Gejalanya Serupa Batuk Biasa, Kenali Lebih Jauh Infeksi Pneumonia Mycoplasma


Disebut juga walking pneumonia, penyakit pneumonia mycoplasma adalah infeksi saluran pernapasan yang mudah menular lewat percikan cairan dari saluran napas. Jenis pneumonia atipikal ini sangat mudah menyebar di area ramai seperti sekolah, kampus, atau rumah sakit.

0,0
30 Jun 2021|Azelia Trifiana
Penyakit ini bisa menular lewat percikan cairan dari saluran napasPenyakit ini bisa menular lewat percikan cairan dari saluran napas
Disebut juga walking pneumonia, penyakit pneumonia mycoplasma adalah infeksi saluran pernapasan yang mudah menular lewat percikan cairan dari saluran napas. Jenis pneumonia atipikal ini sangat mudah menyebar di area ramai seperti sekolah, kampus, atau rumah sakit.Ketika orang yang terinfeksi pneumonia mycoplasma terbatuk atau bersin, bakteri Mycoplasma pneumoniae akan terlepas ke udara. Orang yang belum terinfeksi pun bisa dengan mudah tertular ketika tanpa sengaja menghirupnya.

Gejala pneumonia mycoplasma

Bakteri Mycoplasma pneumoniae adalah penyebab 1 dari 5 infeksi paru. Bakteri ini bisa menyebabkan radang, panas dalam, infeksi telinga, dan juga pneumonia.Gejala paling umum dari infeksi pneumonia mycoplasma adalah batuk kering. Apabila sudah cukup parah dan tidak tertangani dengan baik, dampaknya bisa meluas hingga ke otak, jantung, sistem saraf perifer, kulit, ginjal, dan juga memicu terjadinya anemia hemolitik.Lebih jauh lagi, sebenarnya jarang ada gejala dari penyakit ini yang tampak tidak biasa. Sekilas, gejalanya terlihat sama seperti batuk biasa.Pneumonia mycoplasma lebih sering ditandai dengan demam ringan, batuk kering, tubuh lesu, serta napas terasa sesak hanya saat beraktivitas berat.Selain itu, perbedaan dengan pneumonia tipikal akibat bakteri Streptococcus dan Haemophilus adalah tidak ada gejala seperti sesak napas, demam tinggi, atau batuk berdahak.Namun ketika penyakit ini kian parah, tes laboratorium dan pemindaian bisa mendeteksi lebih akurat. Umumnya, dokter akan meresepkan antibiotik untuk melawan bakteri penyebab pneumonia mycoplasma baik lewat oral maupun cairan infus.

Apa penyebabnya?

Jelas, penyebab utama terjadinya penyakit ini adalah bakteri Mycoplasma pneumonia. Sedikitnya ada 200 spesies berbeda bakteri ini. Ketika bakteri ini sudah berada di dalam tubuh, maka mereka akan menempelkan diri ke jaringan paru dan memperbanyak diri hingga infeksi menjadi lebih luas.Sebagian besar orang dengan masalah infeksi pernapasan akibat bakteri ini tidak mengalami pneumonia. Sebagian besar kasus pneumonia mycoplasma tergolong ringan karena sistem imun bisa mengalahkannya sebelum berkembang menjadi infeksi.Namun, ada kelompok orang yang lebih rentan mengalaminya seperti:
  • Orang berusia lanjut
  • Anak-anak berusia di bawah 5 tahun
  • Orang dengan gangguan imunitas seperti penderita HIV
  • Orang yang menjalani kemoterapi
  • Penderita penyakit paru-paru
  • Penderita sickle cell disease

Diagnosis pneumonia mycoplasma

Umumnya, pneumonia mycoplasma terjadi tanpa gejala yang jelas dalam rentang waktu 1-3 minggu setelah terpapar. Diagnosis di tahap awal mungkin cukup sulit karena tubuh tidak langsung menunjukkan tanda-tanda terjadinya infeksi.Terkadang, infeksi terjadi di luar paru-paru. Ketika ini yang terjadi, akan terjadi kondisi seperti sel darah merah pecah, ruam kulit, dan juga masalah persendian. Sejak gejala pertama kali muncul, tes medis akan menunjukkan terjadinya pneumonia mycoplasma 3-7 hari kemudian.Umumnya, dokter akan menggunakan stetoskop untuk mendengarkan adakah suara abnormal dari pernapasan. Selain itu, X-ray dada dan juga CT scan juga dapat membantu dokter menegakkan diagnosis. Pemeriksaan darah juga bisa menjelaskan apakah infeksi telah terjadi.Bagaimana penanganannya?Beberapa pilihan penanganan untuk kondisi ini adalah:

1. Antibiotik

Penanganan paling awal dari infeksi saluran pernapasan ini adalah konsumsi antibiotik. Jenis antibiotik untuk anak dan orang dewasa tentu berbeda karena harus disesuaikan dengan kondisi tubuh masing-masing.

2. Kortikosteroid

Apabila antibiotik saja tidak cukup menangani infeksi, dokter mungkin merekomendasikan kortikosteroid untuk mengatasi peradangan. Contohnya adalah prednisolone dan methylprednisolone.

3. Terapi imunomodulator

Bagi pasien pneumonia mycoplasma yang cukup parah, mungkin diterapkan terapi imunomodulator. Bentuknya bisa berupa intravenous immunoglobulin therapy (IVIG) untuk mengobati kondisi kurangnya antibodi dalam tubuh pasien.

Catatan dari SehatQ

Mengingat risiko penularan pneumonia mycoplasma cukup tinggi, ada baiknya Anda menerapkan langkah-langkah pencegahan. Terutama bagi mereka yang kerap berada di keramaian.Beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko infeksi adalah:
  • Tidur cukup selama 6-8 jam per hari
  • Mengonsumsi makanan bergizi
  • Menghindari orang dengan gejala pneumonia mycoplasma
  • Selalu mencuci tangan sebelum makan dan setelah berinteraksi dengan orang lain
Perlu diingat bahwa anak-anak lebih rentan mengalami infeksi dibandingkan dengan orang dewasa. Terlebih, kecenderungan anak berada di keramaian saat sekolah atau bermain juga cukup besar.Oleh sebab itu, jangan remehkan ketika anak menunjukkan gejala seperti demam, batuk kering, sakit dada, sakit perut, muntah, dan gejala seperti flu yang tidak mereda setelah 5 hari.Kabar baiknya, sebagian besar penderita penyakit ini akan membentuk antibodi setelah infeksi akut. Adanya antibodi ini melindungi mereka agar tidak kembali terinfeksi.Untuk berdiskusi lebih lanjut seputar berapa lama gejala penyakit semacam ini seharusnya mereda, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
penyakit paru-parupneumoniapneumonia aspirasi
CDC. https://www.cdc.gov/pneumonia/atypical/mycoplasma/index.html
Diakses pada 16 Juni 2021
Healthline. https://www.healthline.com/health/mycoplasma-pneumonia
Diakses pada 16 Juni 2021
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/312522
Diakses pada 16 Juni 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait