Gejala Hyperarousal pada Penderita PTSD, Begini Cara Mengatasinya


Hyperarousal adalah gejala penyakit PTSD yang membuat penderitanya waspada dan siaga saat memikirkan atau berhadap dengan trauma. Cara mengatasi kondisi ini bisa dengan terapi, pelatihan mindfulness, hingga konsumsi obat-obatan tertentu.

0,0
Hyperarousal adalah gejala utama penyakit PTSD yang membuat penderitanya waspada dan siaga saat berhadapan dengan traumaGejala PTSD, termasuk hyperarousal, dapat diatasi dengan mengonsumsi obat yang diresepkan oleh dokter
Hyperarousal adalah gejala utama dari penyakit gangguan stres pasca trauma (PTSD). Kondisi ini membuat penderitanya terus siaga dan waspada ketika memikirkan trauma mereka. Apabila tidak segera ditangani, penderita PTSD berpotensi mengalami stres yang berkepanjangan dan berdampak buruk bagi kesehatan secara keseluruhan.

Apa saja gejala hyperarousal?

Ketika gejala hyperarousal menyerang, ada beberapa kondisi yang mungkin akan dialami oleh penderita PTSD. Tanda-tanda munculnya gejala hyperarousal adalah sebagai berikut:
  • Gelisah
  • Mudah terkejut
  • Menjadi impulsif
  • Sulit berkonsentrasi
  • Selalu merasa waspada
  • Merasa lebih mudah sakit
  • Bernapas lebih cepat dari biasanya
  • Mudah tersinggung dan cepat marah
  • Merasa otot lebih tegang dari biasanya
  • Jantung berdetak lebih cepat dari biasanya
  • Susah tidur atau beristirahat dalam waktu lama
  • Memikirkan tentang peristiwa atau situasi yang menjadi pemicu trauma
Gejala hyperarousal pada masing-masing penderita gangguan stres pasca trauma mungkin akan berbeda satu sama lain. Untuk memastikan kondisi yang mendasarinya, konsultasikan kondisi Anda dengan dokter.

Penyebab penderita penyakit PTSD mengalami hyperarousal

Penyebab utama dari hyperarousal adalah penyakit PTSD. PTSD sendiri dipicu oleh peristiwa traumatis yang pernah dialami penderitanya di masa lalu. Beberapa peristiwa yang seringkali memicu trauma dalam diri seseorang, di antaranya:
  • Penculikan
  • Kebakaran
  • Kecelakaan
  • Peperangan
  • Perampokan
  • Aksi terorisme
  • Bencana alam 
  • Kekerasan fisik
  • Cedera traumatis
  • Penyakit yang mengancam nyawa
  • Kekerasan atau pelecehan seksual
  • Ancaman dengan menggunakan senjata

Cara mengatasi gejala hyperarousal pada penderita PTSD

Untuk mengatasi gejala hyperarousal, ada beberapa cara yang bisa dilakukan. Cara mengatasi kondisi ini bisa dengan menjalani terapi bersama ahli kesehatan mental, konsumsi obat-obatan tertentu,atau kombinasi antara keduanya.Sejumlah tindakan yang dapat dilakukan untuk mengatasi hyperarousal, meliputi:

1. Terapi perilaku kognitif

Dalam terapi perilaku kognitif (CBT), Anda akan diajak mengubah pola pikir negatif menjadi lebih rasional. Selain itu, terapis juga akan mengajarkan cara menanggapi trauma dengan perilaku positif.

2. Terapi pemaparan

Ketika menjalani terapi ini, Anda akan dipaparkan dengan pemicu trauma secara bertahap dan aman oleh terapis. Teknik relaksasi mungkin juga akan diajarkan sehingga Anda bisa merespons trauma dengan tenang.

3. Terapi EMDR

Terapi EMDR mengajak penderita PTSD untuk mengingat kembali pengalaman yang memicu trauma. Pada waktu yang bersamaan, terapis akan mengarahkan pergerakan mata supaya fokus Anda menjadi teralihkan. Dengan begitu, respons psikologis Anda terhadap trauma bisa lebih tenang.

4. Pelatihan mindfulness

Pelatihan mindfulness bertujuan untuk memfokuskan perhatian Anda untuk tidak mengikuti pikiran yang tidak menentu dan membuat stres ketika berhadapan dengan trauma. Selain menghilangkan stres, cara ini juga dapat membantu meningkatkan suasana hati.

5. Konsumsi obat-obatan

Gejala PTSD, termasuk hyperarousal dapat diatasi dengan mengonsumsi obat yang diresepkan oleh dokter. Beberapa obat tersebut, antara lain antidepresan, obat antikecemasan, serta beta-blocker.

Bisakah hyperarousal dicegah?

Hyperarousal bisa dicegah dengan menghindari benda atau situasi yang mengingatkan Anda pada trauma. Selain itu, menerapkan pola hidup sehat juga ikut membantu menurunkan risiko terserang gejala PTSD.Beberapa tindakan yang bisa dilakukan untuk mencegah kambuhnya gejala gangguan stres pasca trauma, meliputi:
  • Beristirahat dengan cukup dan tidur dengan jadwal yang sama di setiap malamnya
  • Hindari konsumsi alkohol dan kafein karena dapat meningkatkan kegelisahan dan kecemasan
  • Berolahraga secara rutin untuk merangsang produksi endorfin (hormon yang bisa meningkatkan suasana hati)
  • Mengelola stres dengan melakukan aktivitas yang membuat tubuh dan pikiran rileks seperti yoga, meditasi, tai chi, pijat, dan mendengarkan musik
  • Menerapkan pola makan sehat dengan mengonsumsi banyak sayur, buah, dan protein tanpa lemak, serta menghindari makanan pemicu stres seperti fast food atau gorengan
  • Menyampaikan perasaan yang Anda rasakan ke orang-orang terpercaya seperti teman, keluarga, pasangan, dan ahli kesehtan mental

Catatan dari SehatQ

Hyperarousal adalah gejala utama penyakit PTSD yang membuat penderitanya waspada dan siaga saat memikirkan atau berhadapan dengan trauma. Beberapa tindakan untuk mengatasi kondisi ini seperti terapi, pelatihan mindfulness, hingga konsumsi obat-obatan tertentu.Untuk berdiskusi lebih lanjut mengenai mengenai kondisi ini, tanyakan langsung ke dokter di aplikasi kesehatan SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
post traumatic stress disorder (PTSD)trauma
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/320000
Diakses pada 12 Mei 2021
Healthline. https://www.healthline.com/health/mental-health/hyperarousal
Diakses pada 12 Mei 2021
Very Well Mind. https://www.verywellmind.com/hyperarousal-2797362
Diakses pada 12 Mei 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait