logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo
Kesehatan Wanita

Keputihan karena Jamur, Gejala dan Penyebab yang Bisa Terjadi

open-summary

Penyakit keputihan yang disebabkan oleh jamur bisa disembuhkan dengan obat antijamur seperti miconazole dan fluconazole.


close-summary

3.15

(143)

2 Feb 2022

| Nina Hertiwi Putri

Ditinjau oleh dr. Anandika Pawitri

Keputihan karena jamur bisa sebabkan gatal dan nyeri di vagina

Keputihan karena jamur bisa menyebabkan gatal di vagina

Table of Content

  • Gejala penyakit keputihan yang disebabkan oleh jamur
  • Penyebab keputihan karena jamur
  • Pengobatan penyakit keputihan yang disebabkan oleh jamur
  • Tips mencegah keputihan akibat jamur
  • Kapan harus ke dokter?

Keputihan adalah kondisi yang wajar terjadi pada wanita, terutama menjelang haid. Namun, ada kalanya cairan yang keluar dari vagina memiliki warna, tekstur, dan aroma tidak normal. Jika ini terjadi, Anda mungkin sedang mengalami penyakit keputihan yang disebabkan oleh jamur.

Advertisement

Keputihan yang keluar karena infeksi jamur biasanya juga disertai dengan gejala lain yang mengganggu. Secara medis, infeksi jamur di vagina disebut sebagai kandidasis vagina, dan umum terjadi. Diperkirakan terdapat tiga dari empat wanita yang mengalaminya, dengan setidaknya dua kali episode infeksi seumur hidupnya.

Gejala penyakit keputihan yang disebabkan oleh jamur

Keputihan karena jamur bisa menyebabkan nyeri di vagina
Keputihan karena jamur bisa menyebabkan nyeri di vagina

Keputihan yang normal memiliki warna bening sedikit keruh dengan tekstur agak kental dan tidak berbau menyengat. Sementara itu, keputihan yang muncul karena infeksi jamur akan berwarna putih pekat, tidak berbau, dan punya tekstur kental disertai gumpalan-gumpalan putih seperti keju cottage.

Keputihan yang disebabkan oleh jamur juga akan disertai oleh gejala lain yang membuat Anda merasa terganggu. Keluhan ini bisa berupa:

  • Rasa tidak nyaman dan gatal di area vagina
  • Rasa panas seperti terbakar
  • Kulit berwarna merah
  • Pembengkakan serta iritasi pada vagina dan vulva
  • Nyeri vagina
  • Nyeri atau sensasi seperti terbakar saat buang air kecil
  • Nyeri saat berhubungan intim

Penyebab keputihan karena jamur

Penyebab infeksi jamur pada vagina adalah jamur candida
Penyebab keputihan karena jamur adalah jamur candida

Jamur penyebab keputihan adalah Candida Sp dan jenis yang paling sering menjadi pemicu bernama Candida Albicans.

Jamur tersebut sebenarnya merupakan flora normal yang selalu ada di vagina. Namun saat ada gangguan tertentu, pertumbuhan jamur ini bisa meningkat tidak terkendali, hingga menyebabkan infeksi.

Vagina yang sehat sejatinya memiliki jumlah bakteri dan jamur yang seimbang. Bakteri yang secara normal ada di vagina adalah Lactobacillus spp.

Bakteri tersebut sering disebut sebagai bakteri baik. Pasalnya, Lactobacillus spp dapat membunuh kuman yang berbahaya dalam vagina.

Saat jumlah jamur Candida dan bakteri Lactobacillus tidak lagi seimbang, infeksi bernama kandidiasis vagina pun akan terjadi. Kondisi inilah yang akan memicu keluarnya penyakit keputihan karena jamur.

Ketidakseimbangan antara jumlah bakteri dan jamur di vagina bisa dipengaruhi oleh beberapa faktor berikut:

1. Perubahan hormon

Saat hormon di tubuh tidak seimbang, keseimbangan flora di vagina juga bisa terpengaruh. Perubahan hormon dapat terjadi karena kehamilan, menyusui, menopause, atau penggunaan pil KB.

Sebagai contoh, kadar hormon estrogen akan meningkat saat hamil. Hal ini membuat keseimbangan hormon di tubuh berubah dan memicu pertumbuhan Candida di vagina menjadi tidak terkendali.

Sedangkan bagi Anda yang rutin mengonsumsi pil KB, kadar estrogen di tubuh akan meningkat dan lagi-lagi, memicu ketidakseimbangan hormon di tubuh.

2. Diabetes

Jika tidak terkendali, penyakit diabetes akan meningkatkan kadar gula pada mukosa atau lapisan vagina. Kondisi ini membuat vagina menjadi tempat ideal bagi jamur untuk tumbuh.

3. Konsumsi antibiotik

Konsumsi antibiotik tertentu juga bisa menjadi pemicu keputihan yang disebabkan oleh jamur. Contohnya, antibiotik untuk mengobati infeksi saluran kemih (ISK).

Antibiotik yang dipakai selama pengobatan penyakit ISK, akan membuat bakteri baik di vagina ikut terbunuh. Akibatnya, keseimbangan flora di vagina menjadi terganggu dan jamur tumbuh di luar kendali serta memicu infeksi. 

4. Produk pembersih kewanitaan

Vagina sebenarnya adalah organ yang bisa membersihkan dirinya sendiri. Keluarnya keputihan normal merupakan salah satu mekanisme pembersihan alami organ tersebut.

Oleh karena itu, saat membasuh vagina, Anda disarankan hanya menggunakan air bersih dan tanpa sabun pembersih kewanitaan.

Pasalnya, beberapa produk pembersih kewanitaan bisa mengubah kondisi pH atau keasaman vagina. Saat pH normal vagina terganggu, akan terjadi perubahan keseimbangan mikroorganisme pada vagina yang nantinya bisa membuat organ ini lebih rentan terkena infeksi jamur.

5. Gangguan sistem kekebalan tubuh

Keputihan karena jamur juga rentan terjadi pada wanita dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah. Lemahnya sistem imun bisa disebabkan oleh kemoterapi, HIV dan AIDS, maupun penggunaan obat-obatan tertentu.

Saat imun lemah, pertahanan tubuh terhadap jamur pun bekurang. Sebagai akibatnya, jamur tumbuh tidak terkontrol.

Meski tidak digolongkan sebagai penyakit menular seksual, risiko keputihan karena jamur juga dapat meningkat pada orang yang aktif secara seksual. Ditemukan juga keterkaitan bukti bahwa infeksi jamur pada vagina berhubungan dengan aktivitas seks oral.

Baca Juga: Manfaat Air Garam untuk Miss V yang Berjamur

Pengobatan penyakit keputihan yang disebabkan oleh jamur

Obat keputihan karena jamur adalah salep antijamur
Salep antijamur bisa dipakai untuk mengatasi keputihan karena jamur

Untuk mengatasi keputihan karena jamur, Anda dapat melakukan beberapa langkah perawatan di bawah ini:

1. Obat antijamur

Obat antijamur adalah terapi paling efektif untuk mengatasi keputihan yang disebabkan oleh jamur. Terdapat beragam jenisnya yang bisa digunakan, tergantung pada tingkat keparahan infeksi.

Untuk infeksi jamur vagina yang tidak terlalu parah, dokter biasanya akan meresepkan obat antijamur yang meliputi:

Obat-obat tersebut tersedia dalam bentuk krim, salep, maupun tablet. Dokter biasanya akan memberikan obat untuk pemakaian selama 1-6 hari.

Sementara untuk infeksi jamur yang parah dan keputihan yang sangat mengganggu, dokter akan meresepkan obat yang sama, tapi dengan dosis lebih besar serta durasi penggunaan lebih panjang, yakni 14 hari hingga enam minggu.

2. Perawatan alami

Ada beberapa bahan alami yang dipercaya bisa meredakan infeksi jamur di vagina. Contohnya, minyak kelapa, bawang putih, dan yoghurt.

Namun perawatan alami ini belum banyak diteliti secara ilmiah, sehingga efektivitas dan keamanannya belum benar-benar diketahui.

Jika ingin mencoba perawatan alami untuk mengatasi penyakit keputihan yang disebabkan oleh jamur, Anda perlu lebih berhati-hati dan berkonsultasi ke dokter terlebih dulu.

Tips mencegah keputihan akibat jamur

Sederet langkah berikut dapat Anda lakukan untuk mencegah timbulnya penyakit keputihan akibat jamur:

  • Menghindari penggunaan celana yang terlalu ketat.
  • Jangan menggunakan produk pembersih kewanitaan yang mengandung parfum.
  • Tidak menggunakan antibiotik jika tidak diperlukan. Bila harus mengonsumsinya, konsultasikan dengan dokter terlebih dulu.
  • Jangan terlalu sering berendam dalam air hangat atau melakukan bubble bath dengan air yang telah diberi sabun beraroma.

Baca Juga

  • Keputihan Berwarna Hijau dan Menggumpal, Berbahayakah?
  • Koriokarsinoma, Tumor Langka yang Berkaitan dengan Kehamilan
  • Penyebab Infeksi Saluran Kemih Selain Bakteri, Memang Ada?

Kapan harus ke dokter?

Apabila merasakan gejala keputihan akibat jamur, ada baiknya Anda berkonsultasi ke dokter. Dengan ini, penyebabnya bisa diketahui dengan pasti dan cara menangani keputihan dapat dilakukan dengan tepat.

Selain itu, beberapa kondisi di bawah ini memerlukan penanganan dokter dengan segera agar tidak menyebabkan komplikasi atau penyakit yang lebih serius:

  • Baru pertama kali mengalami gejala infeksi jamur vagina
  • Tidak yakin bahwa kondisi yang dialami benar-benar infeksi jamur
  • Gejala tidak kunjung sembuh meski telah diobati dengan krim antijamur vagina yang dijual bebas di pasaran
  • Muncul gejala lain yang semakin parah

Itulah beberapa kondisi yang perlu Anda pertimbangkan untuk segera berkonsultasi dengan dokter, khususnya bila kondisi Anda tak kunjung membaik dalam jangka waktu tertentu.

Anda juga bisa berdiskusi lebih lanjut mengenai kondisi keputihan akibat jamur maupun gangguan organ intim lain dengan dokter secara langsung lewat fitur Chat Dokter di aplikasi kesehatan SehatQ. Unduh gratis di App Store dan Google Play.

Advertisement

penyakit wanitakesehatan wanitainfeksi jamurkeputihan

Referensi

Terima kasih sudah membaca.

Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?

(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

Kumpulan Artikel dan Forum

© SehatQ, 2022. All Rights Reserved