Gejala Impotensi dan Tindakan yang Bisa Dilakukan untuk Mengatasinya

(0)
Gejala impotensi adalah penis yang tidak bisa ereksi maupun mempertahankannyaApabila merasakan adanya gejala impotensi, segeralah berkonsultasi dengan dokter
Impotensi atau disfungsi ereksi adalah kondisi saat penis tidak mampu mendapatkan maupun mempertahankan ereksi yang cukup kuat untuk melakukan hubungan seksual. Ada berbagai macam faktor yang dapat memicu impotensi. Faktor pemicu impotensi meliputi kondisi medis, efek pengobatan, masalah kesehatan mental, dan gaya hidup Anda. Untuk mengetahui apakah Anda mengalami disfungsi ereksi, sebaiknya pahami terlebih dahulu apa saja yang menjadi gejala impotensi.

Apa saja gejala impotensi?

Impotensi seringkali memberi dampak negatif terhadap kehidupan seksual Anda. Ada berbagai macam gejala disfungsi ereksi yang mungkin Anda rasakan ketika mengalami impotensi. Gejala yang kemungkinan dirasakan penderita impotensi, di antaranya:
  • Penis tidak memiliki kemampuan untuk ereksi
  • Penis bisa ereksi, namun hanya terkadang saja
  • Penis memiliki kemampuan untuk ereksi, tapi tidak bisa mempertahankannya
  • Penis bisa ereksi, tetapi tidak cukup keras untuk melakukan hubungan seksual
  • Menurunnya hasrat untuk melakukan hubungan seksual
Selain itu, impotensi terkadang juga diikuti dengan masalah lain seperti kehilangan libido dan ejakulasi dini. Jika Anda mengalami gejala di atas, sebaiknya segera berkonsultasi ke dokter untuk mendapat penanganan. Penanganan sedini mungkin sangat penting untuk mencegah kondisi Anda semakin parah.

Faktor yang menjadi penyebab disfungsi ereksi

Disfungsi ereksi dapat disebabkan oleh berbagai macam faktor, mulai dari kondisi medis, efek pengobatan, masalah kesehatan mental, hingga gaya hidup yang Anda terapkan. Berikut ini sejumlah faktor yang dapat memicu terjadinya impotensi:

1. Kondisi medis

Dalam beberapa kasus, impotensi dapat disebabkan penyakit atau kondisi medis yang tengah Anda derita. Beberapa penyakit dan kondisi medis yang dapat menyebabkan disfungsi ereksi, meliputi:
  • Diabetes tipe-2
  • Penyakit jantung
  • Penyakit ginjal kronis
  • Tekanan darah tinggi
  • Penyakit pembuluh darah
  • Penyakit Peyronie (cedera pada penis yang terjadi secara berulang)
  • Aterosklerosis (penyempitan pembuluh darah akibat timbunan lemak)
  • Cedera pada penis, sumsung tulang belakang, prostat, kandung kemih, atau panggul
  • Multiple sclerosis (penyakit autoimun yang mengakibatkan gangguan pada sistem saraf pusat)

2. Efek pengobatan

Impotensi dapat muncul sebagai bentuk dari efek pengobatan yang tengah Anda jalani. Obat-obatan yang dapat memicu terjadinya impotensi, antara lain:
  • Obat maag
  • Obat penenang
  • Obat antidepresan
  • Obat untuk mengontrol tekanan darah
  • Obat yang dipakai untuk terapi kanker prostat (antiandrogen)

3. Masalah kesehatan mental

Masalah psikologis berpotensi memicu dan memperparah disfungsi ereksi yang Anda alami. Sejumlah masalah kesehatan mental yang dapat menyebabkan impotensi seperti:
  • Kecemasan
  • Tingkat kepercayaan diri yang rendah
  • Rasa takut gagal memberikan kepuasan seksual
  • Stres, baik yang disebabkan kehidupan secara umum maupun kehidupan seksual

4. Gaya hidup tidak sehat

Gaya hidup yang tidak sehat dapat meningkatkan risiko Anda mengalami impotensi. Beberapa gaya hidup yang sebaiknya Anda ubah maupun hentikan untuk mencegah disfungsi ereksi, di antaranya:
  • Merokok
  • Kelebihan berat badan
  • Menggunakan obat-obatan terlarang
  • Malas berolahraga atau kurangnya aktivitas fisik
  • Mengonsumsi minuman beralkohol secara berlebihan

Bisakah impotensi disembuhkan?

