Kenali Gejala Luka di Kepala Berdasarkan Tingkat Keparahannya

Gegar otak adalah cedera kepala yang paling sering terjadi didunia olahraga
Mengetahui gejala luka di kepala diperlukan untuk menentukan bentuk pertolongan pertama.

Luka di kepala merupakan cedera yang paling sering terjadi di dunia olahraga. Cedera ini bisa memiliki beragam tingkat keparahan. Mulai dari yang ringan (seperti benjol) hingga cedera berat yang dapat mengakibatkan kerusakan otak atau bahkan kematian.

Apa pun bentuknya, cedera kepala tidak boleh dianggap enteng. Awalnya, luka pada kepala mungkin terlihat ringan. Namun bukan mustahil luka tersebut kemudian dapat menyebabkan komplikasi yang parah, seperti cacat permanen maupun keterbelakangan mental.

[[artikel-terkait]]

Gegar otak, luka di kepala khas para atlet

Luka di kepala bisa menunjukkan gejala yang berbeda-beda di setiap orang. Perbedaan ini tergantung pada tingkat keparahannya.

Dalam dunia olahraga, cedera kepala yang sering terjadi adalah gegar otak. Dalam setahun, diperkirakan terdapat sekitar 1,5 hingga 3,5 juta kasus cedera kepala yang berhubungan dengan gegar otak akibat kecelakaan saat olahraga.

Gegar otak sendiri merupakan salah satu bentuk cedera kepala traumatik. Cedera ini terjadi ketika otak mengalami guncangan hebat karena berbagai insiden. Mulai dari tabrakan di udara, atlet yang jatuh dengan kepala membentur tanah, atau ketika pemain sepak bola menyundul bola terlalu keras.

Gejala gegar otak umumnya berupa pusing, mual, kehilangan keseimbangan, linglung, sulit konsentrasi, hingga penglihatan gAnda. Efek ini biasanya tidak serius dan hanya berlangsung sebentar, namun pemantauan medis tetap dibutuhkan karena gegar otak bisa saja menimbulkan komplikasi di kemudian hari.

Gejala luka di kepala, berdasarkan tingkat keparahannya

Cedera di kepala termasuk kondisi dengan komplikasi yang sulit diprediksi. Oleh sebab itu, Anda perlu mencatat gejalanya agar bisa diwasapdai.

1. Cedera kepala ringan

Pada cedera kepala yang ringan, seseorang biasa menunjukkan tanda-tanda yang meliputi:

  • Luka berdarah.
  • Memar.
  • Sakit kepala ringan.
  • Pusing.
  • Merasa mual.
  • Mata berkunang-kunang.

2. Cedera kepala sedang

Sedangkan untuk luka di kepala dengan tingkat sedang, penderita akan memperlihatkan sederet indikasi berikut:

  • Linglung.
  • Pingsan selama beberapa saat.
  • Muntah.
  • Sakit kepala yang berlangsung cukup lama.
  • Kehilangan keseimbangan.
  • Perubahan perilaku untuk beberapa waktu.
  • Sulit mengingat.

3. Cedera kepala berat

Dan yang terakhir, seseorang yang mengalami cedera kepala berat akan menunjukkan gejala di bawah ini:

  • Perdarahan yang cukup parah.
  • Kejang-kejang.
  • Kesulitan untuk tetap sadar.
  • Tidak bisa fokus.
  • Pingsan dan tidak kunjung sadar.
  • Gangguan pada indera penglihatan, penciuman, dan pengecap.
  • Ada cairan bening atau darah yang keluar dari hidung atau kuping
  • Memar di belakang kuping.
  • Lemas.
  • Mati rasa
  • Kesulitan bicara.

Bila Anda atau orang di sekitar Anda mengalami cedera kepala dan memperlihatkan gejala-gejala di atas, segera bawa ke rumah sakit agar bisa segera mendapatkan pertolongan medis.

Pertolongan pertama pada penderita luka di kepala

Meski terasa ringan atau sepele, penderita cedera kepala harus dibawa ke dokter atau fasilitas kesehatan terdekat. Khusus untuk luka di kepala yang ringan, penderita mungkin diizinkan untuk melakukan perawatan di rumah. Misalnya, dengan menempelkan kompres dingin di area luka atau cedera guna mengurangi bengkak.

Hanya saja, Anda perlu melakukan pemantauan selama minimal 24 jam setelah mengalami cedera. Mintalah pertolongan dari keluarga atau teman untuk mengawasi kondisi Anda.

Sementara untuk luka di kepala yang sedang hingga parah, harus segera mendapatkan penanganan darurat di rumah sakit. Langkah ini berguna untuk mencegah komplikasi yang tidak diinginkan.

Sebisa mungkin, jangan menggerakkan atau memindahkan orang yang mengalami luka di kepala yang parah. Contohnya, jika penderita memakai helm full face, jangan melepaskan helm guna menghindari trauma yang lebih parah. Serahkan penanganan pada petugas medis yang kompeten.

Penderita dengan cedera kepala yang parah biasanya harus menjalani perawatan di rumah sakit. Terkadang, prosedur operasi maupun rawat jalan dalam jangka waktu panjang juga dibutuhkan.

WebMD. https://www.webmd.com/fitness-exercise/guide/head-injuries-causes-and-treatments
Diakses pada 15 Mei 2019

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/322225.php
Diakses pada 15 Mei 2019

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Banner Telemed