logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo
Parenting

Penyebab Kanker Darah pada Anak Beserta Gejalanya

open-summary

Penyebab kanker darah pada anak adalah kemunculan mutasi DNA pada sumsum tulang yang normal dan menyebabkannya tumbuh tak terkendali. Untuk mengatasinya, dokter dapat merekomendasikan kemoterapi, terapi radiasi, hingga transplantasi sel punca.


close-summary

3.89

(9)

25 Feb 2022

| Arif Putra

Ditinjau oleh dr. Reni Utari

Leukemia pada anak bisa menimbulkan berbagai gejala

Gejala leukemia pada anak harus diperhatikan oleh orangtua

Table of Content

  • Penyebab leukemia pada anak
  • Gejala leukemia pada anak yang harus dicermati
  • Pengobatan leukemia pada anak
  • Memberi dukungan untuk anak penderita leukemia
  • Catatan dari SehatQ

Kanker darah atau leukemia merupakan jenis kanker yang umum dialami oleh anak-anak dan remaja. Leukemia merupakan kanker sel darah putih yang ditandai dengan terbentuknya sel darah putih yang tidak normal. Sel leukemia tersebut dapat menghancurkan sel-sel sehat lain, seperti sel darah putih, sel darah merah, dan keping darah. Kenali penyebab kanker darah pada anak beserta gejala dan cara mengobatinya.

Advertisement

Penyebab leukemia pada anak

Leukemia pada anak terdiri atas beberapa jenis. Jenis kanker ini dapat bersifat akut atau datang tiba-tiba, dan ada pula yang kronis atau terjadi secara perlahan.

Berikut adalah sejumlah jenis leukemia yang penting diketahui:

  • Leukemia limfositik akut
  • Leukemia myelogenous akut
  • Leukemia limfositik kronis
  • Leukemia myelogenous kronis.

Salah satu jenis leukemia paling berbahaya yang perlu diwaspadai adalah leukemia myeloid akut (AML).

Dikutip dari Science Daily, penderita jenis leukemia ini hanya bisa bertahan hidup selama empat hingga enam bulan setelah diagnosis, bahkan dengan kemoterapi agresif sekalipun.

Sebelum membahas ciri-ciri leukemia pada anak, Anda harus memahami dulu penyebabnya. Penyebab kanker darah pada anak ini adalah mutasi pada DNA dalam sumsum tulang yang normal sehingga menyebabkannya tumbuh tak terkendali. Meski demikian, belum diketahui secara pasti apa yang memicu mutasi ini.

Jenis perubahan DNA yang dinilai menjadi penyebab penyakit leukemia pada anak disebut translokasi kromosom. Jika normalnya DNA manusia memiliki 23 pasangan kromosom, pada kondisi ini DNA dari satu kromosom terputus dan malah melekat pada kromosom yang berbeda.

Di sampingitu, ada pula beberapa faktor yang dipercaya dapat meningkatkan risiko kanker darah pada anak, seperti kelainan genetik, riwayat keluarga dengan penyakit tersebut, atau paparan radiasi yang tinggi.

Dikutip dari Healthline, terdapat sejumlah makanan yang dapat meningkatkan risiko kanker secara umum (termasuk kanker darah) pada anak.

  • Daging yang diproses atau olahan
  • Makanan yang digoreng
  • Makanan yang dimasak berlebihan atau terlalu lama
  • Produk olahan susu
  • Gula dan karbohidrat olahan
  • Alkohol.

Berbagai makanan di atas dipercaya bisa meningkatkan risiko diabetes tipe 2 dan obesitas. Kedua kondisi medis ini pun sering dikaitkan dengan berbagai jenis kanker.

Terlebih lagi, beberapa makanan di atas juga berpotensi mengandung karsinogen, yakni senyawa yang memiliki kapasitas untuk menyebabkan kanker.

Penting bagi orangtua untuk mengenalkan makanan sehat sejak dini pada anak. Hal ini dilakukan untuk mencegah datangnya berbagai penyakit, termasuk kanker.

Gejala leukemia pada anak yang harus dicermati

Setelah memahami berbagai penyebab kanker darah pada anak, penting juga bagi orangtua untuk menambah wawasan seputar berbagai gejalanya.

Mulai dari anemia hingga kelelahan ekstrem, berikut adalah sejumlah kemungkinan ciri-ciri leukemia pada anak.

1. Anemia

Sel leukemia dapat memakan sel-sel normal di sekitarnya, termasuk sel darah merah. Akibatnya, tubuh anak akan kekurangan sel darah merah dan memicu anemia.

Kondisi ini dapat menyebabkan anak mengalami tanda-tanda-tanda anemia sebagai berikut:

  • Tubuh lelah dan lemah
  • Pusing
  • Sesak napas
  • Sakit kepala
  • Kulit pucat
  • Merasa dingin yang tidak biasa.

2. Rentan mengalami infeksi

Anak-anak penderita leukemia memiliki tingkat sel darah putih yang tinggi. Namun, sel tersebut merupakan sel yang tidak normal dan tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Sel abnormal ini juga bisa menghancurkan sel-sel darah putih yang sehat.

Masalahnya, sel darah putih yang sehat berperan penting dalam melawan infeksi. Jika tubuh mengalami kekurangan sel darah putih, anak akan menjadi lebih rentan terhadap infeksi penyakit.

3. Rentan mengalami memar dan perdarahan

Penyakit leukemia pada anak dapat memicu penurunan keping darah atau trombosit di dalam tubuh. Trombosit berperan vital dalam pembekuan darah dan mencegah perdarahan. Akibatnya, anak-anak penderita leukemia rentan mengalami perdarahan, seperti memar, mimisan yang parah, atau perdarahan pada gusi. Memar pada anak leukemia ini tentu harus diwaspadai.

Anak penderita leukemia
Leukemia dapat memicu perdarahan pada Si Kecil

4. Nyeri sendi dan tulang

Timbulnya nyeri pada sendi dan tulang juga termasuk ciri-ciri leukemia pada anak. Sebab, sel leukemia yang abnormal dapat berkumpul di dalam sendi dan di dekat permukaan tulang.

Apabila si kecil terus mengeluhkan nyeri sendi dan tulang, terlebih jika disertai dengan gejala-gejala lainnya, segerakan periksa ia ke dokter untuk mengidentifikasi penyebabnya.

5. Pembengkakan di area tubuh tertentu

Kemungkinan gejala leukemia anak lainnya adalah munculnya pembengkakan di area tubuh tertentu, seperti pada perut, lengan, wajah, hingga leher.

  • Pembengkakan di perut terjadi karena sel leukemia berkumpul di area hati dan limpa
  • Pembengkakan di lengan, wajah, dan dada bagian atas terjadi karena adanya tekanan pada pembuluh vena yang disebut vena cava superior. Tekanan ini menyebabkan darah menggenang di area tersebut
  • Pembengkakan kelenjar getah bening di leher dan ketiak

Tekanan pada pembuluh vena di atas dikenal dengan nama sindrom vena cava superior. Sindrom tersebut berisiko mengancam nyawa penderitanya dan harus mendapatkan penanganan dengan segera.

6. Batuk atau sulit bernapas

Batuk dan sulit bernapas dapat terjadi akibat leukemia. Pasalnya, beberapa kasus leukemia dapat mempengaruhi nodus limfa dan timus, yang terletak di depan saluran pernapasan yang disebut trakea.

Pembengkakan pada area tersebut dapat memberikan tekanan pada trakea sehingga memicu batuk atau sulit bernapas.

Pada beberapa kasus, sel abnormal leukemia juga dapat berkumpul di pembuluh darah kecil di paru-paru. Penumpukan sel ini juga menyebabkan anak menjadi sulit bernapas.

7. Sakit kepala, kejang, dan muntah

Pada beberapa kasus, leukemia pada anak dapat mempengaruhi otak dan sumsum tulang belakang. Leukemia yang sudah menyebar di area tersebut dapat memicu berbagai gejala berikut:

  • Sakit kepala
  • Sulit berkonsentrasi
  • Tubuh yang lemah
  • Kejang
  • Muntah
  • Gangguan keseimbangan
  • Penglihatan kabur.

8. Ruam kulit dan gangguan pada gusi

Anak yang menderita leukemia myeloid akut (AML) dapat mengalami masalah pada gusinya, seperti pembengkakan, rasa nyeri, dan perdarahan.

Apabila AML juga menyebar ke area kulit, anak juga dapat mengalami bintik hitam kecil seperti ruam. Kumpulan sel AML di bawah kulit dan bagian tubuh lainnya ini dikenal dengan kloroma atau sarkoma granulositik.

9. Rasa lelah yang ekstrem

Pada kasus yang jarang terjadi, AML dapat memicu rasa lelah dan lemah yang ekstrem. Ia juga bisa mengalami gangguan pada cara bicaranya.

Gejala ini dapat terjadi jika sel leukemia berkumpul di darah dan membuatnya menjadi mengental. Kondisi darah yang mengental dapat memperlambat aliran pada pembuluh darah kecil di otak.

10. Sakit perut dan penurunan nafsu makan

Sel leukemia dapat memicu pembengkakan pada hati, ginjal, dan limpa. Pembengkakan organ-organ ini berisiko menekan lambung dan memicu rasa tak nyaman pada perut. Anak juga akan mengalami penurunan nafsu makan dan penurunan berat badan.

Jika berbagai gejala di atas terjadi, segera periksakan si kecil datang ke dokter. Sebab, deteksi dini leukemia pada anak diharapkan bisa meningkatkan harapan hidup penderitanya.

Pengobatan leukemia pada anak

penyebab kanker darah pada anak
Pengobatan kanker darah pada anak.

Karena leukemia pada anak terdiri atas beberapa jenis, maka pengobatannya juga mungkin akan bergantung pada jenis yang diderita dan faktor pertimbangan lain. Namun, secara umum, cara menyembuhkan leukemia pada anak dapat berupa:

  • Kemoterapi, yaitu pemberian obat antikanker secara oral atau injeksi ke pembuluh darah atau tulang belakang. Kemoterapi juga akan melibatkan terapi pemeliharaan selama 2-3 tahun.
  • Terapi tertarget, yakni pengobatan yang menargetkan area spesifik pada sel kanker. Efek samping terapi tertarget biasanya tidak separah efek samping kemoterapi.
  • Terapi radiasi, yakni terapi menggunakan radiasi energi tinggi untuk membunuh sel kanker dan mengecilkan tumor. Terapi radiasi juga membantu menghambat penyebaran sel leukemia ke bagian tubuh lain.
  • Transplantasi sel punca, yakni transplantasi sel induk pembentuk darah untuk menggantikan sel yang rusak.

Menurut National Cancer Institute, tingkat kematian penderita kanker darah dapat didasari oleh usianya.

Untuk anak berusia 20 tahun ke bawah, tingkat kematian akibat kanker darah sebesar 2,2 persen. Sedangkan untuk anak remaja berusia 20-34 tahun adalah 2,6 persen.

Memberi dukungan untuk anak penderita leukemia

Bukan hal yang mustahil jika pada anak bisa sembuh. Si kecil yang menderita jenis kanker darah ini tentunya membutuhkan dukungan moral dari orangtuanya.

Sampaikan bahwa angka keberhasilan untuk leukemia pada anak cenderung baik seiring kemajuan ilmu medis sehingga mereka memiliki harapan hidup yang cenderung baik.

Leukemia pada anak juga cenderung merespons pengobatan dokter lebih baik dibandingkan kasus pada orang dewasa. Tak hanya itu, tubuh anak biasanya memiliki toleransi yang lebih kuat terhadap penanganan dan pengobatan dokter.

Baca Juga

Baca Juga

  • Kenali Tipe-Tipe Anak yang Rentan Mengalami Bullying di Sekolah
  • 10 Obat Gondongan pada Anak yang Efektif agar Cepat Sembuh
  • Penyakit Lupus pada Anak, Kenali Apa Saja Penyebabnya

Catatan dari SehatQ

Apabila anak menunjukkan gejala-gejala anemia, mudah mengalami infeksi, hingga rentan mengalami memar dan perdarahan, Anda sangat dianjurkan untuk segera berkunjung ke dokter. Diagnosis dan pengobatan yang sigap akan menurunkan risiko kanker darah yang lebih parah pada si kecil.

Jika Anda punya pertanyaan seputar masalah kesehatan anak, Anda bisa bertanya langsung dengan dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ secara gratis. Unduh aplikasi SehatQ sekarang di App Store atau Google Play.

Advertisement

penyakit anakkesehatan anakleukemiakanker darah

Referensi

Terima kasih sudah membaca.

Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?

(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

Kumpulan Artikel dan Forum

© SehatQ, 2022. All Rights Reserved