Impotensi dapat disembuhkan dengan cara mengatasi penyebab yang mendasarinya. Ada beragam tindakan yang bisa Anda lakukan untuk mengatasi disfungsi ereksi, baik dengan bantuan medis maupun melakukan perawatan sendiri di rumah.Beberapa tindakan yang bisa dilakukan untuk untuk mengatasi impotensi, meliputi:

1. Mengonsumsi obat yang diresepkan dokter

Untuk mengatasi impotensi, dokter mungkin akan meresepkan obat yang merangsang aliran darah ke penis. Beberapa obat tersebut, antara lain avanafil (Stendra), sildenafil (Viagra), tadalafil (Cialis), vardenafil (Levitra, Staxyn), dan alprostadil (MUSE, Edex, Caverject). Selain itu, terapi testosteron (TRT) kemungkinan juga akan diterapkan bagi Anda yang memiliki kadar testosteron rendah.

2. Berbicara dengan psikolog

Apabila impotensi yang Anda alami disebabkan oleh masalah psikologis, cobalah berkonsultasi dengan psikolog. Nantinya, Anda akan diajak membahas soal penyebab stres atau kecemasan, perasaan seputar seks, dan konflik bawah sadar yang memengaruhi kesehatan seksual.

3. Vacuum pump

Memanfaatkan ruang hampa udara, alat ini dapat membantu Anda mengalami ereksi. Vacuum pump digunakan untuk merangsang aliran darah ke penis. Ketika aliran darah berjalan dengan lancar, penis Anda secara perlahan akan mendapatkan ereksi.Pada alat ini, terdapat cincin elastis yang dapat menahan aliran darah di penis. Dengan adanya cincin elastis tersebut, Anda bisa lebih mudah mempertahankan ereksi.

4. Akupuntur

Pengobatan tradisional yang berasal dari Tiongkok ini dipercaya dapat membantu mengobati impotensi yang disebabkan oleh gangguan psikologis. Meskipun begitu, tidak diketahui secara jelas bagaimana terapi ini bisa membantu mengatasi disfungsi ereksi.Ketika hendak melakukan terapi akupuntur, pastikan bahwa tempat yang Anda kunjungi adalah praktisi bersertifikat dan menggunakan jarum sekali pakai.

5. Pijat

Pijat prostat merupakan salah satu bentuk terapi yang bisa menjadi alternatif untuk membantu mengatasi disfungsi ereksi. Selama terapi, praktisi akan memijat area sekitar selangkangan untuk meningkatkan aliran darah ke penis. Ketika aliran darah lancar, potensi penis Anda mengalami ereksi juga akan semakin meningkat.

6. Mengonsumsi makanan sehat

Impotensi seringkali dikaitkan dengan terhambatnya aliran darah ke penis. Menjaga kesehatan pembuluh darah mungkin bisa membantu mencegah dan mengatasi disfungsi ereksi yang Anda alami.Untuk menjaga kesehatan pembuluh darah, Anda sebaiknya mengonsumsi makanan-makanan seperti buah, sayuran, dan biji-bijian. Selain itu, penderita impotensi disarankan untuk membatasi konsumsi makanan seperti daging merah, susu berlemak, serta produk dengan gula tambahan.

7. Rajin berolahraga

Berolahraga secara rutin membantu mencegah dan mengatasi impotensi. Potensi ini muncul karena olahraga secara rutin bisa membantu memperlancar aliran darah dan meningkatkan stamina. Beberapa jenis olahraga yang bisa Anda lakukan untuk mengatasi kondisi ini, di antaranya:

8. Meminum suplemen

Mengonsumsi suplemen seperti L-arginine, L-carnitine, dan yohimbe diketahui dapat membantu mengatasi disfungsi ereksi. Meski begitu, Anda sebaiknya berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu jika hendak mengonsumsi suplemen tertentu. Hal tersebut dilakukan untuk mengetahui apakah suplemen yang hendak Anda beli aman untuk dikonsumsi.

Catatan dari SehatQ

Impotensi adalah kondisi di mana penis tidak bisa mendapatkan atau mempertahankan ereksi. Gejala impotensi bisa diikuti dengan masalah lain, seperti kehilangan libido (gairah seks) serta ejakulasi dini.Apabila merasakan adanya gejala impotensi dalam diri Anda, segeralah berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan penanganan. Penanganan sedini mungkin dapat mencegah kondisi yang Anda alami bertambah parah.Untuk berdiskusi lebih lanjut soal apa saja gejala impotensi dan bagaimana cara mengatasinya, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
hubungan seksdisfungsi ereksiimpotensikesehatan pria
Healthline. https://www.healthline.com/health/erectile-dysfunction
Diakses pada 6 November 2020
eMedicine Health. https://www.emedicinehealth.com/ask_what_are_the_signs_of_impotence_in_a_man/article_em.htm
Diakses pada 6 November 2020
National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases (NIH). https://www.niddk.nih.gov/health-information/urologic-diseases/erectile-dysfunction/symptoms-causes
Diakses pada 6 November 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait