logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo
Parenting

Mengenal Gejala Meningitis pada Anak dan Cara Mengobatinya

open-summary

Meningitis pada anak dapat ditandai dengan kemunculan demam, muntah-muntah, sakit kepala, dan merasa tidak enak badan. Penyebabnya beragam, mulai dari virus hingga bakteri.


close-summary

13 Agt 2019

| Asni Harismi

Ditinjau oleh dr. Karlina Lestari

Sering sakit kepala merupakan salah satu gejala meningitis pada anak

Meningitis pada anak dapat menyebabkan si kecil sering sakit kepala.

Table of Content

  • Penyebab meningitis pada anak
  • Apa saja gejala meningitis pada anak?
  • Apa saja komplikasi penyakit meningitis?
  • Cara mengobati meningitis pada anak

Saat anak sering mengeluh sakit kepala, sebaiknya orangtua perlu waspada. Sebab, terdapat beberapa kondisi yang bisa jadi penyebabnya, salah satunya adalah meningitis. Mari kenali lebih lanjut mengenai apa itu meningitis dan gejala meningitis pada anak yang harus diwaspadai.

Advertisement

Penyebab meningitis pada anak

Meningitis adalah istilah medis yang digunakan untuk menggambarkan infeksi atau radang pada meninges, yakni selaput pelindung di sekitar otak dan sumsum tulang belakang. Penyakit ini dibedakan menjadi tiga berdasarkan penyebabnya, di antaranya meningitis virus, meningitis bakteri, dan meningitis jamur.

1. Meningitis virus

Seperti namanya, meningitis virus dapat disebabkan oleh beberapa virus. Meskipun tidak seberbahaya meningitis bakteri atau jamur, meningitis jenis ini tetap harus diwaspadai.

Berikut adalah beberapa virus yang dapat menyebabkan meningitis pada anak:

  • Non-polio enterovirus: Virus ini dapat menyebabkan berbagai jenis infeksi, termasuk pilek. Banyak orang yang mengidapnya, namun sedikit yang berkembang menjadi meningitis. Non-polio enterovirus dapat menular pada anak saat si kecil bersentuhan dengan feses atau sekresi oral yang telah terinfeksi.
  • Influenza: Meski jarang terjadi, virus influenza pun bisa menyebabkan meningitis. Virus ini dapat disebarkan melalui sekresi paru-paru atau mulut seseorang yang telah terinfeksi.
  • Virus penyebab campak dan gondok: Virus yang menyebabkan penyakit campak dan gondok dapat menimbulkan komplikasi serius, salah satunya meningitis. Virus ini bisa ditularkan lewat sekresi paru-paru dan mulut orang yang terinfeksi.
  • Varicella: Virus penyebab cacar air ini dapat mengakibatkan meningitis serius. Virus varicella bisa menular dengan mudah melalui kontak dengan orang yang terinfeksi.
  • Herpes simpleks: Virus ini dapat ditularkan oleh ibu ke bayi saat masih di dalam rahim atau saat proses persalinan.
  • West Nile: Virus West Nile dapat menyebabkan meningitis lewat gigitan nyamuk.

Anak berusia di bawah 5 tahun, termasuk bayi, lebih berisiko mengidap meningitis virus. Smenetara itu, bayi yang baru lahir dan berusia 1 bulan lebih rentan terhadap infeksi yang lebih serius.

2. Meningitis bakteri

Selain virus, meningitis pada bayi dan anak juga dapat disebabkan oleh beberapa bakteri, di antaranya:

  • Streptococcus grup B: Bakteri ini biasanya ditularkan oleh ibu kepada bayi saat proses melahirkan.
  • Gram-negative bacilli: Bakteri gram-negative bacilli, seperti Escherichia coli dan Klebsiella pneumoniae, dapat menyebabkan meningitis. Kedua bakteri tersebut bisa menular lewat makanan terkontaminasi atau ditularkan dari ibu kepada bayi saat proses persalinan.
  • Listeria monocytogenes: Bakteri ini bisa disebarkan dari ibu kepada bayi yang masih di dalam rahim. Dalam beberapa kasus, bayi bisa tertular saat ia dilahirkan.
  • Streptococcus pneumoniae: Bakteri ini dapat ditemukan di dalam sinus, hidung, dan paru-paru. Streptococcus pneumoniae bisa ditularkan saat penderitanya bersin atau batuk tanpa menutup hidung dan mulut.
  • Neisseria meningitidis: Bakteri ini dapat ditularkan lewat sekresi paru-paru dan mulut orang yang terinfeksi. Meningitis pada bayi di bawah 1 tahun dapat disebabkan oleh bakteri jenis ini.
  • Haemophilus influenzaetype b (Hib): Bakteri Hib dapat ditularkan lewat sekresi dari mulut seseorang yang telah terinfeksi olehnya. Bayi yang terinfeksi bakteri Hib biasanya tidak menderita meningitis, tapi ia bisa membuat orang lain tertular.

3. Meningitis jamur

Meningitis pada bayi dan anak-anak pun bisa disebabkan oleh beberapa jenis jamur. Jenis meningitis ini umumnya hanya dapat dirasakan oleh anak dengan sistem imun lemah.

Beberapa jenis jamur dapat menyebabkan meningitis, seperti jamur yang hidup di dalam tanah, feses burung, dan kelelawar. Jamur ini dapat masuk ke dalam tubuh saat terhirup.

Bayi yang terlahir prematur dengan berat badan lahir rendah (BBLR) berisiko tinggi mengidap infeksi jamur Candida. Jamur ini bisa berpindah ke otak dan menyebabkan meningitis. Bayi dapat tertular infeksi jamur Candida di rumah sakit setelah dilahirkan.

Oleh karena itu, orangtua perlu mengenali gejala meningitis pada anak dengan segera sehingga si kecil bisa mendapatkan perawatan yang tepat.

Apa saja gejala meningitis pada anak?

Penyakit meningitis yang disebabkan virus maupun bakteri biasanya menunjukkan gejala yang sama. Keduanya dapat ditandai dengan sering sakit kepala sebagai gejala awal meningitis, kemudian diikuti dengan demam dan leher yang terasa kaku.

Gejala meningitis pada anak dan bayi mungkin dapat berbeda. Pada bayi di bawah 1 tahun, mereka tidak mengalami leher kaku seperti gejala meningitis pada umumnya. Sedangkan, pada anak yang berusia lebih tua, gejala yang ditimbulkan biasanya diawali dengan infeksi saluran pernapasan atas (ISPA).

Meskipun demikian, terdapat beberapa persamaan gejala meningitis pada anak maupun bayi, misalnya:

1. Demam

Suhu normal bayi berkisar antara 36,5-37,4 derajat celcius. Anda perlu waspada jika suhu tubuhnya berada di atas atau di bawah itu, bisa jadi ia mengalami demam. Demam merupakan salah satu gejala anak yang mengalami meningitis. 

2. Lesu

Bayi terlihat sering mengantuk, susah dibangunkan untuk menyusu, dan tanda-tanda kelesuan yang di luar kewajaran. Gejala lesu ini juga dapat dlihat pada anak yang lebih besar.

Bayi rewel bisa menjadi tanda meningitis

3. Rewel yang berlebihan

Sekalipun Anda sudah menggendong, mengayun-ayun, ataupun melakukan tindakan apa pun untuk menghentikan tangisannya, bayi tetap akan rewel. Pada anak yang berusia lebih tua, ia akan menangis atau tantrum tanpa sebab.

4. Sering sakit kepala

Anak yang lebih besar mungkin bisa mengeluhkan sering sakit kepala, tapi bayi hanya akan menangis dan rewel berlebihan saat merasakannya.

Gejala meningitis pada anak ini akan terasa tidak tertahankan dan sulit diobati sekalipun anak sudah diberi obat pereda sakit kepala.

Bayi penderita meningitis sensitif terhadap cahaya

5. Sensitif terhadap cahaya 

Bayi dan anak yang menderita meningitis tidak akan tahan bila berada di tempat yang terlalu terang karena sensitif terhadap cahaya.

6. Ruam kulit

Untuk membedakan ruam kulit yang menjadi gejala meningitis pada anak atau bukan, tekan ruam dengan gelas bening.

Jika ruam kulit tidak hilang setelah ditekan, segera bawa anak ke rumah sakit karena bisa jadi ia menderita ruam meningitis.

Sementara itu, khusus pada bayi, mereka juga akan memperlihatkan tanda-tanda berikut ini:

1. Malas menyusu

Tidak seperti bayi pada umumnya yang mengalami growth spurt saat usianya belum genap 1 tahun, gejala meningitis pada bayi adalah cenderung malas menyusu.

2. Muntah

Pembengkakan di meninges kadang kala menimbulkan terjadinya benjolan berisi nanah yang menekan otak. Hal ini dapat mengakibatkan anak muntah, pembesaran ukuran kepala, hingga terdapat tonjolan pada ubun-ubun.

Pembengkakan meninges karena meningitis menyebabkan anak sering muntah

3. Tonjolan pada ubun-ubun

Sekitar 25 persen bayi baru lahir yang menderita penyakit meningitis mengalami peningkatan volume cairan di kepalanya sehingga muncul tonjolan pada ubun-ubun.

Gejala meningitis pada bayi ini dapat ini muncul setelah 1-2 hari pascagejala awal. Namun, pada bayi yang berusia di bawah 4 bulan, tonjolan ini muncul sangat cepat dan berisiko mematikan hanya dalam kurun 24 jam.

Apa saja komplikasi penyakit meningitis?

Jika ditanya soal apakah meningitis berbahaya atau tidak, itu tergantung dari penyebabnya dan pemeriksaan dari dokter. 

Meningitis pada anak yang disebabkan oleh virus biasanya tidak akan menimbulkan komplikasi yang berbahaya dibandingkan meningitis bakteri. Bahkan, gejala meningitis virus bisa membaik dan hilang dengan sendirinya dalam waktu 7-10 hari, serta dapat diobati dengan cara rawat jalan di rumah.

Sementara itu, meningitis bakteri bisa mengakibatkan komplikasi yang membutuhkan perawatan ekstra. Anak  juga dapat menderita syok atau tekanan darah rendah sehingga memerlukan pengobatan tambahan melalui cairan infus. Pemasangan oksigen bahkan diperlukan untuk anak yang mengalami kesulitan bernapas.

Meningitis bakteri juga bisa menyebabkan komplikasi neurologis, misalnya kerusakan pendengaran, penglihatan kabur, kejang, dan kesulitan belajar pada anak. Organ-organ vital, seperti jantung, ginjal, dan kelenjar adrenal, juga bisa rusak akibat bakteri meningitis.

Meskipun berbahaya, komplikasi bisa ditangani jika penyakit meningitis cepat terdiagnosis. Sebaliknya, jika tidak segera ditangani, komplikasi yang terjadi dapat selamanya diderita oleh anak.

Cara mengobati meningitis pada anak

Pemeriksaan meningitis pada anak dapat dilakukan di rumah sakit. Dokter akan memberikan resep obat meningitis sesuai dengan penyebabnya.

Untuk mengatasi meningitis pada anak yang disebabkan oleh virus, dokter biasanya akan memberikan pengobatan berupa pemberian obat pereda nyeri penyebab sakit kepala, memperbanyak asupan cairan, dan lebih banyak istirahat.

Pengobatan meningitis juga bisa dilakukan di rumah atau menginap di rumah sakit jika kondisi anak sangat lesu karena kekurangan cairan.

Sementara itu, anak yang mengalami meningitis bakteri akan disuntik antibiotik sesegera mungkin. Infus berisi cairan juga perlu dipasang untuk menggantikan cairan yang hilang akibat demam, berkeringat, muntah, maupun malas menyusu.

Terakhir, pengobatan meningitis jamur dapat diberikan dokter melalui cairan infus yang berisikan obat antijamur.

Bakteri meningitis menyebabkan komplikasi neurologis

Baca Juga

  • Waspadai Cara Penularan Gondongan pada Anak
  • 6 Penyakit yang Sering Muncul saat Bulan Puasa, dan Pencegahannya
  • Cara Mengatasi Sembelit pada Bayi, Ikuti 10 Langkah Ini

Untuk mencegah penularan meningitis pada anak, sebaiknya hindari kontak dengan penderita meningitis atau yang sedang sakit. Segera bawa anak ke dokter, jika timbul gejala meningitis pada anak seperti yang dijelaskan di atas.

Jika Anda ingin bertanya seputar kesehatan anak, jangan ragu untuk bertanya dengan dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ secara gratis. Unduh di App Store atau Google Play sekarang juga.

Advertisement

penyakit anakmeningitissakit kepala

Referensi

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

© SehatQ, 2022. All Rights Reserved