Gejala Kanker pada Anak yang Perlu Dikenali Orangtua

Gejala kanker pada anak sulit dibedakan dengan gejala penyakit lain
Pita kuning melambangkan kanker pada anak

Tidak hanya pada orang dewasa, kanker juga bisa menyerang anak-anak. Penyakit ini tentu berbahaya apabila tidak segera mendapat penanganan yang tepat. Namun sayangnya, gejala kanker pada anak seringkali tidak disadari orangtua, apalagi anak itu sendiri.

Memang, mengenali gejala kanker pada anak bukanlah perkara mudah. Sebab, anak masih sulit untuk menyadari adanya gangguan kesehatan pada tubuhnya. Ditambah, gejala yang muncul seringkali serupa dengan gejala penyakit lainnya.

Meski begitu, orangtua tetap harus belajar untuk mengenalinya. Sebab, perawatan kanker yang dilakukan sejak awal kemunculannya, akan meningkatkan potensi keberhasilan perawatan atau prognosis (kondisi akhir penyakit).

Gejala kanker pada anak bisa berbeda, tergantung jenisnya

Gejala kanker pada anak bisa berbeda, tergantung jenisnya
Gejala kanker pada anak bisa berbeda-beda tergantung jenisnya

Seperti yang kita tahu, kanker terdiri dari berbagai jenis, tergantung dari organ yang diserang. Dari sekian banyak jenis kanker, ada enam jenis yang paling sering terjadi pada anak-anak, yaitu kanker darah, kanker mata, kanker tulang, kanker saraf, kanker kelenjar getah bening, dan kanker nasofaring. Masing-masing kenker tersebut bisa menimbulkan gejala tersendiri, sebagai berikut:

• Kanker darah

Kanker darah adalah gangguan pada produksi sel darah putih di tubuh. Kondisi ini bisa juga disebut sebagai leukemia. Beberapa gejala leukemia pada anak antara lain:

  • Demam hingga menggigil
  • Tidak nafsu makan
  • Tulang dan sendi terasa nyeri
  • Pembengkakan pada kelanjar getah bening
  • Lemas, mudah lelah
  • Napas yang pendek-pendek
  • Pucat
  • Sering berdarah tanpa sebab yang jelas
  • Muncul lebam-lebam di tubuh tanpa sebab yang jelas
  • Pembengkakan perut akibat pembesaran hati dan limpa

• Kanker mata

Kanker mata atau retinoblastoma biasanya muncul pada anak yang berusia di bawah lima tahun. Saat terjadi, gejala yang akan muncul di antaranya:

  • Pupil mata terlihat berwarna putih
  • Mata jadi terlihat seperti mata kucing
  • Juling
  • Area mata terlihat kemerahan
  • Bola mata membesar dan meradang
  • Penglihatan buram

• Kanker tulang

Kanker tulang atau osteosarkoma merupakan salah satu jenis kanker yang sering terjadi pada anak. Sesuai namanya, gejala yang muncul pun umumnya spesifik pada tulang, seperti:

  • Nyeri di tulang di malam hari atau setelah beraktivitas
  • Pembengkakan di area yang mengalami nyeri, , permukaan kulitnya terasa hangat dan berwarna kemerahan
  • Patah tulang tiba-tiba saat melakukan aktivitas rutin
  • Sulit menggerakkan anggota tubuh.
  • Nyeri terus-menerus di area punggung
  • Demam dan pucat
  • Cepat lelah
  • Penurunan berat badan

• Kanker saraf

Saat kanker saraf atau neuroblastoma terjadi, gejala yang muncul di antaranya:

  • Pembengkakan di area perut atau leher
  • Tidak nafsu makan
  • Gangguan perkembangan
  • Demam
  • Nyeri tulang
  • Pembengkakan di kelenjar getah bening
  • Pucat
  • Lemas
  • Kelemahan pada kaki
  • Sakit punggung
  • Gangguan buang air besar dan kecil
  • Perdarahan di sekitar mata
  • Mata terlihat menonjol
  • Kelopak mata menurun satu sisi
  • Kontraksi Pupil terlihat kontraksi
  • Mata kering
  • Lumpuh

• Kanker kelenjar getah bening

Pada kanker kelenjar getah bening ada beberapa gejala yang perlu dikenali, yaitu:

  • Pembengkakan di ketiak, pangkal paha, atau leher tanpa rasa sakit
  • Sesak napas
  • Demam dan berkeringat saat malam hari
  • Lemah dan lesu
  • Nafsu makan berkurang
  • Berat badan menurun
  • Penyumbatan saluran pencernaan tersumbat

• Kanker nasofaring

Nasofaring adalah bagian dari sistem pernapasan. Faring sendiri adalah istilah medis yang digunakan untuk tenggorokan. Nasofaring adalah bagian tenggorokan yang letaknya dekat dengan nasal atau hidung. Pada kanker nasofaring, gejala yang akan muncul antara lain:

  • Pembengkakan kelenjar getah bening di leher
  • Hidung mampet terus-menerus
  • Sering mimisan
  • Radang telinga tengah atau otitis media
  • Telinga berdenging atau tinitus
  • Sakit kepala
  • Demam
  • Tidak bisa membuka atau menutup mulut (trismus)
  • Sulit menelan

Gejala kanker pada anak secara umum

Demam merupakan salah satu gejala kanker pada anak yang paling umum
Demam merupakan salah satu gejala kanker pada anak yang paling umum

Kanker pada anak sebenarnya jarang terjadi. Sehingga, hingga saat ini belum ada tes spesifik untuk mendeteksi kondisi tersebut sejak dini.

Oleh karena itu, orangtua perlu mengetahui gejala kanker pada anak, setidaknya gejala secara umum. Dengan begitu, apabila anak terlihat mengalami kondisi yang serupa dengan gejala kanker, orangtua bisa segera membawanya ke dokter.

Selain keenam jenis kanker yang telah disebutkan di atas, tidak menutup kemungkinan anak juga terkena kanker jenis lainnya. Orangtua sebaiknya segera memeriksakan anak ke dokter, apabila muncul gejala-gejala di bawah ini.

  • Muncul pembengkakan atau benjolan secara tiba-tiba
  • Terus menerus pucat dan tidak berenergi
  • Mudah berdarah dan lebam
  • Terus-menerus merasakan sakit di area yang sama
  • Sulit berjalan atau bergerak
  • Demam tidak kunjung turun
  • Sering sakit kepala dan muntah
  • Tiba-tiba tidak bisa melihat dengan jelas
  • Berat badan turun secara cepat dan tiba-tiba

Gejala-gejala di atas memang bukalanlah gejala kanker pada anak secara spesifik. Gangguan lain seperti infeksi atau cedera juga bisa menimbulkan gejala yang mirip. Sebagai langkah aman, apabil anak mengalami gejala-gejala di atas, segera periksakan ke dokter. Sebab kanker atau maupun gangguan kesehatan lainnya, harus segera diobati.

Apa yang harus dilakukan saat gejala kanker pada anak muncul?

Langkah pertama yang perlu dilakukan apabila anak mengalami gejala-gejala di atas adalah membawanya ke dokter. Anda bisa membawa anak ke dokter umum terlebih dahulu.

Gejala di atas memang belum tentu menandakan kanker. Sehingga, dokter dapat memberikan perawatan untuk meredakan gejalanya terlebih dahulu. Misalnya dengan meresepkan antibiotik. Selanjutnya, dokter akan melihat ciri fisik dan memeriksa riwayat kesehatan anak secara keseluruhan.

Apabila tubuh anak tidak merespons pengobatan yang diberikan, dokter dapat melakukan serangkaian tes untuk memastikan diagnosis penyakit anak. Lalu, jika gejala yang dialami anak dicurigai sebagai gejala kanker, dokter umum dapat merujuk Si Kecil untuk diperiksa lebih lanjut oleh dokter spesialis anak.

Orangtua sebaiknya tidak menunda pemeriksaan, apabila anak terlihat mengalami kondisi yang mirip dengan gejala kanker pada anak. Menunda pemeriksaan, berarti menunda perawatan, dan berujung pada menunda kesembuhan.

American Family Physician. https://www.aafp.org/afp/2013/0801/p185.html
Diakses pada 28 Januari 2020

Kementrian Kesehatan Republik Indonesia. http://p2ptm.kemkes.go.id/kegiatan-p2ptm/pusat-/kenali-gejala-dini-kanker-pada-anak
Diakses pada 28 Januari 2020

Healthy Children. https://www.healthychildren.org/English/health-issues/conditions/cancer/Pages/Symptoms-of-Childhood-Cancers.aspx
Diakses pada 28 Januari 2020

American Cancer Society. https://www.cancer.org/cancer/cancer-in-children/finding-childhood-cancers-early.html
Diakses pada 28 Januari 2020

Cancer Research UK. https://www.cancerresearchuk.org/about-cancer/childrens-cancer/symptoms
Diakses pada 28 Januari 2020

Artikel Terkait