membawa anak ke dokter atau instalasi gawat darurat begitu Anda menemukan gejala meningitis pada anak, termasukk sering sakit kepala.Meningitis tidak bisa disembuhkan dengan konsultasi via telepon atau pesan singkat karena dokter harus melakukan sejumlah tes guna memastikan benar atau tidaknya gejala yang dialami anak Anda merupakan gejala meningitis yang disebabkan oleh virus atau bakteri.Untuk mengatasi meningitis pada anak yang disebabkan oleh virus, dokter biasanya akan memberikan pengobatan berupa pemberian obat pereda nyeri penyebab sakit kepala, memperbanyak asupan cairan, dan lebih banyak istirahat.Anak bisa dirawat di rumah atau menginap di rumah sakit jika kondisinya sangat lesu karena kekurangan cairan.Sementara untuk anak yang mengalami meningitis bakteri, ia akan disuntik antibiotik sesegera mungkin. Infus berisi cairan juga perlu dipasang untuk menggantikan cairan yang hilang akibat demam, berkeringat, muntah, maupun malas menyusu.
Bakteri meningitis menyebabkan komplikasi neurologis

Apa saja komplikasi penyakit meningitis?

Meningitis pada anak yang disebabkan oleh virus biasanya tidak akan menimbulkan komplikasi yang berbahaya dibandingkan meningitis bakteri.Bahkan, gejala meningitis virus bisa membaik serta hilang dengan sendirinya dalam waktu 7-10 hari, dan dapat diobati dengan cara rawat jalan di rumah.Meningitis bakteri bisa mengakibatkan komplikasi yang membutuhkan perawatan ekstra. Anak yang juga menderita syok atau tekanan darah rendah karena meningitis perlu pengobatan tambahan melalui cairan infus, sedangkan pemasangan oksigen diperlukan untuk anak yang juga mengalami kesulitan bernapas.Meningitis bakteri juga bisa menyebabkan komplikasi neurologis, misalnya kerusakan pendengaran, penglihatan kabur, kejang, dan kesulitan belajar pada anak. Organ-organ vital, seperti jantung, ginjal, dan kelenjar adrenal juga bisa rusak akibat bakteri meningitis.Komplikasi ini bisa ditangani jika penyakit meningitis cepat terdiagnosis. Sebaliknya, jika tidak segera ditangani, komplikasi akibat meningitis akan selamanya diderita oleh anak.Untuk mencegah penularan meningitis pada anak, sebaiknya hindari kontak dengan penderita meningitis atau yang sedang sakit. Segera bawa anak ke dokter, jika timbul gejala meningitis pada anak seperti dijelaskan di atas.
penyakit anakmeningitissakit kepala
Royal Children’s Hospital Melbourne. https://www.rch.org.au/kidsinfo/fact_sheets/Meningitis/
Diakses pada 12 Agustus 2019
National Headache Foundation. https://headaches.org/2007/10/25/meningitis/
Diakses pada 12 Agustus 2019
NHS. https://www.nhs.uk/conditions/pregnancy-and-baby/how-to-take-your-babys-temperature/
Diakses pada 12 Agustus 2019
MSD Manual. https://www.msdmanuals.com/home/children-s-health-issues/bacterial-infections-in-infants-and-children/meningitis-in-children
Diakses pada 12 Agustus 2019
Meningitis Research Foundation. https://www.meningitis.org/meningitis/check-symptoms/toddlers
Diakses pada 12 Agustus 2019
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait