Gejala Kolesterol Tinggi dan Cara Mengatasinya dengan Sederhana

Gejala kolesterol tinggi sebenarnya tidak ada, yang ada yaitu pemicunya seperti obesitas.
Ternyata, tidak ada kondisi medis yang menjadi gejala kolesterol tinggi secara spesifik.

Sebenarnya, tidak ada kondisi khas yang menjadi gejala kolesterol tinggi. Namun, Anda bisa mewaspadai sejumlah kondisi seperti nyeri dada, pertumbuhan lunak atau warna kekuningan pada kulit (xanthomas), serta impotensi pada pria.

Kolesterol tinggi merupakan gangguan kesehatan yang terjadi ketika kadar lemak dalam darah begitu tinggi. Gejala kolesterol tinggi menyebabkan nyeri di sejumlah bagian tubuh hingga penyakit berbahaya seperti stroke dan penyakit jantung.

Untuk menghindari gejala kolesterol tinggi, Anda dapat mengenali seluk beluk ketika gangguan kesehatan ini terjadi.

Gejala kolesterol tinggi dapat dipicu hal ini, mungkin Anda tidak sadar

Gejala kolesterol tinggi ternyata dapat terjadi akibat kebiasaan sehari-hari maupun kondisi medis tertentu, yang mungkin tidak Anda sadari. Berikut ini kebiasaan maupun kondisi kesehatan yang bisa menjadi pemicu gejala kolesterol tinggi.

1. Pola makan tidak sehat

Gejala kolesterol tinggi dapat dipicu oleh pola makan yang tidak sehat. Makanan dengan kandungan lemak jenuh tinggi seperti daging sapi, daging kambing, mentega, krim, keju, minyak kelapa serta makanan dengan lemak trans yang dapat ditemukan pada kue kering, biskuit, dan popcorn, dapat meningkatkan kadar kolesterol Anda.

2. Jarang beraktivitas

Gejala kolesterol tinggi juga dapat terjadi karena Anda jarang bergerak dan beraktivitas. Kondisi kebanyakan duduk maupun tidur dan jarang berolahraga, menyebabkan penumpukan kadar kolesterol jahat yang berbahaya tubuh.

3. Kebiasaan merokok dan mengonsumsi alkohol

Kandungan zat akrolein dalam rokok dapat meningkatkan kadar kolesterol jahat dalam tubuh dan risiko gejala kolesterol tinggi. Baik perokok aktif maupun pasif, sama-sama memiliki kecenderungan mengalami penumpukan kolesterol dalam darah, yang menyebabkan penyakit seperti stroke, jantung hingga diabetes. Risiko yang sama juga dialami individu dengan kebiasaan mengonsumsi alkohol.

4. Obesitas

Berat badan berlebih juga dapat memicu penumpukan plak di pembuluh darah. Untuk mengatasinya, Anda dapat menghindari faktor-faktor penyebab obesitas serta menjaga berat badan ideal dan rajin berolahraga.

5. Penyakit tertentu

Selain itu, gejala kolesterol tinggi juga dapat terjadi akibat kondisi medis tertentu seperti penyakit ginjal, diabetes, tekanan darah tinggi hingga gangguan kelenjar tiroid.

6. Keturunan

Gejala kolesterol tinggi juga dapat terjadi akibat faktor genetik. Ketika salah seorang dari anggota keluarga, seperti ayah, ibu, nenek atau kakek memiliki riwayat kolesterol tinggi, maka besar kemungkinan bagi Anda untuk mengidap kolesterol tinggi.

Cara mencegah gejala kolesterol tinggi

Berolahraga bisa menjadi salah satu cara mencegah gejala
kolesterol tinggi.

Mencegah gejala kolesterol tinggi tidak harus menggunakan obat-obatan. Bahkan, cara-cara di bawah ini yang tergolong sederhana, bisa Anda lakukan.

  • Menjaga pola makan yang sehat:

    Mengonsumsi makanan sehat yang rendah lemak dan kaya nutrisi dapat menjadi salah satu cara menghindari gejala kolesterol tinggi. Makanan sehat penurun kadar kolesterol jahat tersebut antara lain sayuran hijau, kacang-kacangan, pisang, oat, teh hijau, dan susu kedelai.
  • Menghentikan kebiasaan buruk:

    Gejala kolesterol tinggi juga dapat dihindari dengan menghentikan kebiasaan merokok maupun mengonsumsi minuman beralkohol. Sebagai gantinya, rajinlah minum air putih setidaknya 8 gelas setiap harinya untuk melancarkan peredaran darah, memelihara fungsi ginjal dan usus, serta mengontrol asupan kalori.
  • Rutin berolahraga:

    Tak hanya menurunkan berat badan dan membentuk badan ideal, kebiasaan rutin berolahraga juga membantu meningkatkan kadar kolesterol baik dan menurunkan kadar kolesterol jahat.

Catatan dari SehatQ:

Anda memang bisa melakukan langkah-langkah sederhana tersebut untuk meredakan gejala kolesterol tinggi. Namun jika gejala tidak kunjung mereda atau malah bertambah parah, berkonsultasilah pada dokter. Dengan demikian, Anda bisa segera mendapatkan perawatan yang tepat.

Mayo Clinic.
https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/high-blood-cholesterol/symptoms-causes/syc-20350800
Diakses pada 2 Maret 2020

NHLBI.
https://www.nhlbi.nih.gov/health-topics/high-blood-cholesterol
Diakses pada 2 Maret 2020

Heart.org.
https://www.heart.org/en/health-topics/cholesterol/about-cholesterol/common-misconceptions-about-cholesterol#.WM-hVdKGPIU

Healthline.
https://www.healthline.com/nutrition/how-much-water-should-you-drink-per-day#section3
Diakses pada 2 Maret 2020

WebMD. https://www.webmd.com/cholesterol-management/guide/understanding-cholesterol-problems-symptoms
Diakses pada 3 Maret 2020

NHLBI. https://www.nhlbi.nih.gov/health-topics/high-blood-cholesterol
Diakses pada 3 Maret 2020

Artikel Terkait