Kenali Gejala Jantung Koroner Sebelum Terlambat!

Gejala jantung koroner adalah napas memendek, serangan jantung, dan sakit dada
Serangan jantung merupakan salah satu gejala jantung koroner

Jantung adalah salah satu organ yang paling penting dalam tubuh. Bayangkan jika suatu saat jantung Anda berhenti berdetak? Tentunya hal tersebut merupakan sesuatu yang menakutkan. Melalui Sample Registration System (SRS) yang dilakukan oleh Kementerian Kesehatan pada tahun 2014, penyakit jantung koroner merupakan penyebab kematian tertinggi di Indonesia dengan persentase sebesar 12,9 persen. Penyakit jantung koroner bahkan mengalahkan stroke yang merupakan penyebab kematian tertinggi kedua di Indonesia.

Penyakit jantung koroner bukanlah sesuatu yang terjadi begitu saja. Penyakit ini muncul saat ada plak pada pembuluh arteri jantung yang akhirnya menyumbat pembuluh darah dan membuat jantung kekurangan oksigen. Pada kasus tertentu, plak yang tertimbun pada pembuluh arteri dapat merobek dinding jantung dan mengakibatkan serangan jantung.

Plak yang menyumbat pembuluh arteri adalah timbunan dari lemak kolesterol dan material-material lain yang menempel pada dinding pembuluh arteri. Plak ini berkembang secara perlahan dan inilah yang membuat gejala jantung koroner kadang tidak terdeteksi.

Gejala Jantung Koroner

Gejala jantung koroner mungkin berbeda-beda pada tiap orang, tetapi pada umumnya beberapa gejala jantung koroner yang mungkin terjadi adalah:

  • Napas yang Memendek

Plak yang menyumbat pembuluh darah memblokir akses darah ke jantung dan pada akhirnya membuat jantung menjadi sulit untuk memompa darah sesuai dengan kebutuhan tubuh. Saat jantung sulit memompa darah, saat itulah Anda akan merasa sesak napas atau napas yang memendek. Gejala jantung koroner ini juga biasa disertai dengan kelelahan yang luar biasa.

  • Serangan Jantung

Saat pembuluh arteri benar-benar tersumbat oleh plak, maka Anda dapat mengalami serangan jantung. Gejala jantung koroner yang satu ini merupakan indikasi dari penyakit jantung koroner yang cukup gawat.

Saat mengalami serangan jantung, Anda mungkin akan merasakan adanya tekanan yang keras pada dada yang diiringi dengan rasa sakit pada bahu atau lengan. Terkadang serangan jantung juga diikuti dengan memendeknya napas dan berkeringat. Pada kasus tertentu, gejala serangan jantung juga dapat tidak terlihat.

  • Sakit Dada (Angina)

Gejala penyakit koroner dapat berupa sakit di dada yang biasanya muncul di tengah atau bagian kiri dada. Sakit dada yang dirasakan dapat berupa tekanan atau ketegangan di dada, seakan-akan seseorang berdiri di atas dada Anda. Sakit dada yang dirasakan biasanya muncul saat Anda merasa stres secara emosional maupun fisik.

Pengenalan gejala jantung koroner yang dini dapat membantu penderita untuk mencegah penyakit jantung koroner menjadi semakin parah. Anda dapat dengan segera berkonsultasi dengan dokter jika Anda merasakan gejala jantung koroner di atas.

Gejala jantung koroner mungkin awalnya tidak terlalu terasa, tetapi seiring berjalannya waktu, gejala yang dirasakan akan semakin parah. Anda sangat disarankan untuk menjalani pola hidup sehat dan berolahraga, jika mengalami gejala jantung koroner.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. http://www.depkes.go.id/article/view/17073100005/penyakit-jantung-penyebab-kematian-tertinggi-kemenkes-ingatkan-cerdik-.html
Diakses pada 26 Maret 2019

Mayo Clinic.
https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/coronary-artery-disease/symptoms-causes/syc-20350613
Diakses pada 26 Maret 2019

WebMD
https://www.webmd.com/heart-disease/guide/heart-disease-coronary-artery-disease#2
Diakses pada 26 Maret 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed