Nyeri punggung bagian bawah menjadi salah satu gejala infeksi ginjal yang dapat terjadi
Infeksi ginjal bisa ditandai dengan nyeri punggung bagian bawah

Ginjal merupakan salah satu organ tubuh yang sangat penting bagi kelangsungan hidup manusia. Oleh karena itu, organ ini harus dijaga kesehatannya agar terhindar dari berbagai masalah yang dapat mengganggu fungsinya, seperti infeksi ginjal.

Sayangnya, sebagian orang kadang tidak menyadari jika dirinya terkena infeksi ginjal, dan malah mengabaikan gejala-gejala yang ada. Supaya Anda lebih awas terhadap masalah ini, berikut gejala infeksi ginjal yang perlu diwaspadai.

Gejala-gejala infeksi ginjal

Infeksi ginjal adalah jenis infeksi saluran kencing yang umumnya berawal dari uretra atau kandung kemih, dan menyebar pada salah satu atau kedua ginjal. Sebagian besar kasus infeksi ginjal disebabkan oleh bakteri atau virus yang masuk ke ginjal melalui saluran kemih. 

Penyebab paling umum dari infeksi ini adalah bakteri e-Coli yang memasuki saluran kemih melalui uretra, kemudian berkembang biak dan menyebar ke ginjal. 

Pada kasus yang jarang, infeksi ginjal dapat disebabkan oleh bakteri dari infeksi lain pada tubuh yang menyebar melalui aliran darah ke ginjal, operasi kandung kemih atau ginjal, dan adanya sesuatu yang menghalangi aliran urine. 

Jika tidak segera ditangani, kondisi ini dapat menyebabkan kerusakan ginjal secara permanen atau terjadi penyebaran bakteri ke aliran darah yang bisa mengancam nyawa. Adapun gejala infeksi ginjal yang harus Anda waspadai, di antaranya:

  • Nyeri atau sensasi terbakar saat buang air kecil

Jika Anda merasakan nyeri atau seperti terbakar ketika buang air kecil, sebaiknya Anda perlu berhati-hati. Sebab bisa saja kondisi tersebut menandakan adanya infeksi ginjal. 

Bakteri tak hanya menyerang lapisan kandung kemih dan ginjal, namun juga menyusup ke ujung jaringan dan saraf saluran kemih yang dapat mengaktifkan reseptor rasa nyeri di area tersebut. Oleh sebab itu, buang air kecil pun terasa menyakitkan atau perih.

  • Sering buang air kecil atau ingin terus buang air kecil

Sering buang air kecil atau ingin terus buang air kecil meski kandung kemih hampir kosong, merupakan salah satu gejala infeksi ginjal yang paling awal. 

Peradangan kandung kemih akibat infeksi membuatnya lebih sensitif terhadap tekanan dari urine. Hal ini menyebabkan sensasi penuh pada kandung kemih sehingga Anda ingin terus buang air kecil dan lebih sering buang air kecil. 

Selain itu, bagi para pria yang selalu bolak-balik ke toilet untuk kencing terutama di malam hari, periksakan ke dokter karena dapat disebabkan oleh pembesaran organ prostat.

  • Nyeri punggung

Ginjal yang terinfeksi akan membengkak dan menjadi lunak. Infeksi ginjal ini juga bisa menyebabkan nyeri pada satu atau kedua sisi tubuh yang berkisar dari ringan hingga berat. Karena letak ginjal lebih dekat ke punggung daripada ke perut, maka rasa sakit yang tajam biasanya muncul pada punggung bagian bawah atau bahkan pinggang Anda.

  •  Nyeri perut atau panggul

Infeksi ginjal juga dapat menyebabkan nyeri perut atau panggul. Terjadinya infeksi di sekitar perut dapat memicu otot perut berkontraksi sehingga menimbulkan rasa nyeri. Bahkan daerah panggul atau selangkangan Anda juga bisa terasa sakit.

  • Urine bau atau keruh

Urine yang keruh dan berbau busuk ketika buang air kecil, bisa menjadi salah satu gejala infeksi ginjal yang Anda alami. Kondisi ini merupakan bentuk fermentasi bakteri dan tubuh mengirimkan sel darah putih untuk melawan infeksi. 

Jadi, yang Anda lihat dalam urine adalah sel-sel darah dan bakteri yang menumpuk. Akan tetapi, masalah ini tidak dapat langsung disimpulkan sebagai infeksi ginjal karena urine yang keruh berwarna seperti teh pekat dan bau juga dapat menjadi tanda Anda mengalami dehidrasi. 

  • Urine bernanah atau berdarah

Dalam kasus infeksi yang parah, Anda mungkin melihat adanya nanah ketika buang air kecil. Infeksi ginjal bahkan juga dapat menyebabkan pembengkakan dan iritasi hebat yang memicu terjadinya pendarahan di saluran kemih sehingga urine yang keluar pun berdarah.

  • Demam dan menggigil

Demam dan menggigil dapat menunjukkan jika infeksi telah menyebar ke ginjal. Ketika tubuh meningkatkan respons kekebalan untuk melawan infeksi, suhu tubuh pun akan naik. Hal ini membuat Anda mengalami demam dan menggigil yang terasa tidak nyaman.

  • Pusing

Infeksi ginjal yang tak mendapat penanganan bisa menyebar ke aliran darah sehingga mendatangkan masalah pada seluruh tubuh Anda. Peradangan dari bakteri pun menyebabkan pembuluh darah membesar sehingga membuat tekanan darah Anda turun hingga merasa pusing.

  • Mual dan muntah

Sebagian orang mengalami mual dan muntah ketika ginjalnya terinfeksi. Kondisi ini menunjukkan telah terjadi infeksi yang lebih parah dari infeksi saluran kemih biasa. Sistem kekebalan tubuh pun berusaha melawan infeksi sehingga memicu rasa mual dan muntah.

Gejala infeksi ginjal umumnya muncul setelah dua hari Anda terinfeksi. Gejala yang muncul bisa bervariasi, tergantung pada individu masing-masing. 

Jika Anda merasa memiliki tanda-tanda infeksi ginjal tersebut, segera periksakan diri pada dokter untuk mendapat penanganan yang tepat. Sebab bila dibiarkan, hal ini akan berdampak buruk pada kesehatan Anda secara keseluruhan.

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/kidney-infection/symptoms-causes/syc-20353387
Diakses pada 03 Maret 2020
Healthline. https://www.healthline.com/health/kidney-infection#symptoms
Diakses pada 03 Maret 2020
The Healthy. https://www.thehealthy.com/kidney/kidney-infection-symptoms/
Diakses pada 03 Maret 2020
Everyday Health. https://www.everydayhealth.com/kidney-infection/symptoms/
Diakses pada 03 Maret 2020

Artikel Terkait