Pria berusia 20-34 tahun lebih berisiko terkena kanker testis daripada bayi atau pria lebih tua
Salah satu gejala kanker testis adalah adanya benjolan disertai rasa nyeri pada testis.

Kanker testis adalah keganasan yang menjangkit salah satu atau kedua testis. Kanker ini merupakan jenis kanker yang umumnya menyerang pria. Walaupun termasuk kanker yang jarang terjadi (hanya 0,5% dari angka seluruh kejadian kanker), kanker testis sering dideteksi pada tahap lanjut, yaitu ketika gejala akibat penyebaran kanker ke organ lain sudah mulai timbul. Jika ditemukan pada tahap awal, kesembuhan kanker testis sangat tinggi, bahkan mencapai 95%.

Gejala Kanker Testis

Bagi Anda para laki-laki, waspadai perubahan pada testis yang mungkin termasuk dalam gejala kanker testis:

  1. Benjolan atau pembengkakan pada testis
  2. Nyeri, rasa tidak nyaman, atau baal pada testis atau skrotum
  3. Testis kanan dan kiri terlihat tidak sama besar secara signifikan
  4. Konsistensi testis berubah menjadi keras dan terasa berat
  5. Perubahan-perubahan tersebut tidak disertai dengan tanda infeksi, seperti kemerahan, rasa panas, ataupun rasa nyeri
  6. Penumpukan cairan tiba-tiba pada skrotum

Apabila gejala kanker testis yang sudah memasuki tahap lebih lanjut, kondisi-kondisi berikut juga sering muncul:

  1. Nyeri tumpul pada perut bagian bawah atau di sekitar area genital
  2. Pembesaran payudara. Walaupun jarang, sel kanker testis dapat memproduksi hormon yang memicu pertumbuhan payudara pada laki-laki
  3. Nyeri pinggang, kesulitan bernapas, nyeri dada, batuk produktif disertai dahak berdarah

Faktor Risiko Kanker Testis

Terdapat beberapa faktor risiko terjadinya kanker testis. Perlu diingat jika Anda memiliki faktor risiko berikut bukan berarti Anda akan terkena kanker testis. Sebaliknya, tanpa faktor risiko bukan berarti kanker testis tidak mungkin terjadi. Risiko untuk terkena kanker testis lebih besar jika terdapat hal berikut:

  • Pria kulit putih empat kali lebih berisiko terkena kanker testis dibandingkan pria kulit hitam. Sedangkan ras Asia tergolong berisiko sedang.
  • Angka kejadian kanker testis paling tinggi pada rentang usia 20-34 tahun, walaupun beberapa kasus ditemukan pada bayi dan pria lebih tua.
  • Riwayat kriptorkismus. Kriptorkismus adalah kelainan di mana testis tidak turun ke dalam skrotum saat bayi. Pria dengan riwayat kriptorkismus, berisiko untuk terkena kanker testis 3-17 kali lebih besar.
  • Riwayat keluarga. Riwayat kanker testis dalam keluarga meningkatkan risiko.
  • Riwayat kanker testis pada satu sisi. Jika salah satu testis didiagnosis kanker testis, kemungkinan testis sisi lainnya untuk terkena kanker juga besar.
  • Carcinoma in situ (CIS) pada testis. CIS dianggap sebagai cikal bakal kanker testis tipe seminoma. CIS tidak menyebabkan benjolan. Biasanya CIS dideteksi secara tidak sengaja pada pria yang menjalani tes infertilitas.
  • Infeksi HIV. Pria dengan AIDS lebih rentan terkena kanker testis tipe seminoma.
  • Orang dengan sindrom Klinefelter.

Deteksi Kanker Testis

Kanker testis sulit ditemukan pada tahap awal karena pemeriksaan skrotum/testis tidak umum dilakukan. Gejala kanker testis biasanya tidak sengaja ditemukan oleh pasien atau dokter pada pemeriksaan umum. Hingga saat ini, belum ada panduan bagaimana prosedur skrining kanker testis yang terbukti efektif. Anda dapat melakukan pemeriksaan sendiri dengan panduan berikut untuk mendeteksi gejala kanker testis:

  • Lakukan pemeriksaan setelah mandi air hangat. Saat kulit skrotum teraba lunak, memudahkan Anda untuk memeriksa testis.
  • Raba kedua testis. Perhatikan jika ada perubahan ukuran, bentuk, atau konsistensi.
  • Testis yang normal ukurannya sedikit berbeda, dan salah satu menggantung lebih rendah daripada yang lain. Pada perabaan, Anda dapat merasakan sedikit benjolan seperti pipa kecil pada bagian atas testis, yang merupakan epididimis. Permukaan testis normal juga mengandung pembuluh darah dan jaringan penunjang yang dapat teraba sebagai benjolan. Kenali bentuk testis yang normal, agar Anda dapat mendeteksi jika ada perubahan.

National Cancer Institute. https://www.cancer.gov/types/testicular/patient/testicular-screening-pdq
Diakses pada April 2019

Kementrian Kesehatan Rebuplik indonesia. www.depkes.go.id/download.php?file=download/...kanker.pdf
Diakses pada April 2019

Cancer.net. https://www.cancer.net/cancer-types/testicular-cancer/symptoms-and-signs
Diakses pada April 2019

American Cancer Society. https://www.cancer.org/cancer/testicular-cancer/detection-diagnosis-staging/detection.html
Diakses pada April 2019

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Banner Telemed