Kenali Ciri-Ciri Mata Katarak yang Umum Menyerang Lansia


Gejala katarak pada awalnya ditandai dengan penglihatan yang buram. Dalam perkembangannya, katarak bisa menyebabkan kebutaan. Itu sebabnya, mengetahui gejala katarak menjadi penting agar bisa dilakukan antisipasi sedini mungkin.

0,0
06 May 2021|Rhandy Verizarie
gejala katarakGejala katarak pada awalnya ditandai oleh penglihatan yang buram
Salah satu masalah yang umum dialami para lansia, khususnya di atas 60 tahun, adalah katarak. Ini adalah kondisi ketika penglihatan menjadi buram akibat lensa mata yang mengeruh. Mengetahui gejala katarak sejak dini dapat mempermudah proses penyembuhan dan mencegah risiko kebutaan.Penyebab katarak ada beberapa macam, mulai dari paparan sinar matahari, gula darah tinggi, efek radiasi, kebiasaan merokok, hingga penggunaan obat steroid. Kondisi ini biasanya berkembang secara perlahan, sehingga ciri-ciri yang muncul tidak terlalu kentara.Meski sering terjadi pada lansia, katarak pada usia muda juga mungkin saja terjadi.Data dari Badan Kesehatan Dunia (WHO) sendiri menyebutkan bahwa 50 persen kasus kebutaan disebabkan oleh katarak. Itu sebabnya, mengetahui ciri-ciri mata katarak menjadi penting agar Anda bisa lebih waspada.

Gejala katarak yang harus diwaspadai

Berikut adalah ciri-ciri mata katarak yang perlu Anda ketahui dan waspadai:

1. Penglihatan buram

Gejala awal katarak yang jamak ditemukan adalah penglihatan menjadi buram. Umumnya, objek yang jaraknya cukup jauh akan terlihat samar, kabur, atau berkabut.Gejala ini muncul karena adanya penumpukan protein pada lensa. Alhasil, lensa mata menjadi tidak jernih dan menghalangi penglihatan. 

2. Sensitif terhadap cahaya

Ciri-ciri katarak selanjutnya adalah mata menjadi lebih peka atau sensitif pada cahaya. Sensitivitas ini ditandai dengan efek silau yang tak jarang disertai rasa nyeri saat mata terpapar cahaya langsung. 

3. Penglihatan menurun saat malam hari

Saat mengalami katarak, seseorang juga akan mengalami penurunan kemampuan melihat pada malam hari. Hal ini tentu dapat membahayakan penderita katarak ketika melakukan sejumlah aktivitas di malam hari, seperti berkendara. Terlebih, mata yang sudah sensitif terhadap cahaya juga dapat memperparah gejala yang satu ini. Hal ini karena saat berkendara pada malam hari, cahaya dari arah berlawanan akan menyilaukan mata.Oleh sebab itu, orang yang menderita katarak tidak diperkenankan—atau setidaknya harus ekstra berhati-hati—ketika berkendara di malam hari.

4. Penglihatan menjadi kuning

Penglihatan yang menjadi kuning menjadi ciri-ciri mata katarak lainnya yang harus Anda waspadai. Hal ini terjadi karena protein yang menumpuk di lensa mata akan berubah warna menjadi kuning atau bahkan kecokelatan seiring berjalannya waktu.Akibatnya, cahaya yang ditangkap oleh mata akan merefleksikan warna kuning. Pada kasus yang sudah parah, penderita bahkan sudah tidak mampu lagi membedakan warna objek yang ia lihat.

5. Penglihatan ganda

Difraksi yang terjadi pada lensa mata akibat katarak juga memunculkan gejala lainnya berupa objek yang terlihat ganda. Dalam dunia medis, kondisi ini dikenal sebagai diplopia. Namun, diplopia tidak hanya disebabkan oleh katarak, tapi juga sejumlah gangguan kesehatan lainnya, seperti:
  • Pembengkakan kornea mata
  • Multiple sclerosis
  • Stroke
  • Tumor otak

6. Muncul lingkaran cahaya saat melihat

Gejala katarak pada lansia yang juga umum terjadi adalah munculnya semacam lingkaran cahaya pada bidang penglihatan mata. Kondisi ini dikenal dengan istilah halo.Kemunculan ‘halo’ ini disebabkan oleh menurunnya ketajaman lensa saat terpapar cahaya akibat adanya penumpukan protein pada salah satu bagian mata.

7. Sering berganti ukuran kacamata

Sering berganti-ganti ukuran lensa kacamata merupakan gejala katarak pada tahap ringan. Ketika kekeruhan katarak pada lensa semakin memburuk, kemampuan melihat penderitanya pun akan semakin menurun. Faktor inilah yang kemudian membuat penderita harus kembali menyesuaikan ukuran lensa kacamatanya agar tetap dapat melihat dengan baik.

Kapan harus periksa ke dokter?

Segera temui dokter apabila mengalami perubahan-perubahan pada penglihatan mata yang mengarah pada katarak.Dokter akan melakukan serangkaian pemeriksaan guna memastikan penyebab, jenis katarak, dan tingkat keparahan gejala mata katarak yang dialami.Pemeriksaan dimulai dari menanyakan riwayat medis dan gaya hidup (anamnesis), pemeriksaan fisik, mata, hingga tes ketajaman mata.

Cara mengatasi katarak

Katarak dapat disembuhkan sehingga memperkecil risiko kebutaan. Cara mengatasi katarak yang paling utama adalah dengan tindakan operasi katarak. Selain itu, dokter juga akan memberikan obat katarak sebagai penunjang pengobatan utama.Selama masa pengobatan—sekaligus untuk mencegah katarak kembali muncul di kemudian hari—pasien akan diminta oleh dokter untuk menerapkan sejumlah hal, seperti menggunakan kacamata hitam saat beraktivitas di luar, hingga menghindari paparan cahaya terang.

Catatan dari SehatQ

Gejala katarak memang dapat menyebabkan penglihatan terganggu. Namun, Anda tak perlu langsung panik karena kondisi ini dapat disembuhkan dengan operasi.Operasi katarak yang dijalani saat ini pun cenderung lebih mudah dan memiliki tingkat keberhasilan yang cukup tinggi.Selain itu, hindari paparan sinar matahari maupun cahaya terang lainnya sebagai langkah pencegahan katarak kembali terulang di kemudian hari.Untuk berdiskusi lebih lanjut seputar ciri-ciri mata katarak, Anda bisa chat dokter secara online melalui aplikasi SehatQ. Download sekarang juga di App Store dan Google Play.
kesehatan lansiakesehatan matakatarak
Healthline. https://www.healthline.com/health/cataract-symptoms#see-your-doctor Diakses pada 28 April 2021Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/cataracts/symptoms-causes/syc-20353790 Diakses pada 28 April 2021WHO. http://www.who.int/blindness/causes/priority/en/index1.hthttp://www.who.int/blindness/causes/priority/en/index1.html Diakses pada 28 April 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait