Gejala Leukemia pada Anak yang Harus Dicermati Ayah dan Bunda

(0)
27 Jul 2020|Arif Putra
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Leukemia pada anak bisa sebabkan beragam gejala, seperti anemia, darah sukar membeku, dan mudah terinfeksiLeukemia pada anak bisa sebabkan beragam gejala, seperti anemia, darah sukar membeku, dan mudah terinfeksi
Leukemia pada anak merupakan jenis kanker darah yang umum dialami oleh anak-anak dan remaja. Leukemia merupakan kanker sel darah putih yang ditandai dengan terbentuknya sel darah putih yang tidak normal. Sel leukemia tersebut dapat menghancurkan sel-sel sehat lain, seperti sel darah putih, sel darah merah, dan keping darah.Leukemia pada anak terdiri atas beberapa jenis. Leukemia tersebut dapat bersifat akut atau datang tiba-tiba dan ada pula yang kronis atau terjadi dengan perlahan. Cermati gejala leukemia pada anak untuk memandu Anda mendapatkan bantuan dari dokter.

Gejala leukemia pada anak yang harus dicermati

Berikut ini gejala leukemia pada anak yang patut diperhatikan oleh orangtua:

1. Anemia

Sel leukemia dapat memakan sel-sel normal di sekitarnya, termasuk sel darah merah. Akibatnya, tubuh anak akan kekurangan sel darah merah dan memicu anemia. Apabila kekurangan sel darah merah, anak akan mengalami tanda-tanda anemia berikut ini:
  • Tubuh lelah dan lemah
  • Pusing
  • Sesak napas
  • Sakit kepala
  • Kulit pucat
  • Merasa dingin yang tidak biasa

2. Rentan mengalami infeksi

Anak-anak penderita leukemia memiliki level sel darah putih yang tinggi. Namun, sel tersebut merupakan  sel yang tidak normal dan tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Sel abnormal tersebut juga akan menghancurkan sel-sel darah putih yang sehat.Sel darah putih yang sehat berperan penting dalam melawan infeksi. Karena tubuh kekurangan sel darah putih, tubuh Si Kecil akan rentan untuk mengalami infeksi.

3. Rentan mengalami memar dan perdarahan

Leukemia, termasuk pada anak, juga akan memicu penurunan keping darah atau trombosit di dalam tubuh. Trombosit berperan vital dalam pembekuan darah dan mencegah perdarahan. Akibatnya, anak-anak penderita leukemia akan rentan mengalami pendarahan seperti memar, mimisan yang parah, atau perdarahan pada gusi.
Anak penderita leukemia
Leukemia dapat memicu perdarahan pada Si Kecil

4. Nyeri sendi dan tulang

Leukemia pada anak juga dapat menimbulkan nyeri pada sendi dan tulang. Sebab, sel leukemia yang abnormal tersebut akan berkumpul di dalam sendi dan di dekat permukaan tulang.Apabila Si Kecil terus mengeluhkan nyeri sendi dan tulang, terlebih jika disertai dengan gejala di atas, segerakan periksa ke dokter untuk identifikasi penyebabnya. Sebab, ada kemungkinan nyeri tersebut disebabkan oleh leukemia.

5. Pembengkakan di area tubuh tertentu

Leukemia pada anak juga dapat menimbulkan pembengkakan di area tubuh tertentu, seperti pada perut, lengan, wajah, hingga leher.
  • Pembengkakan di perut terjadi karena sel leukemia berkumpul di area hati dan limpa
  • Pembengkakan di lengan, wajah, dan dada bagian atas terjadi karena adanya tekanan pada pembuluh vena yang disebut vena cava superior. Tekanan ini menyebabkan darah menggenang di area tersebut
  • Pembengkakan kelenjar getah bening di leher dan ketiak
Tekanan pada pembuluh vena di atas dikenal dengan nama sindrom vena cava superior. Sindrom tersebut berisiko mengancam nyawa penderitanya dan harus mendapatkan penanganan dengan segera.

6. Batuk atau sulit bernapas

Beberapa kasus leukemia dapat memengaruhi nodus limfa dan timus, yang terletak di depan saluran pernapasan yang disebut trakea. Pembengkakan pada nodus limfa dan timus akan memberi tekanan pada trakea dan memicu batuk atau sulit bernapas.Pada beberapa kasus, sel abnormal leukemia juga dapat berkumpul di pembuluh darah kecil di paru-paru. Penumpukan sel tersebut juga menyebabkan anak menjadi sulit bernapas.

7. Sakit kepala, kejang, dan muntah

Beberapa kasus leukemia pada anak dapat memengaruhi otak dan sumsum tulang belakang. Leukemia yang sudah menyebar di area tersebut dapat memicu berbagai gejala, termasuk:
  • Sakit kepala
  • Sulit berkonsentrasi
  • Tubuh yang lemah
  • Kejang
  • Muntah
  • Gangguan keseimbangan
  • Penglihatan kabur

8. Ruam kulit dan gangguan pada gusi

Anak yang menderita leukemia jenis leukemia myeloid akut (AML) dapat mengalami masalah pada gusinya, seperti pembengkakan, rasa nyeri, dan perdarahan.Apabila AML juga menyebar ke area kulit, anak akan mengalami bintik hitam kecil seperti ruam. Kumpulan sel AML di bawah kulit dan bagian tubuh lain ini dikenal dengan kloroma atau sarkoma granulositik.

9. Rasa lelah yang ekstrem

Pada kasus yang jarang terjadi, AML juga dapat memicu rasa lelah dan lemah yang ekstrem. Anak mungkin juga akan mengalami gangguan pada cara bicaranya. Gejala ini dapat terjadi jika sel leukemia berkumpul di darah dan membuatnya menjadi mengental. Darah yang mengental ini dapat memperlambat aliran pada pembuluh darah kecil di otak.

10. Sakit perut dan penurunan nafsu makan

Sel leukemia dapat memicu pembengkakan pada hati, ginjal, dan limpa. Pembengkakan organ-organ ini akan berisiko menekan lambung dan memicu rasa tak nyaman pada perut. Si Kecil juga akan mengalami penurunan nafsu makan dan penurunan berat badan.

Pengobatan leukemia pada anak

Karena leukemia pada anak terdiri atas beberapa jenis, maka pengobatannya juga mungkin akan bergantung pada jenis yang diderita Si Kecil dan faktor pertimbangan lain. Namun, secara umum, pengobatan leukemia pada anak dapat berupa:
  • Kemoterapi, yaitu pemberian obat antikanker secara oral atau injeksi ke pembuluh darah atau tulang belakang. Kemoterapi juga akan melibatkan terapi pemeliharaan selama 2-3 tahun.
  • Terapi tertarget, yakni pengobatan yang menargetkan area spesifik pada sel kanker. Efek samping terapi tertarget biasanya tidak separah efek samping kemoterapi.
  • Terapi radiasi, yakni terapi menggunakan radiasi energi tinggi untuk membunuh sel kanker dan mengecilkan tumor. Terapi radiasi juga membantu menghambat penyebaran sel leukemia ke bagian tubuh lain.
  • Transplantasi sel punca, yakni transplantasi sel induk pembentuk darah untuk menggantikan sel yang rusak.

Memberi dukungan untuk anak penderita leukemia

Si Kecil yang menderita leukemia tentunya membutuhkan dukungan moral dari orangtuanya. Sampaikan bahwa angka keberhasilan untuk leukemia pada anak cenderung baik seiring kemajuan ilmu medis sehingga anak dengan leukemia memiliki harapan hidup yang cenderung baik.Leukemia pada anak cenderung merespons pengobatan dokter lebih baik dibandingkan kasus pada orang dewasa. Tak hanya itu, tubuh anak biasanya memiliki toleransi yang lebih kuat terhadap penanganan dan pengobatan dokter.Banyak kasus leukemia pada anak memiliki angka remisi yang tinggi, yakni hingga 90%. Remisi berarti dokter tak lagi melihat sel kanker di dalam tubuh.

Catatan dari SehatQ

Gejala leukemia pada anak dapat beragam dan membutuhkan kesigapan orangtua untuk mencari pertolongan dokter. Apabila anak menunjukkan gejala-gejala anemia, mudah mengalami infeksi, hingga rentan mengalami memar dan perdarahan, Anda sangat dianjurkan untuk segera menemui dokter. Diagnosis dan pengobatan yang sigap akan menurunkan risiko sakit yang lebih parah pada Si Kecil.
penyakit anakkesehatan anakleukemia
American Cancer Society. https://www.cancer.org/cancer/leukemia-in-children
Diakses pada 9 Juli 2020
Kids Health. https://kidshealth.org/en/parents/cancer-leukemia.html
Diakses pada 9 Juli 2020
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/322389
Diakses pada 9 Juli 2020
Web MD. https://www.webmd.com/cancer/lymphoma/childhood-leukemia-symptoms-treatments
Diakses pada 9 Juli 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait