logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo
Sex & Relationship

Melihat Gejala Klamidia pada Pria dan Wanita, serta Cara Mencegahnya

open-summary

Gejala klamidia pada pria dan wanita ternyata berbeda. Gejala baru akan muncul 1-3 minggu setelah berhubungan seksual dengan pasangan yang terinfeksi.


close-summary

13 Sep 2021

| Giovanni Jessica

Ditinjau oleh dr. Karlina Lestari

Gejala klamidia pada pria dan wanita

Gejala klamidia sering kali tidak disadari karena kemunculannya yang lama

Table of Content

  • Penyebab gejala klamidia muncul
  • Gejala klamidia pada pria dan wanita
  • Cara mencegah gejala klamidia
  • Konsultasi dokter saat timbul gejala klamidia
  • Catatan dari SehatQ

Klamidia merupakan salah satu infeksi menular seksual yang paling sering terjadi. Penyakit ini terjadi akibat infeksi dari bakteri Chlamydia trachomatis. Sebagian besar penderitanya tidak menunjukkan gejala klamidia sehingga penyebaran terjadi tanpa diketahui. Biarpun begitu, klamidia dapat terjadi pada pria maupun wanita pada segala usia.

Advertisement

Penyebab gejala klamidia muncul

Seseorang dapat terinfeksi klamidia lewat hubungan seksual, baik per pervaginam, oral, maupun anal. Risiko untuk mengalami infeksi klamidia akan meningkat jika berhubungan seksual tanpa menggunakan kondom.

Selain itu, berganti-ganti pasangan seksual dan memiliki pasangan lebih dari satu juga meningkatkan kemungkinan terinfeksi klamidia. Kejadian klamidia juga meningkat jika hubungan seksual dilakukan setelah mengonsumsi alkohol atau obat-obatan.

Pada sebagian kasus, klamidia juga dapat terjadi pada bayi baru lahir. Penularan bisa terjadi ketika proses persalinan jika bayi terkena cairan klamidia dari alat kelamin ibu yang terinfeksi. Pada bayi, infeksi klamidia dapat terjadi pada mata dan paru-paru.

Gejala klamidia pada pria dan wanita

Klamidia merupakan penyakit yang 'tenang'. Sebanyak tiga perempat wanita dan separuh pria yang terinfeksi tidak memiliki gejala klamidia. Hal inilah yang membuat penularannya tidak disadari.

Apabila seseorang terinfeksi, gejala klamidia tidak muncul setelah berhubungan seksual. Gejala baru akan dirasakan beberapa minggu kemudian, biasanya 1-3 minggu setelah berhubungan seksual dengan pasangan yang terinfeksi.Pria dan wanita memiliki gejala klamidia yang berbeda.

Gejala klamidia pada pria:

  • Keluar cairan abnormal dari penis. Cairan ini bisa berupa mukopurulen atau purulen (seperti nanah atau putih susu).
  • Sensasi terbakar dan nyeri saat buang air kecil
  • Peningkatan frekuensi buang air kecil dan urgensi
  • Rasa gatal atau terbakar pada ujung penis. Ujung penis juga dapat mengalami bengkak dan kemerahan.
  • Nyeri dan pembengkakan pada testis. Kondisi ini dapat terjadi pada salah satu testis maupun keduanya.
  • Nyeri pada perut bawah atau panggul.

Gejala klamidia pada wanita:

  •  Keputihan yang sangat bau
  • Rasa terbakar ketika buang air kecil
  • Sakit saat sedang berhubungan seksual
  • Mengalami perdarahan di vagina sesudah berhubungan seksual
  • Jika infeksi sudah menyebar, penderita akan merasa mual, demam, atau merasa sakit pada perut bagian bawah.

Klamidia dapat terjadi bersamaan dengan infeksi gonorea. Gejala klamidia bahkan dapat menyerupai gejala gonorea. Namun, gejala klamidia akan tetap ditemukan setelah selesai pengobatan dari gonorea.

Jika infeksi mengalami penyebaran hingga ke rektum, gejala klamidia bisa berupa nyeri pada rektum, sekret dan atau darah dari rektum. Pada kasus berat dan klamidia yang tidak diobati, dapat menyebabkan infeksi pada testis dan infertilitas.

Cara mencegah gejala klamidia

Menghentikan sementara kegiatan berhubungan seksual merupakan cara utama mencegah terjadinya infeksi klamidia. Jika Anda aktif berhubungan seksual, jangan lupa untuk selalu menggunakan kondom.

Kondom dapat menurunkan risiko terkena infeksi klamidia, tetapi tidak menjamin Anda tidak akan terinfeksi. Berhubungan seksual hanya dengan satu pasangan secara signifikan akan mengurangi risiko Anda mengalami infeksi. Selain itu, rutinlah untuk melakukan skrining terhadap klamidia dan infeksi menular seksual lainnya.

Konsultasi dokter saat timbul gejala klamidia

Seseorang yang suka bergonta-ganti pasangan seksual dan tidak menggunakan kondom harus menjalani skrining penyakit klamidia. Pemeriksaan ini perlu dilakukan setiap tahun untuk mendeteksi adanya klamidia atau penyakit menular seksual lainnya.

Bila terkena klamidia, baik penderita maupun pasangannya harus segera mendapatkan pengobatan agar tidak menularkan kepada orang lain. Ibu hamil juga perlu menjalani pemeriksaan ini untuk mencegah penularan ke bayi. Pemeriksaan dilakukan saat ibu hamil melakukan USG kehamilan pertama dan ketika kehamilan sudah memasuki trimester ketiga.

Bila hasil pemeriksaan menunjukkan hasil yang positif menderita klamidia, ibu hamil perlu diobati dan kontrol ke dokter kandungan dalam waktu 3 minggu serta 3 bulan setelah pengobatan dilakukan. Tiga bulan sejak pengobatan pertama, semua penderita klamidia perlu menjalani tes ulang. Hal ini penting dilakukan karena penderita klamidia lebih berisiko untuk terinfeksi kembali.

Baca Juga

  • 7 Penyebab Penis Keluar Nanah yang Perlu Diwaspadai Pria
  • 8 Penyebab Kencing Sakit: Belum Tentu Infeksi Saluran Kemih!
  • Mencegah Balanitis, Hindari Infeksi Bakteri Pada Alat Vital Anda

Catatan dari SehatQ

Gejala klamidia bisa muncul pada seseorang yang doyan gonta-ganti pasangan seksual. Baik pria maupun wanita bisa mengidap klamidia dengan gejala yang berbeda-beda. Jika sudah muncul gejala, disarankan segera berkonsultasi dengan dokter.

Untuk berdiskusi lebih lanjut seputar gejala klamidia dan penyakit seksual lainnya, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.

Advertisement

penyakit menular seksualklamidia

Referensi

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

© SehatQ, 2023. All Rights Reserved