Gejala Hipermagnesemia atau Kelebihan Magnesium dalam Darah, Apa Saja?


Hipermagnesemia adalah kelebihan magnesium di dalam darah. Kondisi ini cenderung jarang terjadi dan biasanya dialami oleh individu penderita gangguan sistem ekskresi.

(0)
06 Feb 2021|Arif Putra
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Hipermagnesemia adalah kelebihan magnesium di dalam darah yang ditandai dengan sakit kepalaTekanan darah rendah dan sakit kepala merupakan ciri-ciri hipermagnesemia atau kelebihan magnesium
Magnesium adalah mineral yang sangat esensial bagi tubuh. Magnesium terlibat dalam sintesis protein, produksi energi, mengatur tekanan darah, formasi tulang, hingga fungsi saraf. Namun, seperti overdosis mineral lain, kelebihan magnesium juga dapat berbahaya dan bermasalah. Kondisi ini disebut dengan hipermagnesemia. Ketahui hipermagnesemia lebih lanjut. 

Mengenal apa itu hipermagnesemia

Hipermagnesemia atau kelebihan magnesium adalah kondisi ketika kadar mineral magnesium terlalu tinggi di dalam tubuh. Kendati menjadi mineral yang vital untuk tubuh, kelebihan magnesium dapat berbahaya bagi kesehatan. Hipermagnesemia atau kelebihan magnesium sebenarnya merupakan masalah medis yang jarang terjadi. Pada kondisi normal, sistem ekskresi harus bisa mengatur kadar magnesium yang yang dikeluarkan dari tubuh. Bila ginjal tidak berfungsi sebagaimana mestinya, magnesium pun akan menumpuk di dalam tubuh. Kondisi ini berisiko berujung pada hipermagnesemia. Kadar magnesium yang normal di dalam darah yaitu 1,7 sampai 2,3 miligram per desiliter. Kadar magnesium tergolong tinggi jika mencapai 2,6 miligram per desiliter.

Apa penyebab hipermagnesemia?

Hipermagnesemia paling sering disebabkan oleh gangguan pada sistem ekskresi. Pada orang yang mengalami gagal ginjal dan penyakit hati stadium akhir, magnesium berisiko menumpuk di dalam tubuh. Fungsi ginjal yang terganggu tersebut membuatnya sulit untuk mengeluarkan kelebihan magnesium yang diserap dari makanan – berujung pada hipermagnesemia.   Selain gangguan pada ginjal, hipermagnesemia juga bisa terjadi karena obat atau penyakit berikut ini:
  • Obat lithium
  • Penyakit  hipotiroidisme
  • Penyakit Addison
  • Sindrom susu-alkali (milk-alkali syndrome)
  • Obat-obatan yang mengandung magnesium, seperti beberapa obat pencahar dan antasidaFamilial hypocalciuric hypercalcemia 

Faktor risiko terjadinya hipermagnesemia

Kelebihan magnesium dan risiko hipermagnesemia bisa dialami seseorang yang menderita masalah ginjal. Risiko tersebut bisa meningkat jika kemudian ia mengonsumsi obat-obatan yang mengandung magnesium, seperti obat pencahar dan antasida.Oleh sebab itulah, penderita gangguan ginjal harus berdiskusi dengan dokter jika hendak mengonsumsi suplemen atau obat yang mengandung magnesium.Faktor lain yang meningkatkan risiko hipermagnesemia yaitu:

Ragam gejala hipermagnesemia

Gejala hipermagnesemia atau kelebihan magnesium dapat berupa:
  • Mual
  • Muntah
  • Gangguan saraf
  • Hipotensi atau tekanan darah rendah 
  • Kulit wajah terlihat memerah
  • Sakit kepala
Kelebihan magnesium dengan kadar yang sangat tinggi dalam darah dapat menyebabkan masalah jantung, kesulitan bernapas, dan syok. Pada kasus yang parah, hipermagnesemia juga dapat menyebabkan koma.

Penanganan untuk hipermagnesemia

Bila dokter mengidentifikasi bahwa seseorang mengalami hipermagnesemia berdasarkan tes darah, penanganan paling pertama yang akan dijalankan yaitu menghentikan sumber magnesium (terutama jika pasien mengonsumsi suplemen).Dokter kemudian juga akan memberikan kalsium melalui injeksi intravena untuk mengurangi gejala kelebihan magnesium pada pasien. Gejala tersebut termasuk gangguan pernapasan, detak jantung tak beraturan, gangguan saraf, dan tekanan darah rendah.Pasien juga mungkin akan diberikan diuretik atau pil air untuk membantu tubuh menyingkirkan kelebihan magnesium.Pada kasus hipermagnesemia berat atau jika dialami oleh penderita gagal ginjal, dialisis atau cuci darah akan perlu dilakukan.

Tips mencegah hipermagnesemia atau kelebihan magnesium

Karena risiko hipermagnesemia dapat meningkat pada penderita masalah ginjal, pasien harus berhati-hati jika ingin mengonsumsi obat yang mengandung magnesium. Obat tersebut termasuk antasida dan obat pencahar. Penderita gangguan ginjal juga biasanya akan perlu menjalani diagnosis hipermagnesemia untuk memantau kadar magnesium di dalam darah.Jika Anda memiliki kondisi tubuh sehat dan ingin mengonsumsi suplemen magnesium, mendiskusikannya dengan dokter terlebih dahulu amat disarankan.

Catatan dari SehatQ

Hipermagnesemia adalah kondisi kelebihan magnesium di dalam darah. Kondisi ini cenderung jarang terjadi namun tetap tak boleh disepelekan. Apabila masih memiliki pertanyaan terkait hipermagnesemia, Anda bisa menanyakan ke dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Aplikasi SehatQ tersedia gratis di Appstore dan Playstore yang berikan informasi kesehatan terpercaya.
penyakit ginjalhipomagnesemiagangguan ginjalantasidaobat pencahar
Health Mercy. https://www.mercy.com/health-care-services/endocrinology/conditions/hypermagnesemia
Diakses pada 24 Januari 2021
Healthline. https://www.healthline.com/health/food-nutrition/magnesium-overdose-whats-the-likelihood
Diakses pada 24 Januari 2021
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/318326
Diakses pada 24 Januari 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait