logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo
Kesehatan Wanita

Infeksi Saluran Kemih pada Wanita, Ini yang Perlu Diketahui

open-summary

Wanita lebih rentan mengalami infeksi saluran kemih karena banyak faktor, salah satunya anatomi tubuh yang memudahkan Gejala infeksi saluran kemih pada wanita antara lain nyeri di area panggul, sakit saat buang air kecil, urine berdarah, lemas, dan demam.


close-summary

5

(2)

12 Okt 2021

| Nina Hertiwi Putri

Ditinjau oleh dr. Reni Utari

Infeksi saluran kemih pada wanita memiliki gejala yang khas seperti nyeri pada panggul dan sakit saat buang air kecil

Infeksi saluran kemih pada wanita bisa ditandai dengan nyeri saat buang air kecil

Table of Content

  • Berbagai gejala infeksi saluran kemih pada wanita
  • Penyebab wanita yang lebih rentan mengalami infeksi saluran kemih
  • Cara mengobati infeksi saluran kencing pada wanita
  • Cara mencegah infeksi saluran kemih pada wanita

Infeksi saluran kencing (ISK) adalah infeksi yang menyerang saluran kemih, seperti ginjal, ureter, dan kandung kemih. Dibanding pria, wanita lebih sering mengalami penyakit ini. Maka dari itu, penting untuk memahami gejala infeksi saluran kencing pada wanita.

Advertisement

Wanita lebih rentan terkena infeksi saluran kencing karena memiliki saluran uretra yang lebih pendek dibandingkan laki-laki. Akibatnya, bakteri dari luar lebih mudah mencapai organ-organ di saluran ini.

Infeksi saluran kemih umumnya disebabkan oleh bakteri E. coli. Untuk mencegahnya, Anda perlu menjaga kebersihan vagina dengan baik dan menjalani pola hidup sehat.

Berbagai gejala infeksi saluran kemih pada wanita

Gejala ISK pada wanita salah satunya nyeri saat buang air kecil
Gejala infeksi saluran kencing pada wanita salah satunya nyeri saat buang air kecil

Ada sedikit perbedaan gejala saluran kencing pada wanita jika dibandingkan dengan pria. Berikut ini gejala ISK yang biasa muncul pada wanita:

  • Nyeri panggul
  • Sakit saat buang air kecil
  • Sering merasa ingin buang air kecil, tapi urine yang keluar sedikit (anyang-anyangan)
  • Urine berbau menyengat
  • Urine berwarna keruh atau cokelat gelap seperti teh
  • Terasa seperti ada tekanan di perut bagian bawah
  • Ada darah di urine
  • Badan terasa lemas dan gemetar
  • Demam
  • Mual dan muntah

Tidak semua wanita akan mengalani gejala yang sama. Gejala urine berdarah lebih sering muncul pada wanita dengan usia lebih muda. Sementara itu, badan lemas dan gemetar biasanya dirasakan pengidap ISK yang sudah memasuki usia menopause.

Penyebab wanita yang lebih rentan mengalami infeksi saluran kemih

Aktif berhubungan seksual bisa tingkatkan risiko ISK
Aktif berhubungan seksual bisa tingkatkan risiko terkena ISK pada wanita

Menurut data yang disampaikan oleh badan kesehatan wanita Amerika Serikat, jumlah wanita yang mengalami infeksi saluran kemih jumlahnya hingga 30 kali lipat lebih banyak. Selain itu, 4 dari 10 wanita pengidap ISK akan mengalaminya kembali dalam enam bulan setelah sembuh.

Secara anatomi, wanita memang berisiko lebih besar mengalami infeksi saluran kencing karena salurannya yang lebih pendek.

Namun, ada faktor-faktor lain yang membuat bakteri penyebab infeksi saluran kemih lebih mudah menginfeksi seorang wanita, seperti:

1. Bentuk anatomi tubuh wanita

Dibanding pria, ukuran uretra wanita jauh lebih pendek. Sehingga, bakteri yang masuk ke saluran kemih akan lebih cepat masuk ke kandung kemih dan mempermudah terjadinya infeksi.

2. Penggunaan alat kontrasepsi jenis tertentu

Alat kontrasepsi jenis diafragma bisa meningkatkan risiko terjadinya infeksi saluran kencing. Penggunaan kontrasepsi dengan spermisida juga bisa menimbulkan efek yang sama.

3. Aktif berhubungan seksual

Aktif berhubungan seksual tentu tidak selalu menjadi penyebab seorang wanita mengalami ISK. Namun, gerakan yang dilakukan saat berhubungan bisa mendorong bakteri yang ada di sekitar area kelamin atau bahkan anus, masuk ke saluran kemih.

4. Penggunaan kondom tanpa pelumas

Menggunakan kondom berbahan latex tanpa pelumas juga bisa bisa meningkatkan risiko wanita terkena infeksi saluran kencing. Hal ini terjadi karena gaya gesek yang ditimbulkan saat penetrasi, bisa menimbulkan iritasi yang mempermudah masuknya bakteri ke dalam saluran kemih.

Meski begitu, bukan berarti Anda perlu menghindari pemakaian kondom saat berhubungan seksual. Anda hanya disarankan untuk memilih jenis kondom yang tepat untuk pasangan dan pastikan baik penis maupun vagina terlubrikasi dengan baik. Penggunaan kondom tetap diperlukan untuk mencegah terjadinya infeksi menular seksual.

5. Sedang hamil

Ada dua sebab utama yang membuat risiko ibu hamil mengalami infeksi saluran kemih lebih tinggi, yaitu ketidakseimbangan hormon dan kesulitan untuk mengosongkan kandung kemih.

Kehamilan membuat hormon di tubuh jadi tidak seimbang. Hal ini membuat keseimbangan bakteri yang ada di saluran kencing pun berubah. Akibatnya, ibu hamil lebih berisiko mengalami ISK.

Sementara itu, kesulitan untuk mengosongkan kandung kemih berkaitan dengan posisi rahim yang membesar, kemudian menekan kandung kemih. Sisa urine yang ada di kandung kemih ini mengandung bakteri dan bisa menyebabkan infeksi saluran kemih.

6. Menopause

Sama seperti kehamilan, menopause juga menyebabkan penurunan hormon estrogen. Ini membuat jaringan vagina jadi lebih tipis dan kering, sehingga lebih mudah bagi bakteri untuk masuk dan menyebabkan infeksi di saluran kemih.

7. Punya riwayat penyakit tertentu

Penyakit seperti diabetes dan gangguan ginjal bisa membuat seorang wanita lebih berisiko kena infeksi saluran kemih.

Diabetes akan menurunkan kerja sistem imun, sehingga tubuh lebih mudah terserang bakteri. Kerusakan saraf yang terjadi akibat komplikasi penyakit ini juga membuat kerja kandung kemih jadi tidak maksimal.

Sementara itu gangguan ginjal, seperti batu ginjal bisa mengganggu aliran urine antara kandung kemih dan ginjal.

8. Baru menjalani prosedur pemasangan kateter

Kateter adalah alat medis berbentuk seperti selang kecil yang dimasukkan ke saluran kencing untuk mengeluarkan urine. Alat ini biasanya dipasang saat operasi.

Pemasangan kateter meningkatkan risiko wanita mengalami infeksi saluran kemih karena bisa mempermudah bakteri masuk ke saluran kemih.

9. Kurang menjaga kebersihan area reproduksi

Menjaga kebersihan vagina dan area genital adalah hal yang penting karena jika tidak terjaga dengan baik, risiko terjadinya penyakit di area tersebut akan meningkat, termasuk risiko infeksi saluran kemih. 

Baca Juga

  • Wanita Sering Kencing Lebih dari 8 Kali, Apa Penyebabnya?
  • Penyebab Infeksi Saluran Kemih Selain Bakteri, Memang Ada?
  • Mengenal Berbagai Gangguan Medis Penyebab Air Kencing Bau

Cara mengobati infeksi saluran kencing pada wanita

Gambar obat tablet antibiotik yang dipakai sebagai obat saluran kencing pada wanita
Infeksi saluran kencing pada wanita bisa diobati dengan antibiotik

Karena infeksi ini disebabkan oleh bakteri, maka perawatan paling efektif untuk mengatasi infeksi saluran kencing pada wanita adalah dengan terapi antibiotik.

Jenis antibiotik yang diberikan dokter bisa berbeda bagi tiap orang, tergantung dari jenis bakteri yang menginfeksi dan kondisi kesehatan pasien secara keseluruhan.

Untuk infeksi yang ringan, jenis obat yang biasanya diberikan antara lain:

Sementara itu untuk infeksi saluran kemih yang sering berulang, pilihan pengobatan yang dapat dilakukan antara lain dengan:

  • Mengonsumsi antibiotik dosis rendah selama enam bulan atau lebih
  • Mengonsumsi satu dosis obat setiap selesai berhubungan seksual, apabila infeksi tersebut berhubungan dengan kegiatan seksual
  • Terapi estrogen pada wanita yang mengalami pramenopause

Lalu untuk infeksi saluran kemih yang berat, diperlukan pemberian antibiotik yang disuntikkan langsung ke pembuluh darah. Perawatan ini hanya bisa dilakukan di rumah sakit, sehingga pasien perlu diopname untuk sementara waktu.

Cara mencegah infeksi saluran kemih pada wanita

Menjaga kebersihan organ intim dengan baik bisa mencegah ISK pada wanita
Menjaga kebersihan organ intim dengan baik bisa cegah ISK pada wanita

Agar bisa terhindar dari infeksi saluran kencing, ada beberapa langkah yang bisa Anda lakukan, seperti:

1. Jaga kebersihan organ intim dengan baik

Untuk mengurangi risiko infeksi saluran kencing pada wanita, jagalah kebersihan organ intim dengan baik.

Saat membersihkan vagina dan organ di sekitarnya, pakailah air mengalir saja. Jangan gunakan sabun, apalagi yang mengandung parfum karena bisa memicu iritasi dan meningkatkan risiko ISK.

Basuhlah vagina dari arah depan ke belakang. Ini bertujuan agar bakteri di anus tidak terbawa ke vagina.

Gunakan pakaian dalam yang terbuat dari katun dan tidak terlalu ketat, sehingga area kewanitaan tidak terlalu lembap. Area yang lembap bisa jadi tempat berkembang biak bakteri dan jamur.

2. Jangan menahan buang air kecil

Menahan buang air kecil sama saja menahan lebih banyak bakteri di kandung kemih. Hal ini akan meningkatkan risiko Anda mengalami infeksi. Itu sebabnya, untuk mencegah ISK pada wanita, segeralah buang air kecil begitu ada keinginan.

3. Lakukan aktivitas seksual dengan bersih

Sebelum dan sesudah melakukan hubungan seksual, Anda sebaiknya membersihkan area intim secara menyeluruh dengan cara yang tepat. Ini akan mengurangi risiko bakteri di luar masuk ke saluran kemih.

Anda juga disarankan untuk minum air putih setidaknya dua gelas sebelum dan sesudah berhubungan seks agar mudah buang air kecil.

Buang air kecil setelah melakukan hubungan seks akan membantu membuang bakteri di saluran kemih dan mengurangi risiko terjadinya infeksi.

4. Banyak minum air putih

Minum air putih setidaknya dua sampai empat liter per hari agar buang air kecil bisa lancar. Jika buang air kecil tidak lancar, bakteri bisa menumpuk di kandung kemih dan memicu infeksi.

Anda tidak disarankan untuk terlalu banyak minum minuman yang bisa mengiritasi kandung kemih, seperti kafein ataupun alkohol.

5. Konsumsi probiotik

Mengonsumsi probiotik yang bagus untuk kesehatan vagina seperti yang mengandung lactobacillus, dianggap bisa membantu mencegah infeksi saluran kencing pada wanita.

Selain itu, suplemen yang mengandung cranberry juga dianggap memiliki kemampuan yang sama.

Untuk Anda yang mengonsumsi obat rutin, pastikan untuk berkonsultasi terlebih dahulu kepada dokter sebelum minum suplemen tambahan agar bisa dipastikan suplemen tersebut tidak akan mengganggu kerja obat.

Apabila Anda masih memiliki pertanyaan seputar infeksi saluran kemih pada wanita, konsultasikan langsung dengan dokter di aplikasi kesehatan SehatQ. Unduh gratis di App Store dan Google Play.

Advertisement

infeksi saluran kencinginfeksi saluran kemih

Referensi

Terima kasih sudah membaca.

Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?

(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

Kumpulan Artikel dan Forum

© SehatQ, 2022. All Rights Reserved