Mengenal Gejala Herpes Kulit dan Cara Mengobatinya Secara Efektif

Salah satu gejala herpes kulit adalah lenting yang muncul di daerah bibir
Lenting di sekitar bibir merupakan salah satu gejala herpes kulit

Tidak sedikit orang yang menyangka dirinya menderita biang keringat biasa, padahal itu adalah gejala herpes kulit. Keduanya memang ditandai dengan munculnya ruam kemerahan yang gatal dan kadang kala terasa nyeri, namun penyakit herpes kulit memiliki ciri lainnya yang dapat Anda kenali.

Herpes adalah penyakit kulit yang disebabkan oleh infeksi virus herpes simplex (HSV). Ciri paling khas dari herpes kulit adalah lentingan yang berisi air atau disebut juga ruam basah.

Ada dua jenis virus herpes simplex yang menyerang manusia, yakni:

Mudah mengenali gejala herpes kulit

Gejala herpes kulit biasanya berbentuk lentingan, baik satu maupun banyak, yang terdapat di area terdampak (bibir maupun kemaluan). Ketika lentingan ini pecah, area tersebut akan menjadi luka yang terasa nyeri.

Dalam kasus yang lebih jarang, herpes bisa muncul di bagian kulit manapun, termasuk pada jari tangan. Sebelum lentingan herpes kulit muncul ke permukaan kulit, Anda akan merasakan sensasi gatal, panas, atau kesemutan di area tersebut.

Jika Anda tidak pernah mengidap herpes kulit sebelumnya, Anda mungkin akan merasakan gejala penyerta lain, seperti:

Lentingan ini akan pecah, mengeluarkan cairan, kemudian menjadi kerak dalam periode 7-10 hari. Sedangkan untuk sembuh total, penderita HSV-1 biasanya membutuhkan waktu 2-3 minggu setelah kemunculan lenting pertama, sedangkan HSV-2 bisa 2-6 pekan.

Virus herpes mungkin saja kembali menginfeksi kulit Anda. Namun, biasanya infeksi kedua atau seterusnya tidak menimbulkan gejala separah saat pertama kali Anda terkena penyakit ini.

Apa saja yang dapat menyebabkan munculnya herpes kulit?

Penyebab munculnya lentingan herpes kulit pada dasarnya adalah cairan dalam lentingan yang menempel pada kulit orang lain. Namun, cara penularannya itu sendiri berbeda-beda, tergantung dari jenis virus yang menyerangnya.

Pada HSV-1, virus menyebar dari manusia ke manusia melalui ciuman atau penggunaan barang secara bergantian, misalnya sikat gigi maupun alat makan. Pada HSV-2, penularan terjadi biasanya melalui hubungan seksual.

Virus herpes tetap bisa berpindah dari manusia ke manusia lainnya sekalipun penderita herpes kulit tidak memiliki lentingan di mulut atau kemaluannya. Penularan herpes akan sangat cepat bila seseorang memiliki faktor risiko, seperti:

  • Memiliki penyakit lain di tubuhnya, baik penyakit ringan maupun serius
  • Mengalami kelelahan fisik maupun emosional
  • Memiliki sistem imun yang imunokompromais, misalnya pada penderita AIDS dan orang yang sedang menjalani pengobatan dengan kemoterapi atau steroid
  • Mengalami trauma pada bagian kulit tertentu setelah melakukan aktivitas seksual, berjemur, maupun perawatan pengobatan
  • Menstruasi.

Herpes kulit yang terjadi di kemaluan bisa menginfeksi bayi yang dilahirkan lewat persalinan normal (melalui vagina). Oleh karena itu, ibu hamil yang sedang atau pernah mengalami herpes sebaiknya mengkomunikasikan hal ini dengan dokter atau bidan yang akan menangani persalinannya.

Herpes kulit hanya bisa dikurangi gejalanya

Jika Anda merasa terkena virus herpes, langsung periksakan diri ke dokter agar Anda tidak menulari orang lain. Dokter dapat mendiagnosis herpes kulit hanya dengan melihat lesi di bibir atau kemaluan Anda, serta mengambil sampel cairan dari lentingan di kulit dan mengirimnya untuk dicek di laboratorium.

Ketika tidak ada lentingan di kulit Anda, dokter bisa saja merekomendasikan pemeriksaan lain. Salah satu tes itu adalah pengambilan sampel darah untuk kemudian diperiksa di laboratorium, guna menemukan ada atau tidaknya virus dalam darah Anda.

Tidak ada obat yang dapat menyembuhkan infeksi virus herpes simplex. Kendati demikian, dokter bisa meresepkan obat untuk mengurangi tingkat keparahan gejala Anda serta mempersingkat durasi penyakit ini.

Obat tersebut adalah obat antivirus yang berupa:

  • Acyclovir
  • Famciclovir
  • Valacyclovir.

Obat-obat tersebut bisa bentuk krim, salep, obat minum, maupun injeksi serta hanya bisa didapat dengan resep dokter. Penggunaan obat tersebut dapat mengurangi gatal, rasa terbakar, atau kesemutan yang terasa di sekitar area herpes kulit.

Obat herpes kulit tersebut dapat menangani gejala herpes tipe 1 maupun tipe 2. Selain itu, penggunaan obat juga dimaksudkan untuk mencegah penularan penyakit yang sama kepada orang lain.

Meski terlihat menakutkan dan membuat tidak nyaman, herpes kulit jarang menyebabkan komplikasi kesehatan yang serius. Akan tetapi, hal ini tidak berlaku bagi janin, bayi baru lahir, orang dengan sistem imun terkompromi, maupun pasien yang baru menjalani transplantasi organ sehingga harus segera memeriksakan diri ke dokter bila diduga mengalami herpes kulit.

Healthline. https://www.healthline.com/health/rashes-herpes
Diakses pada 13 Maret 2020

WebMD. https://www.webmd.com/genital-herpes/skin-simplex-viruses
Diakses pada 13 Maret 2020

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/326173
Diakses pada 13 Maret 2020

AAD. https://www.aad.org/public/diseases/a-z/herpes-simplex-treatment
Diakses pada 13 Maret 2020

Artikel Terkait