logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
Forum
Hidup Sehat

Gejala Keracunan Obat dan Cara Mengatasinya

open-summary

Gejala keracunan obat dapat berupa mual dan muntah, jantung berdebar, sulit bernapas, gelisah, hingga hilang kesadaran. Untuk mengatasinya, segera cari bantuan medis agar mendapat penanganan yang cepat dan tepat.


close-summary

Ditinjau secara medis oleh dr. Reni Utari

3 Mei 2023

Keracunan obat dapat menimbulkan sejumlah gejala

Keracunan obat dapat ditandai dengan jantung berdebar dan sulit bernapas

Table of Content

  • Gejala keracunan obat
  • Cara mengatasi keracunan obat
  • Cara mencegah keracunan obat

Kesalahan dalam penggunaan obat-obatan bisa menyebabkan keracunan. Kondisi keracunan obat dapat dipicu oleh tidak mengonsumsi obat sesuai dengan aturan pakainya. Misalnya, dosis obat yang dikonsumsi terlalu banyak atau minum obat lebih cepat jadwal yang seharusnya.

Advertisement

Keracunan obat juga dapat terjadi karena obat dikonsumsi bersama dengan jenis obat lain tanpa resep dokter , atau dengan minuman beralkohol sehingga menimbulkan interaksi. Orang yang mengalami depresi atau kerap memiliki suicidal thoughts bisa pula minum banyak obat yang berakhir dengan keracunan atau overdosis.

Tak hanya orang dewasa, obat yang disimpan sembarangan lalu tak sengaja dikonsumsi oleh anak-anak pun bisa memicu keracunan akibat obat. Agar tidak memicu komplikasi lebih lanjut, kamu perlu mewaspadai gejala berikut cara mengatasinya dengan benar.

Gejala keracunan obat

Ciri-ciri keracunan obat bisa bervariasi, bergantung pada jenis obat, dosis yang dikonsumsi, serta riwayat medis orang yang mengonsumsinya. Kondisi ini bahkan dapat memicu komplikasi medis hingga kematian jika tidak ditangani dengan benar. 

gejala keracunan obat
Keracunan obat bisa menyebabkan mual dan muntah

Berikut adalah beberapa gejala keracunan obat yang dapat terjadi dan patut diwaspadai:

  • Mual dan muntah
  • Sakit perut atau kram perut
  • Diare
  • Nyeri dada
  • Pusing
  • Hilang keseimbangan
  • Hilang koordinasi tubuh
  • Denyut nadi lambat atau tidak beraturan
  • Gangguan penglihatan
  • Suara tersedak atau mendengkur
  • Kuku atau bibir kebiruan
  • Wajah pucat
  • Mengantuk
  • Hilang kesadaran
  • Sulit bernapas
  • Gelisah
  • Bertindak agresif
  • Pupil mata membesar
  • Tremor
  • Kejang
  • Halusinasi atau delusi.

Apabila kamu atau orang di sekitarmu mengalami gejala-gejala tersebut, segera ke rumah sakit atau klinik terdekat. Keracunan akibat obat harus mendapatkan penanganan medis darurat. Semakin cepat ditangani, hasilnya juga akan semakin efektif.

Cara mengatasi keracunan obat

Untuk mencegah komplikasi yang membahayakan jiwa, lakukan pertolongan pertama pada keracunan obat di bawah ini:

  • Tetap tenang dan hubungi bantuan medis darurat. 
  • Siapkan informasi mengenai umur dan berat badan korban, obat yang dikonsumsi, waktu paparan racun, dan tempat kejadian.
  • Jika korban tidak sadarkan diri, tapi masih bernapas, baringkan tubuhnya ke sisi kiri secara perlahan.
  • Apabila korban muntah, singkirkan sisa-sisa muntah atau apa pun yang ada tersisa di dalam mulutnya.
  • Pastikan jalan napas korban tetap terbuka dengan memosisikan kepalanya ke samping.
  • Kembali periksa pernapasan korban dan pantau kondisinya sampai bantuan tiba.
  • Jangan meminta korban untuk muntah, kecuali petugas kesehatan menganjurkannya.
  • Jangan memberikan makanan atau minuman apa pun pada korban karena khawatir membuatnya tersedak.
  • Lakukan resusitasi jantung paru atau CPR jika korban tidak menunjukkan tanda-tanda kehidupan, seperti bergerak, bernapas, atau batuk.
  • Simpan obat yang dikonsumsi korban ataupun wadahnya untuk diberikan kepada petugas medis.

Setelah bantuan tiba, biasanya tim medis akan melakukan langkah penanganan awal untuk mengatasi keracunan obat dengan beberapa cara berikut:

obat antidotum
Obat antidotum hanya dapat diberikan oleh dokter
  • Membersihkan jalan napas atau memasukkan selang napas jika terjadi masalah pernapasan
  • Memberikan activated charcoal atau arang aktif untuk menyerap obat dalam sistem pencernaan
  • Memancing agar pasien muntah supaya substansi bisa dikeluarkan dari perut
  • Memompa perut untuk mengeluarkan obat
  • Memberikan cairan infus untuk mempercepat tubuh dalam mengeluarkan obat 
  • Memberikan obat yang bersifat antidotum atau berlawanan dengan obat yang memicu keracunan.

Itulah cara mengatasi keracunan karena obat yang dapat dilakukan. Sementara itu, untuk menghindari masalah tersebut terjadi, penting memahami langkah pencegahannya.

Baca Juga: Mengenal Antidote, Si Penawar Racun yang Ampuh

Cara mencegah keracunan obat

Ada banyak cara mencegah keracunan obat yang bisa dilakukan. Beberapa di antaranya meliputi:

  • Jangan mengonsumsi obat secara sembarangan, dan selalu berkonsultasi dengan dokter terlebih dulu. 
  • Ketika mengonsumsi obat, ikuti petunjuk penggunaan dan dosisnya dengan tepat. 
  • Jangan mengonsumsi obat secara bersamaan tanpa diskusi dengan dokter.
  • Jangan minum obat bersamaan dengan minuman beralkohol.
  • Apabila ada anak kecil di rumah, pastikan seluruh obat, baik yang dari dokter maupun dibeli sendiri, tersimpan dengan aman dan jauh kan dari jangkauan anak-anak.

Sementara itu, jika keracunan obat terjadi karena penyalahgunaan dengan sengaja, cara terbaik untuk menghindarinya adalah dengan menghentikan penggunaan obat tersebut. Tenaga medis atau profesional selalu siap membantu orang yang ingin mengakhiri penyalahgunaan obat.

Namun, apabila kamu mengalami depresi atau memiliki pikiran untuk bunuh diri, segera hubungi psikolog atau psikiater untuk mendapatkan pertolongan. Kamu juga bisa berdiskusi lebih lanjut dengan dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ sebagai alternatif sebelum menemui psikolog maupun psikiater.

Advertisement

mualkeracunanmuntah

Ditulis oleh Dina Rahmawati

Referensi

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq
    FacebookTwitterInstagramYoutubeLinkedin

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Perusahaan

Dukungan

Butuh Bantuan?

Jam operasional:
07:00 - 20:00 WIB

Hubungi Kami+6221-27899827

© SehatQ, 2023. All Rights Reserved