Keputihan karena Jamur, Gejala dan Penyebab yang Bisa Terjadi


Keputihan karena jamur dapat terjadi dan menyebabkan rasa gatal hebat di organ kewanitaan. Kondisi ini tentunya dapat menimbulkan iritasi dan mengganggu keseharian kaum hawa.

(0)
14 May 2019|dr. M. Helmi A.
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Keputihan karena jamur menyebabkan rasa gatal pada vaginaMeski bukan penyakit menular seksual, infeksi jamur pada vagina bisa dialami individu yang aktif secara seksual
Infeksi jamur pada vagina dapat menyebabkan iritasi, keputihan, dan rasa gatal yang hebat pada vagina dan vulva (jaringan pada vagina bagian luar). Gejala keputihan akibat jamur ini bisa sangat mengganggu keseharian kaum hawa.Infeksi jamur ini disebut sebagai kandidasis vagina, dan tergolong umum terjadi. Diperkirakan terdapat tiga dari empat wanita yang mengalaminya, dengan setidaknya dua kali episode infeksi seumur hidupnya.[[artikel-terkait]]

Kenali gejala keputihan karena jamur

keputihan akibat jamur
Rasa tidak nyaman dan gatal merupakan gejala utama dari infeksi jamur pada vagina. Namun beberapa gejala lain berikut juga dapat muncul:
  • Rasa panas seperti terbakar.
  • Kulit berwarna merah.
  • Pembengkakan serta iritasi pada vagina dan vulva.
  • Nyeri vagina.
  • Nyeri atau sensasi seperti terbakar saat buang air kecil.
  • Nyeri saat berhubungan badan.
  • Keluarnya cairan keputihan yang berwarna putih dan kental. Teksturnya bisa menggumpal seperti keju cottage.
Anda bisa membeli beberapa obat-obatan secara bebas (tanpa resep), untuk mengatasi infeksi jamur pada vagina. Namun akan lebih baik bila Anda menghubungi dokter untuk memastikan obat yang sesuai dengan kondisi Anda.

Penyebab keputihan karena jamur

diabetes picu keputihan
Komposisi mikroorganisme pada vagina yang sehat sejatinya terdiri dari jumlah bakteri dan jamur yang seimbang. Hormon estrogen membantu bakteri lactobacillus spp. untuk berkembang biak.Bakteri tersebut seringkali disebut sebagai bakteri yang baik. Pasalnya, lactobacillus spp dapat membunuh kuman yang berbahaya dalam vagina.Bila terjadi ketidakseimbangan antara jumlah bakteri dan jamur, infeksi jamur kandida pun biasanya akan terjadi. Dalam kondisi ini, terjadi pertumbuhan jamur candida yang tidak terkendali, hingga menimbulkan infeksi yang disebut kandidiasis.Ketidakseimbangan antara bakteri dan jamur di vagina bisa dipengaruhi oleh beberapa faktor. Beberapa faktor risiko ini meliputi:
  • Perubahan hormon yang dapat terjadi pada saat kehamilan, menyusui, menopause, atau menggunakan pil kontrasepsi.
  • Jika tidak terkendali, diabetes akan meningkatkan kadar gula pada mukosa vagina, yang menjadi tempat ideal bagi jamur untuk tumbuh.
  • Antibiotik tertentu yang dapat membunuh bakteri dalam vagina.
  • Produk pembersih kewanitaan. Menggunakan pembersih vagina berpotensi mengubah keseimbangan mikroorganisme pada vagina.
  • Sistem kekebalan tubuh. Lemahnya sistem imun juga bisa berpengaruh, misalnya pada penderita kanker yang sedang menjalani kemoterapi, pengidap HIV dan AIDS, maupun individu yang menggunakan obat-obatan tertentu. Kondisi ini dapat melemahkan pertahanan tubuh terhadap jamur, sehingga jamur tumbuh tidak terkontrol.
  • Kehamilan. Ketika hamil, hormon estrogen akan meningkat, ternyata hal ini juga dapat menyebabkan infeksi jamur pada vagina.
Meski tidak digolongkan sebagai penyakit menular seksual, risiko infeksi ini dapat meningkat pada orang yang aktif secara seksual. Ditemukan juga keterkaitan bukti bahwa infeksi jamur pada vagina berhubungan dengan aktivitas seks oral.

Tips mencegah keputihan akibat jamur

mencegah keputihan
Ada beberapa langkah yang dapat Anda lakukan untuk mencegah tumbuhnya jamur yang tidak terkendali ada vagina. Misalnya, dengan menghindari penggunaan celana yang terlalu ketat, maupun produk pembersih kewanitaan dengan kandungan parfum.Selain itu, jauhi juga penggunaan antibiotik yang tidak diperlukan. Bila harus mengonsumsinya, konsultasikan dengan dokter terlebih dulu.Percaya atau tidak, kebiasaan berendam dalam air hangat pun bisa menjadi faktor pemicu. Demikian pula dengan aktivitas bubble bath dengan air yang telah diberi sabun beraroma.Beberapa studi juga menyatakan bahwa manfaat mengonsumsi yogurt berpotensi menurunkan angka pertumbuhan jamur. Namun studi lanjutan diperlukan untuk mengonfirmasi hal ini.

Kapan harus ke dokter?

Apabila merasakan gejala keputihan akibat jamur, ada baiknya Anda berkonsultasi ke dokter. Dengan ini, penyebabnya bisa diketahui dengan pasti dan cara menangani keputihan dapat dilakukan dengan tepat.Selain itu, beberapa kondisi di bawah ini juga memerlukan penanganan dokter dengan segera agar tidak menyebabkan komplikasi atau penyakit yang lebih serius.
  • Merupakan pertama kalinya mengalami gejala yang disebutkan di atas.
  • Tidak yakin dengan kondisi yang dialami apakah benar infeksi jamur atau bukan.
  • Gejala yang ada tidak sembuh meski telah diobati dengan krim antijamur vagina yang dijual bebas di pasaran.
  • Kemunculan gejala lainnya yang semakin parah.
Itulah beberapa kondisi yang perlu Anda pertimbangkan untuk segera berkonsultasi dengan dokter. Sebaiknya, penanganan dan diagnosis dokter memang lebih baik didapatkan jika kondisi Anda tak kunjung membaik dalam jangka waktu tertentu.
penyakit wanitakesehatan wanitainfeksi jamurkeputihan
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait