Waspadai Gejala Infeksi Saluran Kencing pada Wanita dan Cara Mencegahnya


Gejala infeksi saluran kencing pada wanita antara lain nyeri di area panggul, sakit saat buang air kecil, urine berdarah, lemas, dan demam.

0,0
12 Oct 2021|Nina Hertiwi Putri
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Gejala infeksi saluran kencing pada wanita yang khas adalah nyeri pada panggulGejala infeksi saluran kencing pada wanita salah satunya nyeri saat buang air kecil
Infeksi saluran kencing (ISK) adalah infeksi yang menyerang saluran kemih, seperti ginjal, ureter, dan kandung kemih. Dibanding pria, wanita lebih sering mengalami penyakit ini. Maka dari itu, penting untuk memahami gejala infeksi saluran kencing pada wanita.Wanita lebih rentan terkena infeksi saluran kencing karena memiliki saluran uretra yang lebih pendek dibandingkan laki-laki. Akibatnya, bakteri dari luar lebih mudah mencapai organ-organ di saluran ini. Infeksi saluran kencing atau kemih umumnya disebabkan oleh bakteri E. coli. Untuk mencegahnya, Anda perlu menjaga kebersihan vagina dengan baik dan menjalani pola hidup sehat.

Berbagai gejala ISK pada wanita

Gejala ISK pada wanita salah satunya nyeri saat buang air kecil
Gejala infeksi saluran kencing pada wanita salah satunya nyeri saat buang air kecil
Ada sedikit perbedaan gejala saluran kencing pada wanita jika dibandingkan dengan pria. Berikut ini gejala ISK yang biasa muncul pada wanita:
  • Nyeri panggul
  • Sakit saat buang air kecil
  • Sering merasa ingin buang air kecil, tapi urine yang keluar sedikit (anyang-anyangan)
  • Urine berbau menyengat
  • Urine berwarna keruh atau cokelat gelap seperti teh
  • Terasa seperti ada tekanan di perut bagian bawah
  • Ada darah di urine
  • Badan terasa lemas dan gemetar
  • Demam
  • Mual dan muntah
Tidak semua wanita akan mengalani gejala ISK yang sama. Gejala urine berdarah lebih sering muncul pada wanita dengan usia lebih muda. Sementara itu, badan lemas dan gemetar biasanya dirasakan pengidap ISK yang sudah memasuki usia menopause.

Penyebab wanita yang lebih rentan mengalami ISK

Aktif berhubungan seksual bisa tingkatkan risiko ISK
Aktif berhubungan seksual bisa tingkatkan risiko terkena ISK pada wanita
Menurut data yang disampaikan oleh badan kesehatan wanita Amerika Serikat, jumlah wanita yang mengalami infeksi saluran kemih jumlahnya hingga 30 kali lipat lebih banyak. Selain itu, 4 dari 10 wanita pengidap ISK akan mengalaminya kembali dalam enam bulan setelah sembuh.Secara anatomi, wanita memang berisiko lebih besar mengalami infeksi saluran kencing karena salurannya yang lebih pendek. Namun, ada faktor-faktor lain yang membuat bakteri penyebab infeksi saluran kemih lebih mudah menginfeksi seorang wanita, seperti:

1. Aktif berhubungan seksual

Aktif berhubungan seksual tentu tidak selalu menjadi penyebab seorang wanita mengalami ISK. Namun, gerakan yang dilakukan saat berhubungan bisa mendorong bakteri yang ada di sekitar area kelamin atau bahkan anus, masuk ke saluran kemih.

2. Sedang hamil

Ada dua sebab utama yang membuat risiko ibu hamil mengalami infeksi saluran kemih lebih tinggi, yaitu ketidakseimbangan hormon dan kesulitan untuk mengosongkan kandung kemih.Kehamilan membuat hormon di tubuh jadi tidak seimbang. Hal ini membuat keseimbangan bakteri yang ada di saluran kencing pun berubah. Akibatnya, ibu hamil lebih berisiko mengalami ISK.Sementara itu, kesulitan untuk mengosongkan kandung kemih berkaitan dengan posisi rahim yang membesar, kemudian menekan kandung kemih. Sisa urine yang ada di kandung kemih ini mengandung bakteri dan bisa menyebabkan ISK.

3. Menopause

Sama seperti kehamilan, menopause juga menyebabkan penurunan hormon estrogen. Ini membuat jaringan vagina jadi lebih tipis dan kering, sehingga lebih mudah bagi bakteri untuk masuk dan menyebabkan infeksi di saluran kemih.

4. Punya riwayat penyakit tertentu

Penyakit seperti diabetes dan gangguan ginjal bisa membuat seorang wanita lebih berisiko kena infeksi saluran kemih. Diabetes akan menurunkan kerja sistem imun, sehingga tubuh lebih mudah terserang bakteri. Kerusakan saraf yang terjadi akibat komplikasi penyakit ini juga membuat kerja kandung kemih jadi tidak maksimal.Sementara itu gangguan ginjal, seperti batu ginjal bisa mengganggu aliran urine antara kandung kemih dan ginjal.

5. Baru menjalani prosedur pemasangan kateter

Kateter adalah alat medis berbentuk seperti selang kecil yang dimasukkan ke saluran kencing untuk mengeluarkan urine. Alat ini biasanya dipasang saat operasi. Pemasangan kateter meningkatkan risiko seseorang mengalami ISK karena bisa mempermudah bakteri masuk ke saluran kemih.

Cara mencegah ISK pada wanita

Menjaga kebersihan organ intim dengan baik bisa mencegah ISK pada wanita
Menjaga kebersihan organ intim dengan baik bisa cegah ISK pada wanita
Agar bisa terhindar dari infeksi saluran kencing, ada beberapa langkah yang bisa Anda lakukan, seperti:

1. Jaga kebersihan organ intim dengan baik

Untuk mengurangi risiko infeksi saluran kencing pada wanita, jagalah kebersihan organ intim dengan baik. Saat membersihkan vagina dan organ di sekitarnya, pakailah air mengalir saja. Jangan gunakan sabun, apalagi yang mengandung parfum karena bisa memicu iritasi dan meningkatkan risiko ISK. Basuhlah vagina dari arah depan ke belakang. Ini bertujuan agar bakteri di anus tidak terbawa ke vagina.Gunakan pakaian dalam yang terbuat dari katun dan tidak terlalu ketat, sehingga area kewanitaan tidak terlalu lembap. Area yang lembap bisa jadi tempat berkembang biak bakteri dan jamur.

2. Jangan menahan buang air kecil

Menahan buang air kecil sama saja menahan lebih banyak bakteri di kandung kemih. Hal ini akan meningkatkan risiko Anda mengalami infeksi. Itu sebabnya, untuk mencegah ISK pada wanita, segeralah buang air kecil begitu ada keinginan.

3. Lakukan aktivitas seksual dengan bersih

Sebelum dan sesudah melakukan hubungan seksual, Anda sebaiknya membersihkan area intim secara menyeluruh dengan cara yang tepat. Ini akan mengurangi risiko bakteri di luar masuk ke saluran kemih.Anda juga disarankan untuk minum air putih setidaknya dua gelas sebelum dan sesudah berhubungan seks agar mudah buang air kecil. Buang air kecil setelah melakukan hubungan seks akan membantu membuang bakteri di saluran kemih dan mengurangi risiko terjadinya infeksi.

4. Banyak minum air putih

Minum air putih setidaknya dua sampai empat liter per hari agar buang air kecil bisa lancar. Jika buang air kecil tidak lancar, bakteri bisa menumpuk di kandung kemih dan memicu infeksi. Anda tidak disarankan untuk terlalu banyak minum minuman yang bisa mengiritasi kandung kemih, seperti kafein ataupun alkohol.

5. Konsumsi probiotik

Mengonsumsi probiotik yang bagus untuk kesehatan vagina seperti yang mengandung lactobacillus, dianggap bisa membantu mencegah infeksi saluran kencing pada wanita. Selain itu, suplemen yang mengandung cranberry juga dianggap memiliki kemampuan yang sama. Untuk Anda yang mengonsumsi obat rutin, pastikan untuk berkonsultasi terlebih dahulu kepada dokter sebelum minum suplemen tambahan agar bisa dipastikan suplemen tersebut tidak akan mengganggu kerja obat.
infeksi saluran kencinginfeksi saluran kemih
Healthline. https://www.healthline.com/health/urinary-tract-infection-adults
Diakses pada 27 September 2021
Office On Women’s Health. https://www.womenshealth.gov/a-z-topics/urinary-tract-infections
Diakses pada 27 September 2021
Medline Plus. https://medlineplus.gov/ency/patientinstructions/000391.htm
Diakses pada 27 September 2021
Harvard Health Publishing. https://www.health.harvard.edu/womens-health/urinary-tract-infection-in-women-a-to-z
Diakses pada 27 September 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait